Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota

Achmad Fauzi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Senin, 18 Mei 2026 | 14:44 WIB
BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota
Harga cabai alami kenaikan. [Antara]
  • BPS mencatat kenaikan harga cabai merah terjadi di 247 kabupaten/kota hingga minggu kedua Mei 2026 secara nasional.
  • Harga rata-rata cabai merah secara nasional masih berada di bawah batas Harga Acuan Penjualan yang telah ditentukan.
  • Mendagri menginstruksikan pemerintah daerah segera menggunakan data BPS tersebut untuk menyusun langkah aksi pengendalian inflasi pangan wilayah.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 247 kabupaten/kota mengalami lonjakan harga cabai merah hingga minggu kedua Mei 2026. Meski secara rata-rata nasional harga masih berada di bawah batas atas Harga Acuan Penjualan (HAP), BPS mengingatkan pemerintah daerah mulai meningkatkan kewaspadaan.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan cabai merah kini menjadi komoditas dengan kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) paling luas secara nasional.

"Jumlah kabupaten kota yang mengalami kenaikan, IPH, yang pertama cabai merah karena memang jumlah kabupaten kota yang mengalami kenaikan cabai merah sudah 247 kabupaten kota," ujarnya dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi yang disiarkan di Youtube Kementerian Dalam Negeri, Senin (18/5/2026).

Harga cabai naik lagi pada Kamis (27/11/2025). [Antara]
Harga cabai naik. [Antara]

Menurut dia, kenaikan harga cabai merah secara nasional pada minggu kedua Mei 2026 mencapai 7,71 persen dibanding April 2026. Angka tersebut menunjukkan tekanan harga yang cukup besar, terutama di sejumlah wilayah dengan pasokan terbatas.

Namun Amalia menyebut, kenaikan persentase harga tidak selalu berarti kondisi sudah melampaui batas kewajaran. Sebab, secara rata-rata nasional level harga cabai merah masih berada di bawah HAP konsumen.

"Walaupun secara delta kenaikan harga cabai merah itu ada kenaikan besar, tetapi untuk level harga secara rata-rata nasional, ini harga cabai merah masih di bawah HAP," ujarnya.

BPS menilai pemantauan harga tidak cukup hanya melihat kenaikan IPH, tetapi juga harus memperhatikan harga absolut di tiap daerah. Sebab, beberapa kabupaten/kota mencatat lonjakan tinggi dari sisi perubahan harga, namun level akhirnya masih tergolong aman.

"Jadi mungkin kita juga perlu perhatikan tidak hanya sekadar perubahan IPH-nya yang kita pantau, tetapi juga level harga dari komoditas tersebut perlu kita pantau apakah sudah di atas HAP atau memang masih di bawah harga wajar," tutur Amalia.

Secara wilayah, Pulau Sumatera mencatat cabai merah dan cabai rawit sebagai penyumbang utama kenaikan IPH. Sementara di Pulau Jawa, tekanan datang dari kombinasi cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah.

Di luar Jawa dan Sumatera, beras serta cabai merah juga menjadi pemicu utama kenaikan harga di sejumlah daerah. Kondisi ini menunjukkan cabai merah masih menjadi komoditas sensitif dalam pembentukan tekanan inflasi pangan.

Menggapi dalam rapat tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam rapat yang sama meminta pemerintah daerah menggunakan data BPS sebagai acuan utama untuk merancang langkah cepat pengendalian harga sesuai kondisi komoditas di masing-masing wilayah.

"Ini penting untuk daerah melakukan rencana aksi minggu depan, minggu ini mau ngerjain apa. Tergantung daerahnya itu melihat komoditasnya apa," pungkas Tito.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

Inflasi Medis RI Jadi Momok Baru, Biaya Penyakit Tipes Naik Rp16 Juta! Mengapa Hal Itu Bisa Terjadi?

Inflasi Medis RI Jadi Momok Baru, Biaya Penyakit Tipes Naik Rp16 Juta! Mengapa Hal Itu Bisa Terjadi?

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:23 WIB

LPEM FEB UI: Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen dari BPS Meragukan, Ada Data Tak Logis

LPEM FEB UI: Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen dari BPS Meragukan, Ada Data Tak Logis

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:47 WIB

Terkini

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:34 WIB

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:31 WIB

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:29 WIB

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:22 WIB

Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur

Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:21 WIB

Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo

Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:17 WIB

Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar

Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:05 WIB

5 Saham Ini Paling Banyak Dijual Investor Asing di Sesi I

5 Saham Ini Paling Banyak Dijual Investor Asing di Sesi I

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 13:33 WIB

IHSG Keok ke 6.400, Purbaya Minta Investor Tak Takut: Serok Bawah Sekarang, 1-2 Hari Balik

IHSG Keok ke 6.400, Purbaya Minta Investor Tak Takut: Serok Bawah Sekarang, 1-2 Hari Balik

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 13:06 WIB

Rupiah Makin Jeblok ke Rp 17.660, Purbaya Tuding Gegara Ada Sentimen 1998

Rupiah Makin Jeblok ke Rp 17.660, Purbaya Tuding Gegara Ada Sentimen 1998

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 12:55 WIB