Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.986,497
LQ45 594,918
Srikehati 295,219
JII 350,443
USD/IDR 17.983

Purbaya Sebut Krisis 1998 Tak Akan Terulang, Optimis 6 Bulan Lagi Orang Susah Berkurang

Nur Khotimah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:35 WIB
Purbaya Sebut Krisis 1998 Tak Akan Terulang, Optimis 6 Bulan Lagi Orang Susah Berkurang
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa  dalam Jogja Financial Festival 2026 di JEC Yogyakarta, Jumat (22/5/2026). (Dok. Humas Pemda DIY)
baca 10 detik
  • Menkeu Purbaya memprediksi ekonomi Indonesia membaik dalam enam bulan mendatang.
  • Pemulihan ekonomi nasional ditopang oleh percepatan kegiatan sektor swasta domestik.
  • Pemerintah memastikan Indonesia tidak akan mengulangi krisis ekonomi tahun 1998.

Suara.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme mengenai masa depan ekonomi Indonesia dalam acara Jogjakarta Financial Festival di Jogja Expo Centre (JEC), Jumat (22/5/2026).

Purbaya memprediksi kondisi perekonomian nasional akan menunjukkan perbaikan signifikan dalam enam bulan ke depan.

Purbaya tidak menampik bahwa Indonesia sempat menghadapi tantangan ekonomi yang cukup berat selama beberapa waktu terakhir.

Sentimen negatif dari pasar modal internasional dan tekanan nilai tukar rupiah sempat memberikan pengaruh besar sejak akhir tahun lalu.

Namun, Pemerintah terus berusaha memperbaiki fondasi ekonomi agar lebih kuat dalam menghadapi berbagai guncangan eksternal.

Ia menegaskan bahwa kondisi Indonesia saat ini jauh berbeda dan jauh lebih siap dibandingkan periode krisis masa lalu.

Salah satu poin penting yang ditegaskan oleh Purbaya adalah penolakan keras terhadap narasi ketakutan akan terulangnya peristiwa krisis ekonomi tahun 1998.

Menkeu Purbaya di acara Jogja Financial Festival 2026 di JEC pada Jumat, 22 Mei 2026 (Instagram/menkeuri)
Menkeu Purbaya di acara Jogja Financial Festival 2026 di JEC pada Jumat, 22 Mei 2026 (Instagram/menkeuri)

"Kita enggak akan mengulangi 1998 lagi," tutur Purbaya dalam Jogjakarta Financial Festival, dilansir dari YouTube LPS _IDIC Offical milik Lembaga Penjamin Simpanan.

Purbaya menyatakan dengan tegas bahwa Indonesia saat ini memiliki kendali penuh atas kebijakan ekonominya sendiri.

baca juga

Indonesia tidak lagi memiliki ketergantungan pada institusi asing seperti IMF dalam menentukan arah kebijakan fiskal. Pemerintah meyakini bahwa langkah-langkah yang diambil saat ini jauh lebih strategis dan mandiri.

Optimisme ini bukan tanpa alasan, karena perbaikan ekonomi akan didorong secara masif oleh kegiatan swasta di dalam negeri. Pemerintah menargetkan agar mesin ekonomi sektor swasta bergerak lebih cepat dan produktif.

Sektor swasta memegang peranan krusial sebagai pilar utama dalam menggerakkan roda ekonomi domestik.

Dengan dukungan kebijakan yang tepat, diharapkan produktivitas sektor ini akan meningkat pesat dalam waktu dekat.

Selain itu, Bank Indonesia (BI) akan turut serta mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi tersebut secara berkelanjutan.

Sinergi antara otoritas fiskal dan moneter ini bertujuan menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

Dampak dari perbaikan ini diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas, terutama bagi mereka yang saat ini masih berjuang secara ekonomi.

Purbaya optimistis jumlah penduduk yang mengalami kesulitan finansial akan terus berkurang seiring dengan membaiknya roda perekonomian nasional.

"Saya pikir, 6 bulan dari sekarang akan semakin kelihatan bahwa orang-orang yang tadinya susah akan semakin berkurang dan berkurang lagi," kata Purbaya lagi.

Dengan fundamental yang mulai stabil, masyarakat diharapkan untuk tidak perlu merasa khawatir berlebihan terhadap kondisi ekonomi nasional.

Fokus utama pemerintah saat ini adalah mempercepat pertumbuhan agar kemakmuran dapat merata di berbagai sektor kehidupan.

Kehadiran Purbaya dalam festival keuangan ini juga menjadi sinyal penting bagi para investor. Stabilitas makroekonomi yang terjaga menjadi modal utama bagi Indonesia untuk menarik minat investasi baik dari dalam maupun luar negeri.

Para pelaku usaha diimbau untuk tetap menjaga optimisme dalam menjalankan bisnis mereka. Dukungan pemerintah melalui berbagai relaksasi kebijakan akan terus disalurkan demi menjaga daya beli masyarakat tetap terjaga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Temui Prabowo di Istana, Menkeu Purbaya Mendadak Umumkan Batal Naik Haji, Ada Apa?

Usai Temui Prabowo di Istana, Menkeu Purbaya Mendadak Umumkan Batal Naik Haji, Ada Apa?

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:27 WIB

Purbaya Laporkan 10 Perusahaan Sawit yang Manipulasi Harga Ekspor ke Istana

Purbaya Laporkan 10 Perusahaan Sawit yang Manipulasi Harga Ekspor ke Istana

Video | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:20 WIB

Purbaya Klaim Tahu Apa yang Terjadi di Dugaan Kasus Korupsi Dirjen Bea Cukai

Purbaya Klaim Tahu Apa yang Terjadi di Dugaan Kasus Korupsi Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:01 WIB

Terkini

Demo 1.500 Buruh di Kemenkeu Batal Digelar usai Said Iqbal Lobi Purbaya

Demo 1.500 Buruh di Kemenkeu Batal Digelar usai Said Iqbal Lobi Purbaya

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 17:25 WIB

Ikut Kunker ke New York, Anak Menteri PU Bernama Aurellia Ternyata Bekerja di Vale Indonesia

Ikut Kunker ke New York, Anak Menteri PU Bernama Aurellia Ternyata Bekerja di Vale Indonesia

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 16:00 WIB

Explainer: Menteri PU 'Dinas Bareng Keluarga' ke Amerika Bertepatan Final Piala Dunia

Explainer: Menteri PU 'Dinas Bareng Keluarga' ke Amerika Bertepatan Final Piala Dunia

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:55 WIB

BEI Akan Ajak Ngobrol S&P Dow Jones Indices Setelah Indonesia Diancam Turun Kelas

BEI Akan Ajak Ngobrol S&P Dow Jones Indices Setelah Indonesia Diancam Turun Kelas

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:54 WIB

Said Iqbal Minta Purbaya Naikkan Ambang Batas Saldo JHT Kena Pajak Jadi Rp 400 Juta

Said Iqbal Minta Purbaya Naikkan Ambang Batas Saldo JHT Kena Pajak Jadi Rp 400 Juta

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:51 WIB

Emiten Pertahankan Posisi FTSE Russell ESG Rating, Saham AVIA di Zona Hijau

Emiten Pertahankan Posisi FTSE Russell ESG Rating, Saham AVIA di Zona Hijau

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:40 WIB

WIKA, WSKT hingga INAF Masuk Daftar Hitam BEI, Terancam Delisting

WIKA, WSKT hingga INAF Masuk Daftar Hitam BEI, Terancam Delisting

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:35 WIB

Ancaman Phishing Makin Ganas, Kaspersky Blokir 140 Juta Serangan dalam Tiga Bulan

Ancaman Phishing Makin Ganas, Kaspersky Blokir 140 Juta Serangan dalam Tiga Bulan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:29 WIB

Said Iqbal Akhirnya Temui Purbaya, Minta Pajak JHT hingga THR Dihapus

Said Iqbal Akhirnya Temui Purbaya, Minta Pajak JHT hingga THR Dihapus

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:07 WIB

S&P Dow Jones Ancam Turunkan Kasta Indonesia, Soroti Transparansi Bursa

S&P Dow Jones Ancam Turunkan Kasta Indonesia, Soroti Transparansi Bursa

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 13:38 WIB

×