Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.236,126
LQ45 621,244
Srikehati 303,451
JII 370,013
USD/IDR 18.053

Bank of Japan Pilih Lawan Inflasi, Suku Bunga Naik Tertinggi Sejak 1995 di Tengah Pelemahan Yen

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:04 WIB
Bank of Japan Pilih Lawan Inflasi, Suku Bunga Naik Tertinggi Sejak 1995 di Tengah Pelemahan Yen
Bank of Japan [Shutterstock]
baca 10 detik
  • Bank of Japan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada 17 Juni 2026 untuk mengendalikan inflasi dan pelemahan yen.
  • Keputusan melalui pemungutan suara mayoritas ini menjadi langkah pengetatan moneter tertinggi yang diambil bank sentral sejak tahun 1995.
  • Kebijakan tersebut berdampak pada penguatan indeks Nikkei serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang sebesar 3 basis poin.

Suara.com - Bank of Japan (BOJ) kembali menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin. Hal ini dilakukan karena mengantisipasi meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi Jepang dan pelemahan nilai tukar yen.

Kenaikan paling tinggi diputuskan oleh BOJ sejak tahun 1995. Keputusan Bank of Japan, suku bunga Jepang, dan inflasi Jepang tersebut diambil melalui pemungutan suara.

Hasilnya tujuh banding satu, di mana anggota dewan Toichiro Asada menjadi satu-satunya yang menolak kenaikan suku bunga dan memilih mempertahankan level sebelumnya.

Langkah pengetatan kebijakan moneter ini dilakukan saat perekonomian Jepang masih menghadapi tekanan dari pelemahan yen serta kenaikan harga-harga yang mulai meningkat akibat lonjakan biaya energi.

Bank of Japan, yen Jepang, dan inflasi Jepang menjadi fokus utama pasar setelah bank sentral menilai risiko kenaikan harga mulai meluas ke berbagai sektor ekonomi.

Usai pengumuman tersebut, indeks Nikkei 225 menguat 0,46 persen, sementara yen menguat tipis ke level 160,22 per dolar AS.

Di saat yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik 3 basis poin menjadi 2,615 persen, mencerminkan respons pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat.

Dilansir CNBC News, Rabu (17/6/2026), BOJ juga menegaskan akan melanjutkan pengurangan pembelian obligasi pemerintah sebesar 200 miliar yen per kuartal kalender.

Setelah proses tapering selesai, bank sentral akan mempertahankan pembelian obligasi pemerintah Jepang (JGB) sebesar 2 triliun yen per bulan mulai April 2027.

baca juga

Dalam pernyataannya, BOJ menyebut inflasi konsumen Jepang masih berada di bawah target 2 persen karena berbagai kebijakan pemerintah untuk mengurangi beban rumah tangga akibat tingginya harga energi.

Namun, bank sentral memperingatkan bahwa kenaikan harga minyak mentah mulai diteruskan ke sektor bisnis dengan kecepatan yang relatif tinggi dan berpotensi mendorong kenaikan harga barang konsumsi secara lebih luas.

Kondisi tersebut tercermin pada indeks harga produsen Jepang yang naik 6,3 persen pada Mei 2026, menjadi laju tercepat dalam lebih dari tiga tahun. Kenaikan tersebut terutama dipicu oleh melonjaknya biaya energi yang membebani aktivitas produksi.

Chief Market Strategist APAC J.P. Morgan Asset Management, Tai Hui, mengatakan kenaikan suku bunga sebenarnya sudah diperkirakan pasar.

Namun, dukungan mayoritas anggota dewan menunjukkan bahwa BOJ kini lebih fokus mengendalikan inflasi dibandingkan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, meningkatnya ekspektasi pembukaan kembali Selat Hormuz juga membantu mengurangi kekhawatiran gangguan pasokan energi ke Jepang. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi BOJ untuk melanjutkan normalisasi kebijakan moneternya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB

Harga Beras Lagi Mahal di 111 Kota

Harga Beras Lagi Mahal di 111 Kota

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 17:25 WIB

Bank Indonesia Perkuat Pengendalian Inflasi Demi Jaga Harga Bahan Pokok Tidak Naik

Bank Indonesia Perkuat Pengendalian Inflasi Demi Jaga Harga Bahan Pokok Tidak Naik

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:13 WIB

Harga Cabai Naik, Kemendag Masukkan Cabai ke Daftar Komoditas Prioritas Pengendalian Inflasi

Harga Cabai Naik, Kemendag Masukkan Cabai ke Daftar Komoditas Prioritas Pengendalian Inflasi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:14 WIB

Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS

Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:12 WIB

Inflasi Medis RI Jadi Momok Baru, Biaya Penyakit Tipes Naik Rp16 Juta! Mengapa Hal Itu Bisa Terjadi?

Inflasi Medis RI Jadi Momok Baru, Biaya Penyakit Tipes Naik Rp16 Juta! Mengapa Hal Itu Bisa Terjadi?

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:23 WIB

Terkini

Juniver Girsang Ingatkan RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menghabisi Lawan Politik

Juniver Girsang Ingatkan RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menghabisi Lawan Politik

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 12:56 WIB

Geely Coolray Bergaya Racing Mejeng di GIIAS 2026

Geely Coolray Bergaya Racing Mejeng di GIIAS 2026

Otomotif | Senin, 03 Agustus 2026 | 12:55 WIB

Kenapa Putra Raja Gowa Tuntut Pencabutan Perda Lembaga Adat Daerah

Kenapa Putra Raja Gowa Tuntut Pencabutan Perda Lembaga Adat Daerah

Sulsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 12:54 WIB

Review Drama My Mister: Mahakarya Slice-of-Life tentang Beban Hidup dan Empati Kemanusiaan

Review Drama My Mister: Mahakarya Slice-of-Life tentang Beban Hidup dan Empati Kemanusiaan

Your Say | Senin, 03 Agustus 2026 | 12:53 WIB

Pertama Dalam 75 Tahun, Arab Saudi Bakal Gelap karena Gerhana Matahari Total

Pertama Dalam 75 Tahun, Arab Saudi Bakal Gelap karena Gerhana Matahari Total

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 12:48 WIB

Ariana Grande Umumkan akan Hiatus usai Tur Konser Eternal Sunshine Rampung

Ariana Grande Umumkan akan Hiatus usai Tur Konser Eternal Sunshine Rampung

Your Say | Senin, 03 Agustus 2026 | 12:45 WIB

WNA Perempuan Baku Hantam Gara-gara Antre Jagung Bakar? Ini Penjelasan Polisi

WNA Perempuan Baku Hantam Gara-gara Antre Jagung Bakar? Ini Penjelasan Polisi

Bali | Senin, 03 Agustus 2026 | 12:44 WIB

Catatan Penting dari DPR di Balik Kesiapan Prabowo Kunjungi Korea Utara

Catatan Penting dari DPR di Balik Kesiapan Prabowo Kunjungi Korea Utara

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 12:42 WIB

Apa Itu Finishing Powder? Kenali Bedanya dengan Setting Powder agar Tak Keliru

Apa Itu Finishing Powder? Kenali Bedanya dengan Setting Powder agar Tak Keliru

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 12:40 WIB

5 Warna Keberuntungan yang Sesuai Shio Tikus Tahun 2026, Diyakini Membuka Peluang dan Rezeki

5 Warna Keberuntungan yang Sesuai Shio Tikus Tahun 2026, Diyakini Membuka Peluang dan Rezeki

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 12:39 WIB

×