- Harga minyak mentah dunia melonjak lebih dari dua persen pada perdagangan Senin, 1 Juni 2026 di pasar internasional.
- Lonjakan harga dipicu oleh eskalasi pertempuran antara Israel dan Hizbullah di Lebanon yang mengabaikan kesepakatan gencatan senjata sebelumnya.
- Kekhawatiran pemasangan ranjau di Selat Hormuz oleh Iran menghambat suplai energi global dan memicu sentimen negatif pasar minyak.
Padahal, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, sebelumnya telah memperingatkan bahwa setiap upaya pemasangan ranjau baru merupakan pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata.

Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan jalur transit bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan gas global. Jalur ini praktis lumpuh setelah Iran menutupnya sejak konflik pecah akibat serangan AS dan Israel pada Februari lalu.
Kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan ini pada akhirnya mengaburkan sentimen negatif dari rilis data ekonomi China yang lesu di akhir pekan.
Data tersebut menunjukkan aktivitas pabrik di China yang jalan di tempat, menambah kekhawatiran bahwa ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut mulai kehilangan momentum akibat kontraksi ekspor dan tekanan biaya produksi.