- Industri asuransi jiwa syariah 2025 tumbuh 13%, capai total APE Rp4,7 triliun.
- Prudential Syariah pimpin pasar dengan pangsa 22% dan APE tembus Rp1 triliun.
- Literasi syariah melonjak 43%, buka peluang besar bagi penetrasi asuransi.
Suara.com - Industri asuransi jiwa syariah di Indonesia mencatatkan performa gemilang sepanjang tahun 2025 dengan pertumbuhan mencapai dua digit. Sejalan dengan tren positif tersebut, PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) sukses mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar (market leader) di tanah air.
Berdasarkan data industri, total Annualized Premium Equivalent (APE) asuransi jiwa syariah nasional mencapai Rp4,7 triliun pada 2025, atau tumbuh sebesar 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini juga tercermin dari lonjakan jumlah peserta yang kini mencapai 24,5 juta orang.
Di tengah persaingan yang ketat, Prudential Syariah tampil dominan dengan menguasai pangsa pasar sekitar 22 persen. Pencapaian ini didorong oleh perolehan APE perusahaan yang menyentuh angka fantastis, yakni sekitar Rp1 triliun.
Menariknya, lonjakan literasi keuangan syariah di Indonesia meningkat drastis dari 9 persen pada 2023 menjadi 43 persen di tahun 2025. Namun, angka literasi yang tinggi ini belum berbanding lurus dengan tingkat penetrasi asuransi syariah yang masih tertahan di bawah 1 persen.
Dengan lebih dari 65 juta rumah tangga di Indonesia, di mana jutaan di antaranya belum terlindungi secara optimal, industri ini dinilai memiliki ruang pertumbuhan yang sangat lebar.
Presiden Direktur Prudential Syariah, Iskandar Ezzahuddin, menegaskan bahwa posisi perusahaan sebagai pemimpin pasar adalah bukti nyata kepercayaan masyarakat yang terus menebal.
“Fokus kami adalah memastikan pertumbuhan ini tetap relevan dengan kebutuhan pasar, memperluas akses perlindungan sekaligus menjaga kualitas layanan,” ujar Iskandar dalam keterangannya, dikutip Kamis (30/4/2026).
Ke depan, Prudential Syariah berkomitmen untuk terus menjadi motor penggerak inklusi asuransi syariah di Indonesia. Perusahaan berencana memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan untuk menghadirkan solusi perlindungan yang lebih simpel dan mudah dijangkau.
Dengan mengusung prinsip ta’awun—yakni saling melindungi dan saling menopang—Prudential Syariah bertekad menjadi mitra amanah bagi keluarga Indonesia.
“Kami akan aktif mendorong literasi dan inklusi, membangun pemahaman luas, serta memperkuat jaringan distribusi agar akses perlindungan semakin mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat,” tutup Iskandar.