Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.570.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 5.695,116
LQ45 556,746
Srikehati 275,044
JII 335,012
USD/IDR 0

Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 18 Mei 2026 | 14:17 WIB
Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo
Iustrasi Kilang Minyak [Pexels].
baca 10 detik
  • BUMD dinilai bakal kesulitan modal jika ambil PI 10% di Blok Ganal karena investasi jumbo.
  • Proyek laut dalam Blok Ganal punya risiko tinggi, teknologi rumit, dan modal raksasa.
  • Kaltim tetap incar PI 10% atas temuan gas 7 TCF dan 375 juta barel minyak Blok Ganal.

Suara.com - Rencana Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk mencicipi manisnya temuan cadangan minyak dan gas (migas) raksasa di Blok Ganal melalui skema Participating Interest (PI) 10% diprediksi tidak akan berjalan mulus. Tantangan finansial dan teknis yang masif membayangi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam mengelola blok lepas pantai tersebut.

Blok Ganal, yang menjadi lokasi penemuan cadangan raksasa di Sumur Geliga dan Sumur Gula, merupakan bagian dari proyek Indonesia Deepwater Development (IDD). Proyek ini dikenal memiliki karakteristik laut dalam yang membutuhkan penanganan khusus.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Muhammad Kholid Syeirazi, mengingatkan bahwa karakteristik proyek IDD sangat berbeda dengan proyek migas konvensional. Blok Ganal menuntut modal yang masif, teknologi mutakhir, serta risiko operasional yang sangat tinggi.

"Dalam praktiknya, BUMD akan kesulitan untuk menyediakan dana dengan nilai investasi yang sangat besar. Karena ini memang investasinya jumbo," ujar Kholid kepada media hari ini.

Lebih lanjut, Kholid menjelaskan bahwa dalam skema PI, BUMD tidak bertindak sebagai operator melainkan hanya sebagai penerima manfaat. Untuk mendapatkan manfaat tersebut, BUMD wajib menyetor ekuitas (equity) sebagai modal awal. Mengingat nilai investasinya yang fantastis, kewajiban ini kerap menjadi batu sandungan bagi daerah.

Memang, regulasi saat ini memungkinkan adanya skema 'digendong' atau talangan dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). Dalam skema ini, biaya investasi BUMD akan ditalangi terlebih dahulu oleh operator dan akan dicicil melalui pemotongan bagian keuntungan BUMD setelah proyek mencapai titik impas (pay off).

"Jadi nyicil, ditalangi dulu kemudian bagian BUMD dipotong. Sehingga biasanya tahun pertama sampai ke-6, sampai pay off baru dapat bagian. Jadi baru menikmati hasil setelah pay off," jelas Kholid.

Melihat risiko tersebut, Kholid menilai pemaksaan hak PI di Blok Ganal justru berpotensi menjadi beban baru bagi keuangan daerah.

Mengingat tingginya risiko teknis dan modal di lepas pantai, Kholid memandang opsi pengalihan hak kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Pertamina jauh lebih realistis. Namun, kepastian ini kembali bergantung pada Eni dan Sinopec selaku operator Blok Ganal saat ini. Apakah mereka bersedia melakukan farm out (melepaskan sebagian hak partisipasinya) atau tidak.

baca juga

"Jadi kalau misalnya ada share yang ingin dilepas, itu mungkin saja. Dan itu saya kira strategi terbaik. Jadi Pertamina sebagai BUMN tidak menanggung risiko eksplorasi," tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, menegaskan bahwa Pemprov Kaltim tetap akan mengajukan permohonan keterlibatan pengelolaan. Kaltim tergiur oleh potensi raksasa Blok Ganal yang diperkirakan menyimpan lebih dari 7 triliun kaki kubik (TCF) gas dan sekitar 375 juta barel minyak, meskipun lokasi sumur tersebut berada di luar batas kewenangan wilayah daerah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ucapan Prabowo Cukup Buat Rupiah Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah Hari Ini

Ucapan Prabowo Cukup Buat Rupiah Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah Hari Ini

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 12:22 WIB

Upaya Damai AS - Iran Mandek, Harga Minyak Dunia Naik Kembali

Upaya Damai AS - Iran Mandek, Harga Minyak Dunia Naik Kembali

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 08:36 WIB

Harga Minyak Mentah Kembali Melambung, Ancaman Perang AS-Iran Bikin Pasar Panik!

Harga Minyak Mentah Kembali Melambung, Ancaman Perang AS-Iran Bikin Pasar Panik!

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 08:25 WIB

Terkini

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:19 WIB

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:08 WIB

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:42 WIB

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:27 WIB

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:16 WIB

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:10 WIB

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:48 WIB

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

×