Gegara Cuitan Trump, Iran Peringatkan AS: Jangan Berani Sentuh Selat Hormuz!

M Nurhadi

Senin, 04 Mei 2026 | 14:21 WIB
Gegara Cuitan Trump, Iran Peringatkan AS: Jangan Berani Sentuh Selat Hormuz!
Negosiasi Iran dan Amerika Serikat di Islamabad memanas akibat sengketa militer di Selat Hormuz. (Tanimnews)
baca 10 detik
  • Pada Senin (4/5/2026), Iran menolak rencana Amerika Serikat mengelola pelayaran di Selat Hormuz karena dianggap melanggar kedaulatan maritim.
  • Pernyataan tegas Ibrahim Azizi muncul setelah Donald Trump berniat memandu kapal di Selat Hormuz atas nama kemanusiaan.
  • Iran menganggap intervensi Amerika Serikat tersebut sebagai pelanggaran gencatan senjata dan ancaman nyata terhadap keamanan nasional mereka.

Suara.com - Situasi di jalur perairan paling strategis di dunia, Selat Hormuz, kembali memanas menyusul peringatan tegas yang dikeluarkan oleh otoritas tinggi Iran.

Pada Senin dini hari, anggota parlemen senior Iran menegaskan bahwa setiap upaya Amerika Serikat (AS) untuk ikut campur dalam pengelolaan pelayaran di wilayah tersebut akan dipandang sebagai bentuk pelanggaran nyata terhadap kesepakatan gencatan senjata yang tengah berjalan.

Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran, Ibrahim Azizi, menjadi sosok sentral yang menyuarakan penolakan keras Teheran terhadap usulan Washington.

Azizi menekankan bahwa kedaulatan maritim di Selat Hormuz merupakan garis merah yang tidak bisa dikompromikan oleh pihak asing, terutama Amerika Serikat.

"Setiap campur tangan Amerika dalam rezim maritim baru di Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata," ujar Azizi dalam sebuah pernyataan resmi yang dikutip pada Senin (4/5/2026).

Kritik Terhadap Diplomasi Media Sosial Donald Trump

Ketegangan ini dipicu oleh manuver komunikasi Presiden AS Donald Trump di platform digital. Melalui unggahan di media sosial X, Ibrahim Azizi secara terbuka menolak gagasan bahwa Washington memiliki wewenang atau hak untuk mengontrol lalu lintas kapal di jalur tersebut.

Azizi bahkan menyebut retorika yang dikeluarkan oleh Gedung Putih sebagai sebuah angan-angan yang tidak berpijak pada realitas lapangan.

Dengan nada satir, Azizi menyatakan bahwa stabilitas di Selat Hormuz dan Teluk Persia “tidak akan dikelola oleh unggahan khayalan Trump.”

baca juga

Pernyataan ini merujuk pada kebiasaan Presiden AS yang sering mengeluarkan kebijakan atau klaim strategis melalui platform media sosial pribadinya, yang menurut pihak Iran, sering kali tidak selaras dengan hukum maritim internasional yang berlaku di wilayah tersebut.

Lebih lanjut, Azizi juga menyinggung upaya diplomasi publik AS yang sering kali menyudutkan Iran dalam konflik maritim.

“Tidak ada yang akan mempercayai skenario saling menyalahkan,” tambahnya, menegaskan bahwa komunitas internasional kini lebih kritis dalam melihat narasi yang dibangun oleh Washington terkait keamanan di Timur Tengah.

Klaim "Gestur Kemanusiaan" dari Washington

Reaksi keras dari pihak Teheran ini muncul tidak lama setelah Presiden Donald Trump memberikan pernyataan kontroversial pada Minggu (3/5/2026).

Dalam unggahannya di platform Truth Social, Trump mengklaim bahwa Amerika Serikat akan mengambil inisiatif untuk memandu kapal-kapal yang saat ini terjebak atau mengalami kendala navigasi di Selat Hormuz.

Trump membingkai rencana intervensi militer dan logistik tersebut sebagai sebuah "gestur kemanusiaan". Menurut versi Washington, langkah ini diambil untuk membantu negara-negara netral yang secara tidak langsung terdampak oleh ketegangan antara poros AS-Israel melawan Iran.

Jalur perairan yang terbatas dan rawan konflik tersebut memang menjadi ancaman bagi kapal-kapal tanker komersial yang mengangkut kebutuhan energi dunia.

"Demi kebaikan Iran, Timur Tengah, dan Amerika Serikat, kami telah memberi tahu negara-negara tersebut bahwa kami akan memandu kapal mereka keluar dengan aman dari jalur perairan terbatas ini," tulis Trump dalam unggahannya.

Penolakan Iran atas peran AS di Selat Hormuz bukanlah tanpa alasan. Secara geografis dan ekonomi, Selat Hormuz adalah jalur arteri bagi pasokan minyak global.

Hampir sepertiga dari total perdagangan minyak mentah melalui jalur laut melewati selat sempit yang memisahkan Iran dan Oman ini. Oleh karena itu, kontrol atas wilayah ini memberikan pengaruh geopolitik yang luar biasa besar bagi siapa pun yang memegangnya.

Bagi Iran, kehadiran angkatan laut AS yang aktif mengelola pelayaran dianggap sebagai ancaman langsung terhadap keamanan nasional mereka.

Di sisi lain, Washington bersikeras bahwa intervensi mereka diperlukan untuk menjamin prinsip freedom of navigation atau kebebasan bernavigasi di perairan internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenapa Donald Trump Tolak Proposal Iran Akhiri Perang? Apa Isinya?

Kenapa Donald Trump Tolak Proposal Iran Akhiri Perang? Apa Isinya?

News | Senin, 04 Mei 2026 | 14:07 WIB

Apa Itu Project Freedom Amerika di Selat Hormuz? Diklaim Misi Perdamaian Lawan Iran

Apa Itu Project Freedom Amerika di Selat Hormuz? Diklaim Misi Perdamaian Lawan Iran

News | Senin, 04 Mei 2026 | 13:54 WIB

Pergerakan Pesawat Militer AS Meningkat ke Timur Tengah, Sinyal Eskalasi Konflik?

Pergerakan Pesawat Militer AS Meningkat ke Timur Tengah, Sinyal Eskalasi Konflik?

News | Senin, 04 Mei 2026 | 12:44 WIB

Ancaman Keras Parlemen Iran ke Donald Trump, Intervensi Selat Hormuz Pelanggaran Gencatan Senjata

Ancaman Keras Parlemen Iran ke Donald Trump, Intervensi Selat Hormuz Pelanggaran Gencatan Senjata

News | Senin, 04 Mei 2026 | 12:31 WIB

AS Luncurkan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz, Klaim Jamin Stabilitas Pasokan Minyak Mentah

AS Luncurkan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz, Klaim Jamin Stabilitas Pasokan Minyak Mentah

News | Senin, 04 Mei 2026 | 12:22 WIB

Proposal Iran Desak Penarikan Pasukan AS dan Pencabutan Blokade Selat Hormuz

Proposal Iran Desak Penarikan Pasukan AS dan Pencabutan Blokade Selat Hormuz

News | Senin, 04 Mei 2026 | 11:46 WIB

Terkini

Coach Sai Dong Bangga, 6 Bintang MLSC Surabaya Wakili Indonesia di Singa Cup 2026 Singapura

Coach Sai Dong Bangga, 6 Bintang MLSC Surabaya Wakili Indonesia di Singa Cup 2026 Singapura

Bola | Senin, 02 November 2026 | 06:16 WIB

Penantian Tujuh Tahun Terbayar, Agung Apriliano Rebut Gelar Juara Umum 76 Ultimate Downhill

Penantian Tujuh Tahun Terbayar, Agung Apriliano Rebut Gelar Juara Umum 76 Ultimate Downhill

Sport | Senin, 02 November 2026 | 06:00 WIB

Kecelakaan Maut Truk Molen di Bekasi

Kecelakaan Maut Truk Molen di Bekasi

Foto | Senin, 02 November 2026 | 06:00 WIB

Apakah Boleh Pakai Hair Mist Setiap Hari? Ini Tips Aman Menggunakannya

Apakah Boleh Pakai Hair Mist Setiap Hari? Ini Tips Aman Menggunakannya

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 05:39 WIB

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

×