- PT Bundamedik Tbk membangun jembatan penghubung antara RSIA Bunda dan RSU Bunda Jakarta untuk mengintegrasikan ekosistem layanan kesehatan.
- Persiapan konstruksi proyek yang didanai belanja modal perusahaan ini akan dimulai dalam satu hingga dua pekan ke depan.
- Pembangunan fasilitas ini bertujuan meningkatkan efisiensi mobilitas, keselamatan pasien, serta kualitas akses terhadap layanan medis bagi masyarakat Jakarta.
“Mudah-mudahan dengan adanya jembatan penghubung ini, Rumah Sakit Bunda dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kesehatan dan kenyamanan masyarakat sehingga kualitas kehidupan di Jakarta menjadi jauh lebih baik,” kata Pramono.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Bundamedik Tbk, Agus Heru Darjono, menjelaskan bahwa pembangunan skybridge merupakan bagian dari peta jalan pertumbuhan BMHS yang berfokus pada penguatan fondasi operasional dan integrasi layanan unggulan.
“Skybridge adalah bagian dari peta jalan pertumbuhan BMHS yang lebih besar, memperkuat fondasi operasional kami agar seluruh layanan unggulan, dari neonatal hingga bedah robotik, dapat tumbuh dalam ekosistem yang benar-benar terintegrasi. Ini adalah komitmen kami bahwa standar klinis yang tinggi harus selalu berjalan seiring dengan integrasi layanan hingga peningkatan standar kualitas keselamatan pasien,” ujarnya.
Perkuat Akses ke Layanan Unggulan
BMHS menilai kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan keluarga terus berkembang dan semakin kompleks.
![Presiden Direktur PT Bundamedik Tbk, Agus Heru Darjono dalam peletakan batu pertama skybridge yang akan mengintegrasikan RSIA Bunda Jakarta dan RSU Bunda Jakarta, Kamis (11/6/2026). [Suara.com/Rina]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/11/87261-presiden-direktur-pt-bundamedik-tbk-agus-heru-darjono.jpg)
Oleh karena itu, kehadiran skybridge diharapkan mampu memastikan seluruh layanan unggulan dapat diakses dengan lebih mudah tanpa hambatan antarfasilitas.
Di bidang neonatal, RSIA Bunda Jakarta merupakan pusat rujukan nasional yang memiliki 14 tempat tidur Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan menangani ratusan bayi berisiko tinggi setiap tahun.
Layanan tersebut didukung oleh tim dokter subspesialis neonatologi yang berpengalaman.
Selain itu, BMHS juga menjadi pelopor penerapan program Family Integrated Care (FICare) di Indonesia, yakni pendekatan perawatan yang melibatkan orang tua secara aktif dalam proses perawatan bayi prematur.
Program ini terbukti membantu meningkatkan hasil klinis dan kualitas perawatan pasien.
Di sisi lain, RS Bunda Group dikenal sebagai pionir layanan bedah robotik di Indonesia dengan lebih dari 900 tindakan yang telah dilakukan sejak tahun 2012.
Dengan adanya skybridge yang menghubungkan kedua fasilitas rumah sakit tersebut, akses menuju berbagai layanan kesehatan unggulan, bedah robotik di Indonesia, dan pusat neonatal RS Bunda Jakarta akan menjadi lebih mudah, aman, serta terkoordinasi dalam satu alur perawatan yang terintegrasi dan berkesinambungan.