Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Husna Rahmayunita, Gagah Radhitya Widiaseno

Senin, 18 Mei 2026 | 14:22 WIB
Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok
Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan Karena IHSG Anjlok (Gemini AI)
baca 10 detik
  • IHSG merosot 3,76 persen pada sesi pertama, memicu kepanikan investor ritel di bursa.
  • Trading Halt adalah penghentian sementara perdagangan dari BEI jika indeks turun 5 persen. 
  • Jangan ikut panic selling, siapkan uang tunai, dan diversifikasi aset ke instrumen emas. 

Suara.com - Pasar saham Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Senin (18/5/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot tajam. Tekanan jual yang masif memaksa IHSG terjun bebas hingga 3,76 persen (252,971 poin) ke level 6.470,348, setelah sempat terpuruk ke titik terendah di 6.441.

Melihat portofolio yang memerah lebam, banyak investor ritel yang mulai panik dan bertanya-tanya: "Apakah bursa akan dihentikan? Kapan Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menekan tombol darurat?"

Tombol darurat yang dimaksud dalam dunia pasar modal dikenal dengan istilah Trading Halt.

Namun, meski koreksi hari ini terbilang tajam, mengapa perdagangan masih terus berjalan? Mari kita bedah apa itu trading halt dan bagaimana aturan mainnya di BEI.

OJK sedang memproses seleksi jajaran direksi Bursa Efek Indonesia periode mendatang melalui mekanisme penilaian kemampuan dan kepatutan. [Antara]
OJK sedang memproses seleksi jajaran direksi Bursa Efek Indonesia periode mendatang melalui mekanisme penilaian kemampuan dan kepatutan. [Antara]

Apa Itu Trading Halt? 

Dikutup dari Treasury.id, Trading Halt adalah penghentian sementara seluruh aktivitas perdagangan saham atau instrumen keuangan lainnya di bursa efek.

Ibarat sebuah mobil yang melaju tak terkendali di turunan tajam, trading halt adalah rem darurat yang ditarik oleh otoritas bursa untuk mencegah kecelakaan fatal.

Kebijakan ini bukan bertujuan untuk merugikan investor, melainkan sebaliknya: melindungi pasar dari kepanikan yang tidak rasional.

Saat terjadi aksi jual massal yang didorong oleh emosi sesaat atau berita mengejutkan, trading halt memberikan waktu (cooling down) bagi para pelaku pasar untuk mencerna informasi, menenangkan diri, dan menganalisis situasi secara objektif sebelum kembali mengambil keputusan finansial.

baca juga

Mengapa IHSG Hari Ini (Belum) Kena Trading Halt?

Jika penurunan 3,76 persen hari ini sudah membuat pasar panik, mengapa BEI tidak segera menghentikan perdagangan? Jawabannya ada pada regulasi baku yang telah ditetapkan.

BEI memiliki parameter khusus (protokol krisis) untuk mengaktifkan trading halt berdasarkan persentase penurunan IHSG dalam satu hari perdagangan:

  • Penurunan 5 persen: Jika IHSG anjlok hingga 5 persen, BEI akan membekukan perdagangan selama 30 menit.
  • Penurunan 10 persen: Jika setelah dibuka kembali IHSG terus merosot hingga menyentuh 10 persen, perdagangan akan dihentikan lagi selama 30 menit.
  • Penurunan 15 persen: Jika penurunan mencapai 15 persen, bursa akan menghentikan seluruh perdagangan saham hingga akhir sesi perdagangan hari itu (Suspensi Penuh).
  • Karena IHSG pada sesi I hari ini "baru" menyentuh penurunan 3,76 persen, batas psikologis dan regulasi 5 persen dari BEI belum terlampaui. Oleh karena itu, sistem masih mengizinkan transaksi jual-beli berjalan secara normal.

Di Balik Layar: Apa Saja Pemicu Trading Halt?

Selain karena fluktuasi indeks gabungan yang ekstrem (seperti yang mengancam IHSG hari ini), trading halt juga bisa terjadi pada saham atau komoditas spesifik karena beberapa alasan krusial:

  • Rilis Berita Material Mendadak: Adanya pengumuman akuisisi, kebangkrutan, atau laporan keuangan yang jauh di luar ekspektasi pasar.
  • Gangguan Teknis (System Error): Jika server bursa mengalami kendala yang merugikan proses pencocokan harga (order matching).
  • Indikasi Manipulasi (Gorengan Saham): Pergerakan harga satu saham yang tidak wajar akibat indikasi insider trading atau manipulasi bandar.

Strategi Cuan Saat Pasar Dilanda Kepanikan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Keok ke 6.400, Purbaya Minta Investor Tak Takut: Serok Bawah Sekarang, 1-2 Hari Balik

IHSG Keok ke 6.400, Purbaya Minta Investor Tak Takut: Serok Bawah Sekarang, 1-2 Hari Balik

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 13:06 WIB

Penyebab IHSG Ambles 3,76% pada Sesi I Hari Ini

Penyebab IHSG Ambles 3,76% pada Sesi I Hari Ini

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 12:47 WIB

IHSG Anjlok 26,45 Persen, Mimpi Indah Purbaya Buyar Tahun Ini?

IHSG Anjlok 26,45 Persen, Mimpi Indah Purbaya Buyar Tahun Ini?

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 11:04 WIB

Terkini

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:19 WIB

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:08 WIB

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:42 WIB

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:27 WIB

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:16 WIB

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:10 WIB

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:48 WIB

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

×