BI Diprediksi Tahan Suku Bunga di Level 5,50 Persen, Apa Pertimbangannya?

Dythia Novianty

Kamis, 18 Juni 2026 | 07:40 WIB
BI Diprediksi Tahan Suku Bunga di Level 5,50 Persen, Apa Pertimbangannya?
Logo Bank Indonesia. [Antara]
baca 10 detik
  • Bank Indonesia diprediksi mempertahankan suku bunga acuan di level 5,50 persen dalam rapat dewan gubernur hari ini.
  • Keputusan tersebut diambil untuk menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, serta merespons ketidakpastian kebijakan bank sentral Amerika Serikat.
  • Menahan suku bunga bertujuan menyeimbangkan beban ekonomi nasional tanpa harus membebani sektor perbankan dan konsumsi rumah tangga domestik.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,50 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar hari ini.

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menilai keputusan tersebut menjadi pilihan paling rasional di tengah kondisi nilai tukar rupiah yang masih rentan, inflasi Indonesia yang meningkat, serta ketidakpastian arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed).

"Prospek BI Rate, rupiah, dan kebijakan moneter Indonesia menjadi perhatian utama pelaku pasar menjelang pengumuman hasil RDG BI," katanya saat dihubungi Suara.com, Kamis (18/9/2026).

Menurut Josua, peluang Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat sangat kecil.

Selain karena inflasi Mei 2026 telah meningkat menjadi 3,08 persen, pasar juga masih menunggu sinyal kebijakan moneter dari The Fed.

Di sisi lain, peluang kenaikan suku bunga tambahan masih terbuka, meski bukan menjadi skenario utama mengingat BI baru saja menaikkan suku bunga secara agresif dalam RDG mingguan pada 9 Juni 2026.

Ilustrasi Mata Uang Rupiah (Pexels/Robert Lens)
Ilustrasi Mata Uang Rupiah (Pexels/Robert Lens)

Kondisi rupiah yang kembali bergerak di bawah Rp18.000 per dolar AS, yakni di kisaran Rp17.300 hingga Rp17.400 per dolar AS, turut memberikan ruang bagi BI untuk menahan suku bunga.

Ia menjelaskan bahwa salah satu alasan utama BI berpotensi mempertahankan suku bunga adalah karena dampak dari kenaikan sebelumnya masih membutuhkan waktu untuk bekerja secara optimal.

Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada Mei dan 25 basis poin pada Juni, sehingga kebijakan tersebut dinilai sudah cukup signifikan dalam waktu yang relatif singkat.

baca juga

Menurutnya, apabila BI kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, pasar dapat menangkap dua pesan yang berbeda.

Di satu sisi, langkah tersebut menunjukkan ketegasan BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Namun di sisi lain, pasar juga bisa menilai bahwa tekanan terhadap rupiah masih sangat serius dan belum terkendali.

"Oleh karena itu, mempertahankan suku bunga sambil tetap bersikap waspada dinilai sebagai pilihan yang lebih seimbang," jelasnya.

Josua juga menilai, BI memiliki alasan kuat untuk menunggu hasil keputusan dan pernyataan The Fed.

Jika bank sentral Amerika Serikat mempertahankan suku bunga tanpa memberikan sinyal pengetatan yang lebih agresif, tekanan terhadap dolar AS berpotensi mereda sehingga BI tidak perlu mengambil langkah pengetatan tambahan.

Sebaliknya, apabila The Fed memberikan sinyal kebijakan yang lebih ketat, dolar AS berpotensi kembali menguat dan memberikan tekanan baru terhadap rupiah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI Rate Naik Lagi 25 bps, Jadi 5,50 Persen

BI Rate Naik Lagi 25 bps, Jadi 5,50 Persen

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:02 WIB

Gegara Rupiah Keok, Bank Indonesia Mendadak Naikkan BI-Rate Jadi 5,50%

Gegara Rupiah Keok, Bank Indonesia Mendadak Naikkan BI-Rate Jadi 5,50%

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 12:57 WIB

Rupiah Terus Tertekan, Bank Indonesia Sebut Belum Ada Rapat Darurat

Rupiah Terus Tertekan, Bank Indonesia Sebut Belum Ada Rapat Darurat

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 09:31 WIB

Uang Tunai dan Dana Perbankan Tetap Melimpah, BI Catat Uang Primer Tumbuh 14,2%

Uang Tunai dan Dana Perbankan Tetap Melimpah, BI Catat Uang Primer Tumbuh 14,2%

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:07 WIB

Rupiah Jebol Rp18.110 dan IHSG Ambles 3%, Pasar Tak Percaya Jurus Baru Perry dan Purbaya?

Rupiah Jebol Rp18.110 dan IHSG Ambles 3%, Pasar Tak Percaya Jurus Baru Perry dan Purbaya?

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 11:50 WIB

Cadangan Devisa Indonesia Susut Rp23 Triliun Dalam Sebulan, Tapi Rupiah Kian Melemah

Cadangan Devisa Indonesia Susut Rp23 Triliun Dalam Sebulan, Tapi Rupiah Kian Melemah

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 11:03 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×