Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 6.195,427
LQ45 619,275
Srikehati 301,815
JII 377,408
USD/IDR 17.858

Fitch Ratings Proyeksi Profitabilitas ARTO dengan Dukungan Ekosistem GOTO

M Nurhadi

Rabu, 03 Juni 2026 | 08:46 WIB
Fitch Ratings Proyeksi Profitabilitas ARTO dengan Dukungan Ekosistem GOTO
Ilustrasi (Shutterstock)
  • Sinergi ekosistem GoTo membantu PT Bank Jago Tbk menekan biaya operasional serta akuisisi nasabah secara efisien.
  • Bank Jago berhasil menjaga rasio dana murah sebesar 53 persen untuk menciptakan struktur pendanaan yang stabil.
  • Fitch memproyeksikan peningkatan margin bunga bersih Bank Jago melalui penyaluran kredit ritel dan UKM yang menguntungkan.

Suara.com - Kedekatan strategis antara PT Bank Jago Tbk dengan pemegang sahamnya, PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GoTo), terbukti menjadi motor penggerak utama dalam efisiensi operasional bank.

Fitch Ratings Indonesia menilai keterkaitan erat dengan salah satu platform layanan on-demand dan e-commerce terbesar di tanah air tersebut berhasil menjaga biaya pendanaan (cost of fund) serta biaya akuisisi nasabah Bank Jago tetap berada di level yang rendah.

Sinergi ekosistem ini memungkinkan Bank Jago untuk terus memacu pertumbuhan dan menyalurkan kredit secara menguntungkan, di tengah skala operasional bisnisnya yang relatif masih terbatas dan riwayat historisnya yang singkat sebagai bank digital murni.

Kendati demikian, Fitch mengingatkan adanya tantangan inheren dalam industri perbankan digital, yaitu rendahnya hambatan bagi nasabah untuk berpindah platform (switching cost).

Oleh sebab itu, Bank Jago dituntut untuk terus memperdalam hubungan dengan basis nasabah besarnya serta memperluas rangkaian variasi produk komersialnya.

Sokongan dari ekosistem GoTo berdampak sangat positif terhadap profil pendanaan bank. Bank Jago tercatat sukses mengamankan porsi rasio dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) di kisaran 53 persen dari total Dana Pihak Ketiga (DPK) per akhir Maret 2026. Struktur ini menciptakan basis pendanaan yang lebih stabil dan berbiaya murah.

Meskipun konsentrasi deposan besar masih tergolong tinggi, tingkat ketergantungan Bank Jago terhadap deposito yang terafiliasi langsung dengan GoTo terpantau terus menurun dalam beberapa tahun terakhir berkat keberhasilan ekspansi simpanan ritel mandiri.

Di sisi lain, risiko likuiditas jangka pendek dinilai telah termitigasi dengan sangat baik. Hal ini tercermin dari kepemilikan penyangga likuiditas yang sangat longgar, di mana Rasio Cakupan Likuiditas (Liquidity Coverage Ratio) melonjak di level 433 persen dan Rasio Pendanaan Stabil Bersih (Net Stable Funding Ratio) berada di posisi 130 persen.

Prospek Margin Bunga di Tengah Kenaikan BI Rate

Kondisi likuiditas yang sehat ini menjadi modal penting bagi Bank Jago dalam menghadapi tantangan lingkungan operasional makroekonomi domestik.

Fitch memproyeksikan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia akan tumbuh stabil di level 5,1 persen pada tahun 2026 dan 5,0 persen pada tahun 2027, yang secara umum mendukung volume bisnis sektor keuangan.

Namun, kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) yang telah menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen per Mei 2026 demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, diprediksi akan mengerek biaya deposito perbankan nasional.

Fitch melihat bank-bank dengan skala kecil memiliki kerentanan lebih tinggi akibat keterbatasan kemampuan menentukan harga (pricing power).

"Model bisnis digital memungkinkan Bank Jago untuk memperkuat rasio biaya terhadap pendapatan (Cost-to-Income Ratio) seiring dengan tercapainya skala ekonomi yang lebih besar dalam satu hingga dua tahun ke depan," tulis Fitch dalam laporan analisisnya.

Fitch memproyeksikan tingkat pengembalian yang disesuaikan dengan risiko (risk-adjusted returns) Bank Jago justru akan meningkat. Akselerasi penyaluran kredit ritel dan UKM yang menghasilkan imbal hasil (yield) tinggi diperkirakan mampu mendorong ekspansi Margin Bunga Bersih (Net Interest Margin/NIM).

Kenaikan NIM bersama dengan pertumbuhan pendapatan non-bunga (fee-based income) diyakini akan lebih dari cukup untuk menutup pembengkakan biaya kredit dan biaya pendanaan akibat efek pengetatan moneter makro.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fitch Afirmasi Peringkat Bank Jago (ARTO) di Level A dengan Outlook Stabil

Fitch Afirmasi Peringkat Bank Jago (ARTO) di Level A dengan Outlook Stabil

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 08:29 WIB

Digendong GoTo dan Grab, Sayurbox dan HappyFresh Mau Merger?

Digendong GoTo dan Grab, Sayurbox dan HappyFresh Mau Merger?

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 17:26 WIB

FTSE Tendang 8 Saham IHSG dari Indeks Global Equity, Ada DSSA, NCKL Hingga GOTO

FTSE Tendang 8 Saham IHSG dari Indeks Global Equity, Ada DSSA, NCKL Hingga GOTO

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 08:12 WIB

MSCI Bekukan Rebalancing, Begini Nasib Saham GOTO

MSCI Bekukan Rebalancing, Begini Nasib Saham GOTO

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:42 WIB

Uang Negara Menguap Triliunan! Kejagung Didesak Bongkar Mafia di Balik Investasi Telkomsel ke GoTo

Uang Negara Menguap Triliunan! Kejagung Didesak Bongkar Mafia di Balik Investasi Telkomsel ke GoTo

News | Senin, 25 Mei 2026 | 21:22 WIB

Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%

Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:39 WIB

Terkini

Tinggalkan Perang Bunga, BTN Kini Kejar CASA Lewat Ecosystem Banking

Tinggalkan Perang Bunga, BTN Kini Kejar CASA Lewat Ecosystem Banking

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 08:36 WIB

Harga Emas di Pegadaian Turun Semua Hari Ini, Cek Daftarnya di Sini!

Harga Emas di Pegadaian Turun Semua Hari Ini, Cek Daftarnya di Sini!

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 08:35 WIB

Fitch Afirmasi Peringkat Bank Jago (ARTO) di Level A dengan Outlook Stabil

Fitch Afirmasi Peringkat Bank Jago (ARTO) di Level A dengan Outlook Stabil

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 08:29 WIB

IHSG Diproyeksi Menguat Lagi, Investor Bisa Cermati Saham-saham Ini

IHSG Diproyeksi Menguat Lagi, Investor Bisa Cermati Saham-saham Ini

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 08:25 WIB

Ratusan Bank dan Bank Syariah Resmi Merger Massal, Ini Dampaknya!

Ratusan Bank dan Bank Syariah Resmi Merger Massal, Ini Dampaknya!

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 08:15 WIB

Dari Sedekah Muncul Ide Usaha, Sandal Produksi Rumahan Ini Kini Tembus Pasar Nasional

Dari Sedekah Muncul Ide Usaha, Sandal Produksi Rumahan Ini Kini Tembus Pasar Nasional

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 08:12 WIB

Rapor Perbankan April 2026: Bank Mandiri Solid, Bagaimana dengan BCA?

Rapor Perbankan April 2026: Bank Mandiri Solid, Bagaimana dengan BCA?

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 08:10 WIB

IHSG Hari Ini: Analis Sarankan Fokus Saham 'Big Banks' dan Konglomerasi, Kenapa?

IHSG Hari Ini: Analis Sarankan Fokus Saham 'Big Banks' dan Konglomerasi, Kenapa?

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 07:32 WIB

Diversifikasi Aset ke Luar Negeri, Strategi Timeless Amankan Kekayaan?

Diversifikasi Aset ke Luar Negeri, Strategi Timeless Amankan Kekayaan?

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 07:05 WIB

Dasco: DPR Malam Ini Lembur Kerjakan UU P2SK, Akan Difinalisasi Besok

Dasco: DPR Malam Ini Lembur Kerjakan UU P2SK, Akan Difinalisasi Besok

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 23:11 WIB