Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

RI Bakal Punya Pusat Riset Timah di Bangka

Achmad Fauzi

Selasa, 12 Mei 2026 | 18:25 WIB
RI Bakal Punya Pusat Riset Timah di Bangka
Ilustrasi Tambang Bijih Timah. [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc]
baca 10 detik
  • PT Arsari Tambang akan membangun pusat riset timah dan logam tanah jarang pertama di Bangka untuk memperkuat hilirisasi mineral.
  • Pusat riset tersebut bertujuan mengembangkan teknologi pengolahan logam tanah jarang guna mendukung industri transisi energi dan sektor teknologi tinggi.
  • Perusahaan membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat inovasi dan meningkatkan nilai tambah industri timah di dalam negeri.

Suara.com - PT Arsari Tambang berencana membangun pusat riset timah pertama di Indonesia yang berlokasi di Bangka. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan memperkuat hilirisasi mineral sekaligus meningkatkan penguasaan teknologi logam tanah jarang atau rare earth elements (REE) di dalam negeri.

Direktur Utama PT Arsari Tambang, Aryo PS Djojohadikusumo mengatakan keberadaan pusat riset timah menjadi kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya kebutuhan teknologi global berbasis mineral strategis.

"Bayangin, industri timah Indonesia sudah ada selama 150 tahun dan kita tidak punya pusat riset timah," ujar Aryo di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Menurut dia, pusat riset tersebut nantinya akan menjadi basis pengembangan teknologi timah dan pengolahan logam tanah jarang yang selama ini masih terbatas di Indonesia.

Presiden Direktur Arsari Tambang, Aryo Djojohadikusumo. [ist].
Presiden Direktur Arsari Tambang, Aryo Djojohadikusumo. [ist].

Aryo menjelaskan, logam tanah jarang merupakan produk sampingan timah yang memiliki nilai strategis tinggi untuk mendukung industri masa depan, terutama transisi energi dan teknologi tinggi global.

Beberapa unsur logam tanah jarang yang dinilai potensial antara lain neodymium (NdPr) dan dysprosium yang banyak digunakan dalam perangkat teknologi hingga industri energi.

"Semoga kita bisa mendapatkan manfaat dari itu. Salah satu hal yang kami lakukan adalah berinvestasi membangun pusat riset timah dan logam tanah jarang di Bangka," katanya.

Ia menilai Indonesia harus mulai menguasai teknologi hilir berbasis timah, termasuk pengembangan solder untuk industri semikonduktor yang membutuhkan formulasi campuran logam atau alloy dengan standar tinggi.

Menurut Aryo, pengembangan teknologi tersebut tidak bisa hanya bergantung pada pasar luar negeri. Ia menegaskan penguatan kapasitas riset domestik menjadi kunci agar inovasi dan nilai tambah industri tetap berada di Indonesia.

baca juga

"Kita perlu menguasainya, dan ini harus dimiliki oleh Indonesia, diteliti di Indonesia, dan dibuat di Indonesia," imbuhnya.

Aryo juga membuka peluang kolaborasi dengan akademisi, perusahaan swasta, hingga perusahaan pelat merah di sektor timah untuk mempercepat pengembangan pusat riset tersebut.

Menurut dia, kerja sama lintas sektor penting untuk membangun ekosistem penelitian mineral nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Pembangunan pusat riset ini menjadi bagian dari agenda hilirisasi Arsari Tambang yang lebih luas. Sebelumnya, perusahaan tersebut telah membangun pabrik solder di Batam melalui PT Solder Tin Andalan Indonesia guna memperluas rantai nilai industri timah nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sah! Menteri Bahlil Tunda Kenaikan Royalti Tambang Demi Jaga Iklim Investasi

Sah! Menteri Bahlil Tunda Kenaikan Royalti Tambang Demi Jaga Iklim Investasi

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 14:47 WIB

Tantangan Iklim Makin Kompleks, Pendekatan Interdisipliner Dinilai Jadi Kunci

Tantangan Iklim Makin Kompleks, Pendekatan Interdisipliner Dinilai Jadi Kunci

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:07 WIB

Riset UI: Pengguna Pindar Melek Keuangan, Tapi Masih Rentan Terjebak Utang

Riset UI: Pengguna Pindar Melek Keuangan, Tapi Masih Rentan Terjebak Utang

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 08:55 WIB

Terkini

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 01:25 WIB

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:04 WIB

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:56 WIB

×