Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.986,497
LQ45 594,918
Srikehati 295,219
JII 350,443
USD/IDR 17.983

Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?

M Nurhadi

Minggu, 24 Mei 2026 | 18:52 WIB
Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?
Ilustrasi tumpukan uang. [Ist]
baca 10 detik
  • Riset Global Debt Monitor kuartal IV-2025 menempatkan Hong Kong dan Jepang sebagai negara dengan rasio utang tertinggi di dunia.
  • Pemicu lonjakan utang di Hong Kong berasal dari sektor korporasi properti, sementara di Jepang didominasi oleh kewajiban pemerintah.
  • Indonesia memiliki rasio utang sebesar 79% terhadap PDB, menjadikannya negara dengan tingkat utang paling rendah di kawasan Asia Tenggara.

Suara.com - Utang luar negeri belakangan jadi sorotan seiring dengan tekanan terhadap anggaran negara.  Tidak hanya Indonesia, sejumlah negara juga memiliki utang yang besar.

Hal ini mencerminkan bahwa total beban kewajiban yang ditanggung telah membengkak hingga lebih dari tiga kali lipat dari total nilai output perekonomian tahunan wilayah tersebut.

Merujuk pada publikasi riset Global Debt Monitor kuartal IV-2025 yang dirilis oleh Institute of International Finance (IIF), kalkulasi tingkat leverage ini bersifat menyeluruh. Data tersebut merangkum agregat kewajiban finansial dari tiga pilar ekonomi utama, yakni sektor rumah tangga, korporasi swasta, hingga pos anggaran belanja pemerintah pusat.

Berdasarkan pemetaan makro tersebut, Hong Kong berada di posisi puncak sebagai wilayah dengan rasio utang paling ekstrem di dunia, yakni menyentuh 380% terhadap PDB.

Tepat di bawahnya, Jepang mengekor di peringkat kedua dengan akumulasi beban utang mencapai 372% dari total PDB negara tersebut.

Meskipun sama-sama bertengger di zona merah, akar masalah pembengkakan kewajiban di kedua wilayah maju Asia ini memiliki karakteristik struktural yang bertolak belakang.

Karakteristik Finansial Hong Kong

Sebagai pusat keuangan global dengan tingkat urbanisasi padat, utang publik pemerintah Hong Kong sebenarnya berada di level aman, yakni hanya 67% dari PDB. Pos utang rumah tangganya pun bertengger di angka 86%, sebuah angka yang jamak dijumpai pada negara makmur.

Namun, pemicu utama lonjakan liabilitas ini bersumber dari sektor usaha non-keuangan (korporasi) yang meroket hingga 227% terhadap PDB.

baca juga

Tingginya angka ini disebabkan oleh ketergantungan ekonomi Hong Kong pada industri real estat. Dalam tata niaga properti di sana, skema pembiayaan dengan pengungkit modal tinggi (high leverage) telah menjadi praktik bisnis yang lumrah.

Karakteristik Finansial Jepang

Kondisi sebaliknya terjadi di Negeri Sakura, di mana akumulasi kewajiban terbesar justru diproduksi oleh sektor publik atau pemerintah yang menyentuh angka 199% dari PDB.

Kerentanan fiskal ini merupakan warisan dari periode stagnasi ekonomi berkepanjangan sejak pecahnya gelembung aset (asset bubble burst) pada awal era 1990-an.

Kendati utang pemerintah membubung tinggi, stabilitas keuangan Jepang relatif aman karena mayoritas obligasi negara tersebut didekap oleh investor domestik, seperti perbankan lokal dan korporasi asuransi dalam negeri.

Berdasarkan komparasi data statistik IIF, berikut adalah daftar negara dengan rasio total utang terhadap PDB tertinggi di dunia:

Hong Kong: 380%

Jepang: 372%

Singapura: 347%

Prancis: 326%

Kanada: 315%

China: 298%

Bagaimana Indonesia?

Total akumulasi beban utang Indonesia tercatat berada di level aman, yakni hanya berkisar 79% dari total PDB nasional. Angka tersebut ditopang oleh kontribusi utang sektor rumah tangga sebesar 15%, korporasi non-keuangan 24%, dan porsi utang pemerintah sebesar 40%.

Pencapaian ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat leverage paling rendah dibandingkan dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) yang masuk dalam pemeringkatan IIF.

Sebagai perbandingan, rasio utang Indonesia jauh lebih kokoh ketimbang Filipina (96% dari PDB), Laos (114%), Vietnam (161%), Thailand (223%), Malaysia (224%), bahkan Singapura (347%).

Sejalan dengan data global tersebut, laporan berkala Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) edisi Mei 2026 yang dirilis oleh Bank Indonesia mengonfirmasi arah kebijakan fiskal yang kian pruden. Pada Triwulan I-2026, total posisi ULN Indonesia bertengger di angka USD 433,4 miliar (atau setara kisaran Rp7.600 triliun).

Meskipun secara nominal terlihat besar, kecepatan pertumbuhan utang luar negeri ini terbukti melambat secara signifikan. ULN Indonesia tercatat hanya tumbuh sebesar 0,8% secara tahunan (year-on-year), melandai drastis dari kuartal sebelumnya yang sempat menyentuh laju pertumbuhan 1,9%.

Dari total pinjaman luar negeri tersebut, sektor publik (gabungan portofolio pemerintah pusat dan bank sentral) memegang kendali atas dana sebesar USD 214,7 miliar.

Menariknya, pengereman penarikan utang baru oleh pemerintah terjadi di tengah tingginya minat manajer investasi global dalam berburu Surat Berharga Negara (SBN).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bolehkan Puasa Arafah tapi Masih Punya Utang Puasa Ramadan? Ini Penjelasannya

Bolehkan Puasa Arafah tapi Masih Punya Utang Puasa Ramadan? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2026 | 15:02 WIB

BI Mulai Kehabisan Cadev? Prabowo Wajibkan Eksportir Parkir Dolar di RI Mulai 1 Juni 2026

BI Mulai Kehabisan Cadev? Prabowo Wajibkan Eksportir Parkir Dolar di RI Mulai 1 Juni 2026

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 14:42 WIB

Bayar Utang atau Berkurban, Mana yang Harus Didahulukan Menurut Islam?

Bayar Utang atau Berkurban, Mana yang Harus Didahulukan Menurut Islam?

Lifestyle | Rabu, 20 Mei 2026 | 11:06 WIB

Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar

Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:05 WIB

Dibanding Era Habibie, Tekanan Rupiah Kini Dinilai Lebih Berat karena Utang Luar Negeri Membengkak

Dibanding Era Habibie, Tekanan Rupiah Kini Dinilai Lebih Berat karena Utang Luar Negeri Membengkak

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:50 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.649 Triliun di Bulan Mei

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.649 Triliun di Bulan Mei

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 11:48 WIB

Terkini

Cara Gabung Shopee Affiliate, Tips untuk Ibu Rumah Tangga Dapat Cuan Tambahan

Cara Gabung Shopee Affiliate, Tips untuk Ibu Rumah Tangga Dapat Cuan Tambahan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 20:30 WIB

BCA Syariah Gandeng BEI dan Henan Sekuritas Edukasi Investasi Syariah Mahasiswa PNJ

BCA Syariah Gandeng BEI dan Henan Sekuritas Edukasi Investasi Syariah Mahasiswa PNJ

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 20:19 WIB

Lagi Butuh Dana Darurat? Gini Cara Pinjam Uang di Shopee Pakai SPinjam

Lagi Butuh Dana Darurat? Gini Cara Pinjam Uang di Shopee Pakai SPinjam

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:53 WIB

Dokumen Rencana Kunker Bareng Keluarga ke New York Jadi Sorotan, Menteri PU: Batal, batal!

Dokumen Rencana Kunker Bareng Keluarga ke New York Jadi Sorotan, Menteri PU: Batal, batal!

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:42 WIB

BRI dan Danantara Percepat Transformasi untuk Tingkatkan Efisiensi Pendanaan

BRI dan Danantara Percepat Transformasi untuk Tingkatkan Efisiensi Pendanaan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:39 WIB

Purbaya Masih Kaji Permintaan Said Iqbal soal Hapus Pajak JHT

Purbaya Masih Kaji Permintaan Said Iqbal soal Hapus Pajak JHT

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:23 WIB

Inovasi Water-Based Dipamerkan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Inovasi Water-Based Dipamerkan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:20 WIB

Apresiasi Atas Pelayanan Sepenuh Hati, Karyawan PNM Asal Papua Diberangkatkan ke Negeri Sakura

Apresiasi Atas Pelayanan Sepenuh Hati, Karyawan PNM Asal Papua Diberangkatkan ke Negeri Sakura

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:18 WIB

PFII Diramalkan Akan Bawa Rp500 Triliun ke Indonesia

PFII Diramalkan Akan Bawa Rp500 Triliun ke Indonesia

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:18 WIB

Kemasan Rokok Polos: Siapa Sebenarnya yang Menanggung Biaya Regulasi?

Kemasan Rokok Polos: Siapa Sebenarnya yang Menanggung Biaya Regulasi?

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:24 WIB

×