Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.640.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.883,881
LQ45 578,169
Srikehati 285,186
JII 345,557
USD/IDR 17.950

Rupiah Tak Berdaya: Terperosok ke Rp17.407 Saat Badai Ekonomi Menghantam Asia

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Senin, 11 Mei 2026 | 10:31 WIB
Rupiah Tak Berdaya: Terperosok ke Rp17.407 Saat Badai Ekonomi Menghantam Asia
Kondisi yang tak jauh berbeda juga dialami oleh kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) yang mematok rupiah di level Rp17.375 per dolar AS. [Antara]
baca 10 detik
  • Rupiah terkapar di Rp17.407 per dolar AS akibat lonjakan harga minyak dunia.
  • Sentimen domestik rapuh, indeks kepercayaan konsumen diprediksi merosot.
  • Mata uang Asia rontok berjamaah; rupiah semakin tak bertenaga di zona merah.

Suara.com - Awan mendung menyelimuti pasar keuangan domestik pada awal pekan kedua Mei 2026. Mata uang Garuda kembali  dibuka lunglai terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (11/5/2026) pagi. Tekanan global yang kian mencekik ditambah sentimen domestik yang rapuh membuat posisi rupiah semakin terjepit di zona merah.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot harus rela ditutup melempem ke level Rp17.407 per dolar AS. Mata uang kebanggaan Indonesia ini tercatat terjun bebas 25 poin atau melemah 0,14 persen jika dibandingkan dengan penutupan Jumat lalu yang masih berada di posisi Rp17.382. Kondisi yang tak jauh berbeda juga dialami oleh kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) yang mematok rupiah di level Rp17.375 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menunjuk kenaikan harga minyak mentah dunia sebagai "biang kerok" utama yang menggerus kekuatan rupiah. Situasi kian memanas setelah negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan menemui jalan buntu, yang memicu kekhawatiran pasokan energi dan memperkasa posisi the greenback.

"Rupiah akan terus tertekan seiring menguatnya dolar dan harga minyak mentah dunia," ujar Lukman.

Tak hanya dihantam badai eksternal, fondasi ekonomi dalam negeri pun mulai menunjukkan retakan. Para investor kini menaruh kecemasan tinggi terhadap data survei kepercayaan konsumen yang diramal bakal merosot dari 122.9 menjadi 122.0. Penurunan ini mencerminkan pudarnya optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional, yang kian membebani langkah rupiah.

Di kawasan regional, nasib nahas rupiah ini sejalan dengan tren pelemahan mayoritas mata uang Asia. Won Korea Selatan tercatat sebagai yang paling menderita dengan anjlok 0,73 persen, disusul Baht Thailand yang ambles 0,56 persen. Di tengah kepungan tren negatif ini, hanya Yuan China dan Dolar Taiwan yang mampu sedikit bernapas lega dengan penguatan tipis.

Dengan proyeksi pergerakan di rentang Rp17.300 hingga Rp17.400, masa depan rupiah di sisa pekan ini tampak kian suram jika tidak ada intervensi atau sentimen positif yang mampu menahan laju kejatuhannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keponakan Prabowo Sebut Ekonomi Global Masuk Zona Bahaya

Keponakan Prabowo Sebut Ekonomi Global Masuk Zona Bahaya

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 08:50 WIB

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:14 WIB

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:36 WIB

Terkini

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:40 WIB

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:39 WIB

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:17 WIB

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:11 WIB

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:05 WIB

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:54 WIB

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:53 WIB

LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih

LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:42 WIB

Petani Khawatir Aturan TAR dan Nikotin Bikin Industri Kurangi Serapan Tembakau

Petani Khawatir Aturan TAR dan Nikotin Bikin Industri Kurangi Serapan Tembakau

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:33 WIB

Penggunaan AI untuk Promosi Jualan Online Diperketat, Begini Ketentuan Barunya

Penggunaan AI untuk Promosi Jualan Online Diperketat, Begini Ketentuan Barunya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:27 WIB