Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.580.000
Beli Rp2.455.000
IHSG 6.041,972
LQ45 599,903
Srikehati 294,680
JII 362,104
USD/IDR 18.060

Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?

M Nurhadi

Minggu, 31 Mei 2026 | 11:23 WIB
Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?
Ilustrasi. [ANTARA].
baca 10 detik
  • Saham BBRI merosot 3,91% ke level Rp2.950 akibat tekanan jual asing terkait rebalancing indeks MSCI pada perdagangan akhir pekan.
  • Investor domestik melakukan aksi beli bersih sebesar Rp738 miliar sebagai respons terhadap penurunan harga yang mencapai level terendah.
  • Kinerja fundamental BBRI tetap solid dengan pertumbuhan laba bersih mencapai Rp15,9 triliun selama periode empat bulan pertama tahun 2026.

Suara.com - Harga saham emiten perbankan pelat merah ini mengalami tekanan jual yang sangat masif, ditutup merosot tajam minus 3,91% dan mendarat di level Rp 2.950 per lembar.

Penurunan ini bukan sekadar koreksi biasa, melainkan telah menjebol support dan menandai level harga terendah BBRI dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Pertanyaan krusial yang kini mendominasi diskusi para investor ritel maupun institusi di berbagai kota besar di Indonesia adalah: apakah koreksi ekstrem ini merupakan sinyal bahaya, atau justru menjadi momen langka untuk mulai menyerok saham BBRI di harga diskon?

Sepanjang sesi perdagangan akhir pekan tersebut, aktivitas jual beli saham Bank Rakyat Indonesia berlangsung sangat intens dan riuh.

Tercatat sebanyak 1,07 miliar lembar saham berpindah tangan melalui 67.818 kali frekuensi transaksi, menghasilkan total nilai perputaran uang yang fantastis sebesar Rp 3,19 triliun.

Hantaman keras terhadap pergerakan harga saham ini utamanya dipicu oleh eksodus modal dari investor asing, yang mencatatkan nilai jual bersih (net sell) hingga mencapai angka Rp 738,04 miliar.

Tekanan distribusi asing ini tidak lepas dari sentimen rebalancing indeks MSCI yang mulai berlaku efektif pada penutupan pasar Jumat kemarin, sebuah proses yang secara otomatis memaksa banyak reksa dana dan institusi global untuk menyesuaikan ulang bobot portofolio mereka.

Namun, di tengah kepanikan pasar dan derasnya modal asing yang keluar, anomali pergerakan justru ditunjukkan oleh pemodal dalam negeri.

Barisan investor lokal tampil agresif sebagai penyerap tekanan dengan membukukan beli bersih (net buy) yang ekuivalen senilai Rp 738 miliar.

baca juga

Aksi serok bawah oleh pemodal domestik ini mengisyaratkan tingginya keyakinan bahwa harga saham BBRI saat ini sudah masuk dalam kategori sangat murah.

Valuasi PBV dan PER Sentuh Level Terendah, Waktunya Borong?

Bagi para penggiat strategi value investing, kondisi sebuah saham perusahaan raksasa yang dihargai jauh di bawah nilai wajarnya adalah sebuah anomali pasar yang jarang terjadi.

Merujuk pada perhitungan analitik dari Stockbit Sekuritas, rasio harga saham terhadap nilai buku atau Price to Book Value (PBV) BBRI saat ini amblas ke angka 1,32 kali.

Valuasi tersebut terpelanting jauh di bawah level standar deviasi minus dua (-2 SD) dari rata-rata pergerakan PBV historis BBRI selama 10 tahun terakhir.

Kondisi "salah harga" ini juga terkonfirmasi dari metrik rasio harga berbanding laba perusahaan atau Price Earning Ratio (PER) yang menunjukkan angka sangat atraktif, yakni 7,64 kali.

Angka PER tersebut berada jauh di bawah level standar deviasi minus satu (-1 SD) dalam satu dekade terakhir, yang secara historis memiliki titik keseimbangan di kisaran 9,92 kali. Fakta data valuasi ini memberikan indikasi kuat bahwa dari segi harga, saham BBRI sedang ditawarkan dengan diskon besar-besaran.

Apakah diskon harga ini mencerminkan kerusakan bisnis di sektor riil?

Secara empiris, kinerja fundamental perusahaan justru menunjukkan ketahanan yang luar biasa. Berdasarkan ulasan riset Stockbit Sekuritas, entitas induk (bank only) sukses mencetak laba bersih sebesar Rp 4 triliun khusus pada bulan April 2026, mencatatkan pertumbuhan positif 3% secara tahunan (Year-on-Year/YoY).

Secara kumulatif, laba bersih yang dihimpun selama empat bulan pertama tahun 2026 (4M26) berhasil menembus Rp 15,9 triliun atau naik 6% YoY. Pencapaian solid di awal kuartal kedua ini telah merepresentasikan 27% dari estimasi laba konsensus pasar untuk setahun penuh di 2026.

Mesin pertumbuhan profitabilitas ini didorong oleh naiknya Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income/NII) sebesar 7% YoY, sejalan dengan keberhasilan manajemen dalam memangkas beban bunga secara drastis hingga minus 16% YoY.

Ekspansi penyaluran kredit perbankan juga melesat 11% YoY, jauh melampaui panduan (guidance) awal manajemen yang hanya mematok pertumbuhan di rentang konservatif 7–9%. Di sisi kualitas aset, perbaikan tercermin dari penurunan biaya provisi atau Cost of Credit (CoC) menjadi 3,2% dari sebelumnya 3,5%.

Prospek pemulihan yang tangguh ini juga diamini oleh laporan analisis dari Mandiri Sekuritas. Lembaga ini memberikan sorotan khusus pada kemampuan BBRI mempertahankan Return on Equity (ROE) di level sangat sehat, yakni 15,9% pada 4M26.

Meskipun di masa depan terdapat ancaman tekanan pada margin bunga bersih (NIM) akibat tren kenaikan inflasi dan pemburukan risiko kredit sistemik, strategi pertahanan yang diterapkan direksi dinilai sangat efektif.

Komitmen perseroan selama setahun ke belakang untuk terus mempertebal himpunan dana murah melalui jaringan CASA, memperketat standar penjaminan kredit, serta memperkokoh kerangka manajemen risiko diyakini akan memberikan lapisan pertahanan laba yang solid sepanjang tahun buku 2026.

Disclaimer: Artikel ini disusun secara independen sebagai materi edukasi dan informasi berita pasar modal sesuai kaidah jurnalistik. Tulisan ini sama sekali tidak bertujuan untuk mengajak, menyarankan, atau mengarahkan pembaca untuk melakukan transaksi jual maupun beli atas instrumen saham, kripto, atau aset keuangan lainnya. Segala bentuk keputusan investasi di pasar modal mengandung risiko tinggi dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing

BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:49 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB

IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham

IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:56 WIB

MSCI Berlaku Hari Ini, IHSG Berakhir di Zona Merah ke Level 6.127

MSCI Berlaku Hari Ini, IHSG Berakhir di Zona Merah ke Level 6.127

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 16:50 WIB

Naik ke Papan Utama, Emiten Berpeluang Diburu Investor Asing

Naik ke Papan Utama, Emiten Berpeluang Diburu Investor Asing

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 16:11 WIB

IHSG Bergerak Dua Arah Cenderung Menguat Pagi Ini, Saham Prajogo Pangestu Melesat

IHSG Bergerak Dua Arah Cenderung Menguat Pagi Ini, Saham Prajogo Pangestu Melesat

Bisnis | Jum'at, 29 Mei 2026 | 09:19 WIB

Terkini

DPR Siapkan Panja Khusus Awasi Program MBG, Ini Alasannya

DPR Siapkan Panja Khusus Awasi Program MBG, Ini Alasannya

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:32 WIB

Gelap Mata karena Tunangan Digoda: Sabetan Samurai Pemuda Lumajang Berakhir 12 Jahitan

Gelap Mata karena Tunangan Digoda: Sabetan Samurai Pemuda Lumajang Berakhir 12 Jahitan

Jatim | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:32 WIB

Sihir Messi Sampai ke Bogor: Cerita Warga Ciampea Terharu Emosi di Alun-Alun Tegar Beriman

Sihir Messi Sampai ke Bogor: Cerita Warga Ciampea Terharu Emosi di Alun-Alun Tegar Beriman

Bogor | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:22 WIB

Bukan Bebas, Kejagung Pastikan Febrie Adriansyah Tetap Tersangka Usai Pelimpahan dari Polri

Bukan Bebas, Kejagung Pastikan Febrie Adriansyah Tetap Tersangka Usai Pelimpahan dari Polri

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:22 WIB

Siapa 'Tamu Tak Diundang' yang Disinggung Prabowo dalam Pidatonya?

Siapa 'Tamu Tak Diundang' yang Disinggung Prabowo dalam Pidatonya?

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:21 WIB

6 Cara Membersihkan Sepatu Sekolah Putih yang Kotor agar Bersih seperti Baru

6 Cara Membersihkan Sepatu Sekolah Putih yang Kotor agar Bersih seperti Baru

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:17 WIB

Marak Kepala Daerah Kena OTT, Tito: Integritas Tak Bisa Dijamin Meski Dipilih Rakyat

Marak Kepala Daerah Kena OTT, Tito: Integritas Tak Bisa Dijamin Meski Dipilih Rakyat

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:16 WIB

Transformasi Digital Sukses, Bisnis Madu Asal Lampung Manfaatkan QRIS dan Pembiayaan BRI

Transformasi Digital Sukses, Bisnis Madu Asal Lampung Manfaatkan QRIS dan Pembiayaan BRI

Bri | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:15 WIB

Lionel Scaloni Menyebut Argentina Bangkit Akibat Kesalahan Fatal Pelatih Inggris

Lionel Scaloni Menyebut Argentina Bangkit Akibat Kesalahan Fatal Pelatih Inggris

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:15 WIB

Bukan Cuma Tubuh, Ini 5 Alasan Fermentasi Makanan Ramah untuk Lingkungan

Bukan Cuma Tubuh, Ini 5 Alasan Fermentasi Makanan Ramah untuk Lingkungan

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 14:10 WIB

×