Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.595.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.035

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:54 WIB
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Rupiah anjlok kritis dekati Rp18.000/US$ akibat tekanan global dan sentimen negatif domestik.
  • Defisit fiskal dekati 3% PDB picu aksi jual asing dan kepanikan pasar keuangan dalam negeri.
  • Kebijakan BI dinilai terlambat; suku bunga diprediksi terpaksa naik agresif hingga 100 bps.

Suara.com - Pasar keuangan domestik terus dihantam awan mendung menyusul pelemahan nilai tukar rupiah yang kian kritis dan bergerak tak terkendali mendekati level psikologis baru Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Kondisi ini memicu kecemasan pasar atas potensi lonjakan inflasi impor (imported inflation) dan memaksa Bank Indonesia (BI) mengambil langkah agresif yang dinilai sudah terlambat.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot terkapar di level Rp17.847 per dolar AS, bahkan sempat menembus posisi terendah Rp17.949 per dolar AS selama periode libur panjang Iduladha. Ketidakberdayaan mata uang garuda ini mencerminkan rapuhnya benteng pertahanan ekonomi domestik ketika dihantam sentimen negatif bertubi-tubi, baik dari eksternal maupun internal.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menegaskan bahwa kejatuhan rupiah saat ini tidak lagi murni karena faktor global seperti eskalasi geopolitik di Timur Tengah. Ketika tensi global sempat mereda dan harga minyak dunia melandai, rupiah nyatanya tetap gagal bangkit. Hal ini mengonfirmasi bahwa persepsi investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia kian memburuk.

“Kebijakan moneter BI seperti kenaikan suku bunga dikarenakan telat. BI mesti jauh lebih agresif dan kembali menaikkan suku bunga ke depan. Sentimen negatif sudah terlanjur mendapatkan momentum,” cetus Lukman tajam.

Pasar kini menyoroti kerentanan dari dalam negeri yang kian menganga. Aksi jual masif (capital outflow) di pasar saham domestik terus terjadi, diperparah oleh lonjakan permintaan dolar musiman untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi dividen di tengah pasokan valas yang sangat terbatas. Celakanya, kondisi ini diperberat oleh kecemasan akut para investor asing terhadap pembengkakan defisit anggaran pemerintah yang terus melebar mendekati ambang batas aman 3% terhadap Produk Domestik Buto (PDB).

Meskipun indikator makro saat ini terlihat solid, pasar memilih realistis dan mengantisipasi risiko nyata perlambatan ekonomi di masa depan akibat biaya pinjaman yang semakin mahal. Guna menahan eksodus modal, BI diprediksi terpaksa harus mengerek suku bunga acuan (BI Rate) hingga 100 basis poin (bps) lagi ke depan—sebuah langkah darurat yang dipastikan akan menekan sektor riil dan mengerem ekspansi dunia usaha.

Merespons situasi darurat ini, Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, berdalih bahwa tekanan ini dipicu ketidakpastian global dan lonjakan kebutuhan valas musiman.

BI mengklaim terus melakukan intervensi habis-habisan di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), hingga pasar sekunder. BI juga membatasi pembelian valas tunai tanpa underlying menjadi maksimal US$25 ribu per bulan per pelaku mulai Juni 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Melemah, Beli iPhone Murah di Luar Negeri Tak Lagi Menggiurkan?

Rupiah Melemah, Beli iPhone Murah di Luar Negeri Tak Lagi Menggiurkan?

Your Say | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:05 WIB

Siasat DSI Kurung Devisa CPO dan Batu Bara di Dalam Negeri, Rupiah Bakal Perkasa Juara?

Siasat DSI Kurung Devisa CPO dan Batu Bara di Dalam Negeri, Rupiah Bakal Perkasa Juara?

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:47 WIB

Rupiah Melemah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar, Bagaimana Nasib Harga Pertalite?

Rupiah Melemah Hampir Sentuh Rp18.000 per Dolar, Bagaimana Nasib Harga Pertalite?

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:00 WIB

Terkini

Hak Ekspor CPO Milik Eksportir Masih Berlaku, Tak Direbut PT DSI

Hak Ekspor CPO Milik Eksportir Masih Berlaku, Tak Direbut PT DSI

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 20:52 WIB

OJK dan CFX Dorong Inovasi dan Regulasi Adaptif di Industri Aset Kripto

OJK dan CFX Dorong Inovasi dan Regulasi Adaptif di Industri Aset Kripto

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 20:45 WIB

CFX Gandeng Sejumlah Perguruan Tinggi Perkuat Literasi Aset Kripto dan Blockchain Nasional

CFX Gandeng Sejumlah Perguruan Tinggi Perkuat Literasi Aset Kripto dan Blockchain Nasional

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 20:42 WIB

IDRX: Stablecoin Rupiah Penting untuk Menjaga Kedaulatan Digital Indonesia

IDRX: Stablecoin Rupiah Penting untuk Menjaga Kedaulatan Digital Indonesia

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 20:32 WIB

Regulasi Kripto Sudah di Level UU, DPR Sebut Indonesia Selangkah Lebih Maju

Regulasi Kripto Sudah di Level UU, DPR Sebut Indonesia Selangkah Lebih Maju

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 20:26 WIB

OJK Siapkan Tiga Kebijakan Strategis, Dorong Tokenisasi Aset dan Stablecoin Nasional

OJK Siapkan Tiga Kebijakan Strategis, Dorong Tokenisasi Aset dan Stablecoin Nasional

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 19:55 WIB

Masuk Tahun Ketiga, CFX Fokus Perkuat Pilar Kepercayaan Industri Kripto Nasional

Masuk Tahun Ketiga, CFX Fokus Perkuat Pilar Kepercayaan Industri Kripto Nasional

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 19:53 WIB

Sepakat Bayar Denda Rp 97,49 M, Purbaya Buka Lagi Gerai Tiffany & Co Usai Disegel Bea Cukai

Sepakat Bayar Denda Rp 97,49 M, Purbaya Buka Lagi Gerai Tiffany & Co Usai Disegel Bea Cukai

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 19:47 WIB

DPR RI Dorong Kedaulatan Kripto, Indonesia Jangan Hanya Jadi Penonton

DPR RI Dorong Kedaulatan Kripto, Indonesia Jangan Hanya Jadi Penonton

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 19:45 WIB

Purbaya Ogah Ungkap Anggaran Dinas Luar Negeri Prabowo: Rahasia Presiden, Enggak Boleh

Purbaya Ogah Ungkap Anggaran Dinas Luar Negeri Prabowo: Rahasia Presiden, Enggak Boleh

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 19:23 WIB