Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Waspada, Ekonomi Indonesia Bakal Dihantam Tekanan Global

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:44 WIB
Waspada, Ekonomi Indonesia Bakal Dihantam Tekanan Global
Ilustrasi ekonomi Indonesia, denga suasana gedung bertingkat perkantoran di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Senior Economist DBS Bank Radhika Rao memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 menjadi 5,1 persen akibat tekanan global.
  • Ekonomi Indonesia mencatatkan pertumbuhan impresif sebesar 5,6 persen pada kuartal pertama 2026 berkat kuatnya konsumsi domestik dan stimulus.
  • Pemerintah Indonesia berupaya menjaga stabilitas makroekonomi melalui disiplin fiskal dan harmonisasi regulasi untuk menghadapi risiko kenaikan energi dunia.

Suara.com - Bank DBS Indonesia menyebutkan ekonomi Indonesia masih akan dihantam oleh tekanan global.

Berdasarkan analisis dari DBS Research, situasi makroekonomi Indonesia akan mendapatkan tantangan baru.

Senior Economist DBS Bank, Radhika Rao, menjelaskan bahwa Indonesia memulai tahun 2026 dengan fondasi ekonomi yang positif.

Namun, adanya risiko eksternal membuat proyeksi pertumbuhan tahunan perlu disesuaikan sebagai Langkah antisipasi.

“Indonesia memasuki 2026 dengan percaya diri didukung fundamental yang kuat. Namun, proyeksi pertumbuhan setahun penuh tetap perlu disesuaikan menjadi 5,1 persen dari sebelumnya 5,3 persen. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi risiko kenaikan harga energi global dan tekanan pada nilai tukar Rupiah,” tutur Radhika dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/5/2026).

DBS Research memprediksi bahwa kuartal pertama 2026 kemungkinan besar akan menjadi titik tertinggi pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini.

Ilustrasi kenaikan harga minyak. [Suara.com/HD]
Ilustrasi kenaikan harga minyak. [Suara.com/HD]

Namun, aktivitas ekonomi diperkirakan akan menghadapi tantangan dari tingginya harga energi dunia, volatilitas pasar keuangan, serta pentingnya menjaga disiplin fiskal nasional.

Menanggapi kondisi tersebut, stabilitas makroekonomi dianggap sebagai fondasi utama dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Pemerintah diperkirakan akan terus berupaya menjaga defisit fiskal di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) melalui pengendalian belanja, efisiensi program prioritas, serta optimalisasi penerimaan negara.

baca juga

"Hal ini, sebagai langkah strategis, penguatan stabilitas makroekonomi melalui implementasi Undang-Undang Cipta Kerja dan harmonisasi regulasi pusat-daerah dinilai sangat penting untuk menciptakan kepastian usaha. Konsistensi kebijakan ini diharapkan dapat terus meningkatkan kepercayaan investor sekaligus
memperkokoh daya tahan ekonomi nasional di tengah dinamika pasar global yang dinamis," bebernya.

Meski dihantui eskalasi geopolitik global dan fluktuasi harga energi, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencatatkan angka yang impresif sebesar 5,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal pertama 2026.

Pencapaian ini menjadi rekor pertumbuhan tercepat sejak kuartal ketiga 2022, sekaligus membuktikan bahwa fundamental ekonomi nasional masih berada dalam posisi yang sangat solid pada awal tahun.

DBS Group Research menilai ketahanan ekonomi Indonesia ini didorong oleh konsumsi domestik yang tetap kuat, stimulus fiskal dari pemerintah, peningkatan belanja negara, serta momentum musiman selama periode hari besar keagamaan.

"Tercatat, sektor konsumsi rumah tangga dan pemerintah tumbuh hingga 7 persen yoy, sementara sektor investasi tetap kokoh di kisaran 6 persen yoy," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.100 Triliun, OJK: Bisa Bantu Ekonomi Indonesia

Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.100 Triliun, OJK: Bisa Bantu Ekonomi Indonesia

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 11:09 WIB

Rupiah Sudah Tembus Rp17.000, Bukan Tanda Ekonomi Indonesia Memburuk

Rupiah Sudah Tembus Rp17.000, Bukan Tanda Ekonomi Indonesia Memburuk

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 08:10 WIB

Geopolitik Memanas, Pemerintah Klaim Ekonomi RI Tetap Tangguh

Geopolitik Memanas, Pemerintah Klaim Ekonomi RI Tetap Tangguh

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:36 WIB

Tensi Perang Timur Tengah, Aliran Modal Asing Indonesia Hengkang Tembus Rp18 Triliun

Tensi Perang Timur Tengah, Aliran Modal Asing Indonesia Hengkang Tembus Rp18 Triliun

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:27 WIB

Mengapa Kritik Ekonom Disebut 'Noise' Oleh Prabowo dan Purbaya?

Mengapa Kritik Ekonom Disebut 'Noise' Oleh Prabowo dan Purbaya?

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 12:54 WIB

Airlangga Klaim Resesi Indonesia Masih Aman Ketimbang AS, China, dan Jepang

Airlangga Klaim Resesi Indonesia Masih Aman Ketimbang AS, China, dan Jepang

Bisnis | Minggu, 18 Januari 2026 | 14:58 WIB

Terkini

Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?

Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:02 WIB

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 19:34 WIB

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:57 WIB

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:36 WIB

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:51 WIB

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:25 WIB

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:55 WIB

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:07 WIB

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:51 WIB

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 13:39 WIB

×