Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.365,374
LQ45 634,125
Srikehati 308,918
JII 383,968
USD/IDR 17.790

Perang Tak Kunjung Usai, Trump Sebut Proposal Perdamaian Iran Sebagai 'Sampah'

M Nurhadi

Selasa, 12 Mei 2026 | 07:25 WIB
Perang Tak Kunjung Usai, Trump Sebut Proposal Perdamaian Iran Sebagai 'Sampah'
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Instagram.com/realdonaldtrump)
baca 10 detik
  • Presiden Donald Trump menyatakan kesepakatan gencatan senjata dengan Iran berada dalam kondisi kritis akibat penolakan proposal perdamaian.
  • Ketegangan di Selat Hormuz menyebabkan harga minyak dunia melonjak dan memicu penurunan produksi OPEC ke level terendah.
  • Pemerintah Amerika Serikat memberlakukan sanksi baru terhadap pihak yang membantu Iran mengirimkan minyak ke negara China.

Suara.com - Harapan akan perdamaian di Timur Tengah kian menipis. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata dengan Iran kini berada dalam kondisi kritis atau "sedang dalam alat bantu hidup".

Pernyataan keras ini muncul setelah Teheran memberikan respons atas proposal perdamaian AS yang justru menunjukkan jurang perbedaan sangat dalam di antara kedua belah pihak.

Ketegangan ini bermula sejak perang pecah pada 28 Februari lalu. Iran mengajukan syarat berat untuk menghentikan perang, termasuk tuntutan kompensasi kerusakan perang, penghentian blokade laut oleh AS, jaminan tidak ada serangan susulan, serta pemulihan penjualan minyak mereka.

Selain itu, Teheran bersikeras atas kedaulatan mereka di Selat Hormuz, jalur vital yang memasok seperlima kebutuhan energi dunia, yang saat ini mereka tutup.

Donald Trump tidak menyembunyikan kemarahannya terhadap dokumen balasan dari Iran tersebut. Ia menganggap tuntutan Teheran sebagai penghinaan terhadap upaya diplomasi yang telah berjalan sejak gencatan senjata parsial dimulai pada 7 April.

"Saya menyebutnya kondisi terlemah saat ini, setelah membaca potongan sampah yang mereka kirimkan. Saya bahkan tidak menyelesaikan membacanya," cetus Trump dalam keterangannya, Senin (11/5/2026).

Kegagalan diplomasi ini berdampak langsung pada pasar energi global. Harga minyak mentah berjangka jenis Brent melonjak 3% hingga menembus angka $104 per barel.

Penutupan Selat Hormuz memaksa produsen minyak memangkas ekspor, hingga produksi OPEC pada bulan April dilaporkan jatuh ke level terendah dalam lebih dari dua dekade.

Di dalam negeri, kebijakan luar negeri Trump mulai mendapat penolakan dari pemilih Amerika, terutama karena lonjakan harga bensin menjelang pemilu sela.

baca juga

Berdasarkan jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dirilis Senin, dua dari tiga warga Amerika merasa Trump belum menjelaskan dengan gamblang tujuan keterlibatan militer AS di Iran.

Sekitar 66% responden, termasuk sepertiga pendukung Partai Republik dan hampir seluruh pendukung Demokrat, mengkritik kurangnya transparansi pemerintah terkait visi perang ini.

Situasi ini dimanfaatkan oleh Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, yang memperingatkan bahwa pembayar pajak Amerika akan menanggung beban ekonomi yang semakin berat jika perang terus berlanjut.

Sanksi Baru dan Gejolak di Selat Hormuz

Sebagai bentuk tekanan tambahan, Pemerintah AS pada hari Senin memberlakukan sanksi baru terhadap individu dan perusahaan yang diduga membantu Iran mengirimkan minyak ke China.

Langkah ini bertujuan untuk memutus jalur pendanaan militer dan program nuklir Teheran.

Di lapangan, pergerakan kapal di Selat Hormuz sangat terbatas. Data Kpler menunjukkan hanya ada sedikit tanker yang berani melintas, itu pun dengan mematikan sistem pelacak untuk menghindari serangan Iran.

Sementara itu, NATO dan sekutu AS lainnya masih enggan mengirimkan armada kapal untuk membuka paksa jalur tersebut tanpa adanya kesepakatan damai yang komprehensif.

Perang ini juga mengungkap keretakan di antara negara-negara Timur Tengah. Laporan dari Wall Street Journal menyebutkan bahwa Uni Emirat Arab (UEA) mulai mengambil peran militer langsung dengan melakukan serangan udara ke kilang minyak di Pulau Lavan, Iran, bulan lalu, meski UEA belum mengakuinya secara resmi.

Di tengah situasi yang kian buntu, Donald Trump dijadwalkan tiba di Beijing pada hari Rabu untuk bertemu dengan Presiden China, Xi Jinping.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Sebut Proposal Damai Iran Sampah, Ancaman Perang Besar Menanti

Donald Trump Sebut Proposal Damai Iran Sampah, Ancaman Perang Besar Menanti

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 06:47 WIB

3 Kapal Tanker Raksasa 'Bebas' Lewati Selat Hormuz Hari Ini, Pertanda Baik?

3 Kapal Tanker Raksasa 'Bebas' Lewati Selat Hormuz Hari Ini, Pertanda Baik?

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 22:08 WIB

Donald Trump: Saya Tidak Suka Surat dari Iran!

Donald Trump: Saya Tidak Suka Surat dari Iran!

News | Senin, 11 Mei 2026 | 14:25 WIB

Iran Bersumpah Tidak Akan Tunduk pada Tekanan Amerika Serikat, Harga Minyak Makin Runyam

Iran Bersumpah Tidak Akan Tunduk pada Tekanan Amerika Serikat, Harga Minyak Makin Runyam

News | Senin, 11 Mei 2026 | 14:14 WIB

Donald Trump Kesal Mahalnya Tiket Piala Dunia 2026: Saya Nggak Mau Beli

Donald Trump Kesal Mahalnya Tiket Piala Dunia 2026: Saya Nggak Mau Beli

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:48 WIB

Donald Trump Ancam Hancurkan Siapa Pun yang Dekati Uranium Iran

Donald Trump Ancam Hancurkan Siapa Pun yang Dekati Uranium Iran

News | Senin, 11 Mei 2026 | 11:21 WIB

Terkini

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

Transisi Energi Berwajah Hijau Disorot Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

Transisi Energi Berwajah Hijau Disorot Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:31 WIB

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:19 WIB

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:15 WIB

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:13 WIB

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:09 WIB

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:08 WIB

Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda

Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati

Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:45 WIB

6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang

6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:38 WIB

×