Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

IHSG Anjlok 4 Persen, BEI Minta Investor Tetap Tenang

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Selasa, 19 Mei 2026 | 07:18 WIB
IHSG Anjlok 4 Persen, BEI Minta Investor Tetap Tenang
Ilustrasi IHSG merosot tajam. [ANTARA]
  • IHSG melemah pada Senin (19/5/2026) akibat akumulasi koreksi pasar global selama masa libur bursa domestik.
  • Pjs Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengimbau investor tetap tenang dan mengutamakan analisis fundamental saat pasar berfluktuasi.
  • Bursa Efek Indonesia berupaya meningkatkan likuiditas pasar melalui penguatan sinergi antara investor asing dan jumlah investor domestik.

Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG terus mengalami tekanan di tengah dinamika pasar modal yang masih dipenuhi ketidakpastian.

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menyatakan bahwa fluktuasi yang terjadi saat ini merupakan respons terhadap kondisi pasar global yang dinamis serta akumulasi sentimen selama periode libur bursa domestik.

Jeffrey menjelaskan bahwa pelemahan IHSG hari ini masih selaras dengan tren yang terjadi di bursa internasional, terutama kawasan Asia.

Menurutnya, saat pasar modal Indonesia libur pada hari Kamis dan Jumat lalu, bursa global telah lebih dulu mengalami koreksi pasar.

Akumulasi dari penurunan di pasar global tersebut, ditambah dengan sedikit koreksi tambahan pada hari ini, membuat posisi indeks domestik tampak mengalami penurunan yang cukup tajam namun tetap dalam kategori wajar secara teknis.

"Kalau kita akumulasikan koreksi dua hari di pasar global Asia ditambah dengan sedikit koreksi tambahan hari ini, itu sama dengan koreksi yang kita alami. Jadi saya rasa masih inline dengan global market," ujar Jeffrey saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (19/5/2026).

Pjs Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik di Gedung CIMB Niaga, Kamis (12/2/2026). [Suara.com/Rina]
Pjs Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik. [Suara.com/Rina]

Mengingat tingkat ketidakpastian yang masih cukup tinggi, Jeffrey mengimbau para pelaku pasar untuk tidak bereaksi secara berlebihan.

Ia menekankan, pentingnya menjaga psikologi investasi dengan tidak melakukan tindakan panik (panic selling).

Sebaliknya, investor diharapkan tetap berpegang pada analisis fundamental dan menyesuaikan langkah mereka dengan kondisi pasar yang ada.

"Kami tidak bosan-bosannya mengingatkan supaya investor tentu tetap memperhatikan fundamental, tidak panik, dan menganalisis secara cermat. Atur strategi berinvestasi sesuai dengan profil risiko masing-masing karena kondisi pasar sangat dinamis," tambahnya.

Terkait aliran modal, Jeffrey menegaskan bahwa BEI terus melakukan upaya terbaik agar investor asing tetap bertahan dan berpartisipasi dalam jangka panjang di pasar modal Indonesia.

Kehadiran investor asing ini juga didorong untuk bersinergi dengan pertumbuhan investor retail domestik yang terus menunjukkanntren positif.

Berdasarkan data terbaru hingga Rabu pekan lalu, jumlah investor pasar modal Indonesia tercatat telah menembus angka 27 juta investor.

Lonjakan partisipasi ini, yang dibarengi dengan penguatan peran institusi domestik, diharapkan dapat memperdalam likuiditas pasar kita.

Jeffrey menegaskan bahwa seluruh langkah strategis yang dilakukan otoritas bursa saat ini adalah bagian dari upaya perbaikan jangka panjang agar Bursa Efek Indonesia menjadi instrumen investasi yang tangguh dalam menghadapi berbagai profil risiko global.

"Tentu kita harapkan pasar kita akan lebih dalam Itu yang kita harapkan Jadi apa yang kita lakukan sekarang Upaya-upaya yang dengan sangat serius kita lakukan sekarang adalah untuk upaya perbaikan jangka panjang dari pasar kita," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Dibuka Langsung Anjlok ke Level 6.700 Setelah Rebalancing MSCI

IHSG Dibuka Langsung Anjlok ke Level 6.700 Setelah Rebalancing MSCI

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:15 WIB

IHSG Dibayangi Tekanan: Asing Buang Saham Big Caps di Momen 'MSCI Review'

IHSG Dibayangi Tekanan: Asing Buang Saham Big Caps di Momen 'MSCI Review'

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:42 WIB

IHSG Masih Akan Turun ke Level 6.700, Rebalancing MSCI Bikin Investor Waspada

IHSG Masih Akan Turun ke Level 6.700, Rebalancing MSCI Bikin Investor Waspada

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:02 WIB

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:40 WIB

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:32 WIB

Rupiah Cetak Rekor Terlemah, IHSG Ditutup Merah Lagi

Rupiah Cetak Rekor Terlemah, IHSG Ditutup Merah Lagi

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:07 WIB

Terkini

Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai

Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 06:39 WIB

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB