Rupiah Melemah ke Rp17.988, Dipicu 'Ulah' Trump dan Rapor Merah Ritel Domestik

M Nurhadi, Rina Anggraeni

Kamis, 11 Juni 2026 | 16:10 WIB
Rupiah Melemah ke Rp17.988, Dipicu 'Ulah' Trump dan Rapor Merah Ritel Domestik
ARSIP-Nilai tukar rupiah melemah lagi. [Antara]
baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah melemah ke posisi Rp17.988 per dolar AS pada perdagangan Kamis akibat tekanan sentimen eksternal global.
  • Konflik geopolitik di Timur Tengah dan aksi jual investor asing memicu penguatan dolar AS secara signifikan saat ini.
  • Kondisi ekonomi domestik yang lesu akibat kontraksi penjualan ritel turut menekan performa mata uang rupiah secara berkelanjutan.

Suara.com - Nilai tukar rupiah konsisten menunjukkan performa yang kurang bertenaga dan kembali terdepresiasi mendekati ambang psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis sore.

Mengacu pada data pasar yang dirilis Bloomberg, kurs rupiah di pasar spot ditutup melorot ke posisi Rp17.988 per dolar AS. Angka tersebut mencerminkan pelemahan sebesar 44 poin atau setara 0,25 persen jika disandingkan dengan posisi penutupan pada hari sebelumnya yang berada di level Rp17.944 per dolar AS.

Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengonfirmasi bahwa pemicu utama ambruknya nilai tukar rupiah adalah memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Ekskalasi konflik bersenjata tersebut secara otomatis mendongkrak keperkasaan mata uang greenback.

Di samping itu, Lukman menyebutkan bahwa pergerakan negatif ini diperparah oleh munculnya sikap menghindari risiko (risk-off) di pasar saham domestik, yang memicu aksi jual oleh pemegang modal asing (capital outflow).

Dari dalam negeri, rilis indikator makroekonomi mengenai angka penjualan ritel yang terkontraksi hingga 3,7 persen kian menambah sentimen negatif bagi mata uang Garuda.

Pelemahan nilai tukar ini diproyeksikan masih akan konsisten berlanjut pada perdagangan esok hari. Investor global saat ini cenderung bersikap antisipatif menanti rilis data inflasi dari sisi produsen AS yang diperkirakan kembali menanjak, sementara sentimen eksternal tetap berfluktuasi merespons isu Timur Tengah. Pergerakan kurs untuk esok diperkirakan bergerak dalam rentang Rp17.900 hingga Rp18.100 per dolar AS.

Jika ditarik sejak sesi siang, mata uang rupiah memang sudah terkapar di zona merah akibat gempuran sentimen eksternal dan melambatnya konsumsi rumah tangga di dalam negeri.

Berdasarkan pantauan TradingView, penguatan indeks dolar AS yang terus bertahan di zona tertingginya dalam kurun dua bulan terakhir menjadi batu sandungan utama bagi pemulihan rupiah.

baca juga

Para pelaku pasar dunia berbondong-bondong memindahkan modal mereka ke instrumen lindung nilai (safe haven) pasca-serangan udara terbaru militer AS ke wilayah Iran. Kekhawatiran akan pecahnya perang terbuka di Timur Tengah membuat mata uang negara berkembang menjadi kurang menarik.

Kondisi tersebut diperparah oleh fakta bahwa daya beli masyarakat di dalam negeri mulai mengalami kelesuan. Penurunan penjualan ritel pada bulan April menjadi kontraksi tahunan perdana yang tercatat dalam setahun terakhir.

Fenomena ini memperkuat indikasi bahwa kebijakan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi belakangan ini telah memukul kapasitas belanja riil rumah tangga secara signifikan.

Akibat tekanan jangka pendek yang begitu masif, para pelaku pasar cenderung mengabaikan proyeksi optimis Bank Indonesia (BI) yang menyebut rupiah berpotensi menguat ke kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS pada tahun depan.

Fokus utama investor saat ini sepenuhnya tertuju pada risiko inflasi global serta ruang pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif.

Menjelang agenda Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang dijadwalkan berlangsung pekan depan, Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan bahwa bank sentral terus memonitor pergerakan pasar. Otoritas moneter tengah mengevaluasi urgensi untuk mengerek kembali suku bunga acuan (BI-Rate).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Nyaris Kembali ke Level Rp18.000 per Dolar AS, BI Sudah Siap-siap

Rupiah Nyaris Kembali ke Level Rp18.000 per Dolar AS, BI Sudah Siap-siap

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 15:37 WIB

Segera Lepas Dolar Anda! Dasco Wanti-wanti Agar Tak Rugi Minggu Depan

Segera Lepas Dolar Anda! Dasco Wanti-wanti Agar Tak Rugi Minggu Depan

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:23 WIB

Dasco: Rupiah Menguat Pekan Depan, Publik Segera Jual Dolar AS Kalau Tak Mau Rugi

Dasco: Rupiah Menguat Pekan Depan, Publik Segera Jual Dolar AS Kalau Tak Mau Rugi

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 10:54 WIB

Rupiah Kembali Melemah, Dolar AS Merangkak Naik ke Level Rp17.958

Rupiah Kembali Melemah, Dolar AS Merangkak Naik ke Level Rp17.958

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 09:56 WIB

The Super Mario Galaxy Movie Tembus 1 Miliar Dolar AS, Pertama di 2026

The Super Mario Galaxy Movie Tembus 1 Miliar Dolar AS, Pertama di 2026

Your Say | Kamis, 11 Juni 2026 | 08:25 WIB

Kue Ketan Politik dan Jeritan Dompet Rakyat di Tengah Badai Inflasi 2026

Kue Ketan Politik dan Jeritan Dompet Rakyat di Tengah Badai Inflasi 2026

Your Say | Kamis, 11 Juni 2026 | 09:00 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×