- PT Bank Mandiri resmi bergabung sebagai Direct Participant dalam sistem pembayaran internasional CIPS milik People's Bank of China.
- Keanggotaan ini memungkinkan Bank Mandiri menyediakan layanan transaksi mata uang Renminbi yang lebih efisien, aman, dan andal.
- Langkah strategis ini bertujuan memperkuat konektivitas keuangan, perdagangan, serta investasi bilateral antara Indonesia dan negara China.
“Tonggak sejarah hari ini turut memperkuat peran Bank Mandiri sebagai mitra finansial tepercaya bagi pelaku usaha di sektor perdagangan internasional, dengan menghadirkan solusi inovatif untuk menjawab kebutuhan nasabah secara dinamis di tengah ekonomi global yang semakin terinterkoneksi,” beber Timothy.
![Ilustrasi China. [Javier Quiroga/Unsplash]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/07/13/85508-ilustrasi-china.jpg)
Kapabilitas tersebut sekaligus memperkuat dukungan Bank Mandiri terhadap pengembangan Local Currency Transaction (LCT) antara Indonesia dan China, termasuk untuk kebutuhan transaksi perdagangan dan investasi kedua negara.
Dengan posisi China sebagai salah satu mitra dagang terbesar Indonesia, kebutuhan akan infrastruktur pembayaran lintas negara yang cepat, aman, dan efisien menjadi semakin penting dalam meningkatkan daya saing pelaku usaha nasional.
Bank Mandiri optimistis konektivitas yang semakin terintegrasi akan memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha yang aktif menjalin hubungan bisnis dengan China.
Ke depan, Bank Mandiri akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra strategis global, mengembangkan layanan transaksi berbasis RMB, serta memperkokoh perannya sebagai penyedia solusi finansial terdepan untuk kebutuhan transaksi internasional nasabah.
Melalui penguatan layanan transaksi internasional, sistem pembayaran global berbasis RMB, dan konektivitas keuangan Indonesia-China, Bank Mandiri berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi nasional serta memperkuat integrasi Indonesia dalam ekosistem ekonomi global.
“Kami percaya bahwa konektivitas finansial yang semakin kuat akan membuka lebih banyak peluang pertumbuhan berkelanjutan bagi dunia usaha dan perekonomian nasional, sekaligus memperkuat integrasi Indonesia dengan ekosistem ekonomi global,” pungkas Timothy.