- Indonesia menempati peringkat ketiga prevalensi obesitas tertinggi di Asia Tenggara berdasarkan data World Obesity Atlas tahun 2022.
- Kondisi obesitas dipicu oleh food noise, yakni dorongan pikiran berlebih terhadap makanan akibat gangguan mekanisme neuroendokrin tubuh.
- Penanganan obesitas kini beralih dari sekadar diet menuju pendekatan medis komprehensif seperti penggunaan terapi GLP-1 receptor agonist.
Secara klinis, terapi GLP-1 RA Novo Nordisk telah menunjukkan manfaat dalam mendukung penurunan berat badan yang signifikan. Sehingga 1 dari 3 pasien dapat kehilangan lebih dari 20% berat badan.
Lebih dari itu, pendekatan ini mengedepankan konsep penurunan berat badan yang berkualitas (quality weight loss), yaitu penurunan massa lemak secara efektif sambil mempertahankan massa otot. Terapi ini juga berpotensi menurunkan risiko penyakit kardiovaskular hingga 20%.
“Penting bagi individu dengan obesitas untuk beralih dari upaya mandiri ke bantuan medis profesional dalam mengelola berat badan. Dengan memahami bahwa obesitas adalah penyakit kompleks, kita dapat mendorong penanganan yang lebih tepat dan berbasis sains,” ujar Riyanny Meisha Tarliman selaku Associate Director, Clinical, Medical, and Regulatory, Novo Nordisk Indonesia.