- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merilis laporan APBN KiTA pada 19 Mei 2026 yang menunjukkan kinerja fiskal Indonesia sangat baik.
- Laporan tersebut membantah kritik The Economist dengan bukti rasio defisit fiskal Indonesia yang tetap terjaga di bawah tiga persen.
- Pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,61 persen pada triwulan pertama 2026 meski terdapat tekanan perekonomian global yang cukup berat.
Saat ini defisit fiskal Indonesia dapat dikendalikan di bawah 3 persen dari PDB. Purbaya menekankan bahwa perekonomian Indonesia sedang dalam kondisi yang baik dan tidak bermasalah.
"Jadi, nggak ada masalah. Sekarang pun kita hitung defisitnya berapa," katanya.
Lebih lanjut, Purbaya menegaskan pemerintah telah melakukan perhitungan dengan seksama untuk menjalankan sejumlah program prioritas, termasuk Makan Bergizi Gratis, dan Koperasi Desa Merah Putih.
Menurut dia, anggaran tersebut telah sesuai untuk masing-masing pos, sehingga tidak perlu khawatir akan mengganggu stabilitas ekonomi nasional.
"Semuanya sudah kita hitung dengan baik, termasuk untuk MBG, untuk program-program yang lain tanpa mengganggu program pembangunan yang lain. Jadi kita atur dengan baik, termasuk subsidi segala macam," imbuhnya.