- Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp17.958 per dolar AS pada perdagangan Kamis pagi, 12 Juni 2026.
- Pelemahan rupiah dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta kenaikan harga minyak mentah dunia saat ini.
- Kondisi ini terjadi bersamaan dengan pelemahan sejumlah mata uang Asia lainnya di pasar keuangan global pagi hari.
Suara.com - Rupiah berbalik melemah pada perdagangan Kamis pagi, (12/6/2026). Padahal, penutupan sebelumnya, mata uang Garuda sempat menguat.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ada di level Rp17.958 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini melemah 0,07 persen dari sehari sebelumnya yang ada di Rp17.944 per dolar AS.
Dalam hal ini, Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah melemah dikarenakan ketegangan di Timur Tengah.
"Rupiah masih melemah terhadap dolar AS. Hal ini disebabkan eskalasi di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak mentah dunia. Range 17850-18000," katanya saat dihubungi Suara.com.
Sementara itu, mata uang Asia juga melemah, rupiah melemah Bersama beberapa mata uang lainnya. Won Korea mencatat pelemahan terdalam yakni 0,43 persen.
Disusul dolar Taiwan yang melemah 0,19 persen rupiah melemah 0,08 persen. Lalu, ringgit Malaysia melemah 0,03 persen dan yuan China yang melemah 0,03 persen terhadap dolar AS.
![Ilustrasi Peso. [Pixabay]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/08/74507-ilustrasi-peso.jpg)
Sedangkan beberapa mayoritas mata uang Asia lainnya menguat terhadap dolar AS pagi ini. Baht Thailand mencatat penguatan terbesar yakni 0,18 persen, peso Filipina menguat 0,13 persen. Lalu yen Jepang menguat 0,03 persen.
Diikuti dolar Singapura menguat 0,02 persen dan dolar Hong Kong menguat 0,01 persen terhadap dolar AS.
Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 99,90, turun dari sehari sebelumnya yang ada di 99,94.