Kurs Rupiah Tembus Rp17.326 per Dolar AS: Beban Subsidi Naik, Utang Meroket

M Nurhadi

Kamis, 30 April 2026 | 17:05 WIB
Kurs Rupiah Tembus Rp17.326 per Dolar AS: Beban Subsidi Naik, Utang Meroket
Rupiah makin melemah. [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa]
baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp17.346 per dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis, 30 April 2026.
  • Pelemahan dipicu ketegangan militer di Selat Hormuz serta kekhawatiran pasar terhadap independensi kebijakan moneter Federal Reserve Amerika.
  • Dampak kondisi tersebut menyebabkan kenaikan biaya impor energi, risiko inflasi, serta meningkatnya beban utang luar negeri Indonesia.

Di sisi lain, meja perundingan terkait aktivitas nuklir Iran juga tidak membuahkan hasil. Meskipun terdapat perpanjangan gencatan senjata tanpa batas waktu, kedua belah pihak menunjukkan resistensi yang kuat terhadap mediasi pihak ketiga.

Kebuntuan diplomasi ini memberikan sinyal kepada pasar bahwa risiko "perang besar" akan terus menghantui harga komoditas dan nilai tukar mata uang untuk waktu yang lama.

Selain faktor geopolitik, tekanan terhadap rupiah juga datang dari ketidakpastian kebijakan moneter di Amerika Serikat. Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, baru-baru ini memberikan pernyataan mengejutkan terkait proses transisi kepemimpinan di bank sentral paling berpengaruh di dunia tersebut.

Powell memberikan ucapan selamat kepada Kevin Warsh yang telah melewati tahap awal untuk menjadi penggantinya. Namun, yang membuat pelaku pasar cemas adalah pernyataan Powell mengenai tekanan politik yang dialami institusinya di bawah pemerintahan Trump.

Ibrahim mengungkapkan keresahan Powell yang menyebutkan bahwa dirinya akan tetap bertahan di posisinya hanya sampai tensi politik mereda.

Powell secara eksplisit memperingatkan publik dengan mengatakan bahwa "independensi Fed berada dalam risiko," sebuah pernyataan yang memicu spekulasi bahwa kebijakan suku bunga ke depan mungkin tidak lagi berbasis data ekonomi murni, melainkan titipan politik.

Bagi investor global, ancaman terhadap independensi The Fed adalah sinyal merah. Ketidakpastian ini mendorong investor untuk mengamankan aset mereka ke dalam dolar AS sebagai safe haven, yang secara otomatis menekan mata uang berisiko tinggi seperti rupiah.

Pelemahan rupiah hingga menembus angka Rp17.300-an per dolar AS ini membawa konsekuensi serius bagi ekonomi domestik Indonesia. Kenaikan nilai tukar dolar terhadap rupiah akan langsung berdampak pada:

  • Biaya Impor BBM: Mengingat harga minyak dunia yang melambung akibat krisis Selat Hormuz, anggaran subsidi energi dalam APBN berisiko membengkak.
  • Inflasi Barang Impor (Imported Inflation): Komoditas pangan dan bahan baku industri yang masih diimpor akan mengalami kenaikan harga di tingkat konsumen.
  • Beban Utang Luar Negeri: Perusahaan maupun pemerintah yang memiliki kewajiban dalam mata uang asing akan menghadapi tekanan likuiditas yang lebih berat.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Semakin Lemah Karena Kinerja Pemerintah Belum Puaskan Investor

Rupiah Semakin Lemah Karena Kinerja Pemerintah Belum Puaskan Investor

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 16:36 WIB

Anjlok Lebih Dalam Pagi Ini, Rupiah Terus Cetak Rekor Terburuk

Anjlok Lebih Dalam Pagi Ini, Rupiah Terus Cetak Rekor Terburuk

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 10:15 WIB

Kemenperin: Industri Kertas Untung dengan Lemahnya Nilai Tukar Rupiah

Kemenperin: Industri Kertas Untung dengan Lemahnya Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 10:04 WIB

BI Kuras Devisa Negara Triliunan Demi Rupiah Menguat 'Se-Perak Dua-Perak'

BI Kuras Devisa Negara Triliunan Demi Rupiah Menguat 'Se-Perak Dua-Perak'

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 16:16 WIB

Rupiah Cetak Rekor Buruk ke Level Rp17.326 per Dolar AS

Rupiah Cetak Rekor Buruk ke Level Rp17.326 per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 15:51 WIB

Rupiah Babak Belur Pagi Ini ke Level Rp17.289 Per Dolar AS

Rupiah Babak Belur Pagi Ini ke Level Rp17.289 Per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 09:30 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×