Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.655.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Pembangunan PLTS Koperasi Pertama di Indonesia Capai 80 Persen

Achmad Fauzi

Senin, 22 Juni 2026 | 08:56 WIB
Pembangunan PLTS Koperasi Pertama di Indonesia Capai 80 Persen
Ilustrasi PLTS. [ist].
baca 10 detik
  • Pertamina NRE dan Kementerian Koperasi membangun PLTS berbasis koperasi berkapasitas 1 MWp di Pulau Sembur, Kepulauan Riau.
  • Proyek yang mencapai 80 persen progres ini ditargetkan beroperasi penuh pada triwulan ketiga tahun 2026 mendatang.
  • Fasilitas energi bersih ini akan mengelola operasional cold storage guna meningkatkan produktivitas ekonomi bagi nelayan setempat.

Suara.com - Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Pulau Sembur Laut, Kepulauan Riau mulai rampung. Hingga kini progres pembangunannya mencapai 80 persen.

Corporate Secretary Pertamina NRE, Nur Hidayati, mengatakan proyek tersebut menjadi salah satu upaya menghadirkan energi bersih sekaligus mendorong penguatan ekonomi masyarakat desa melalui koperasi.

"Kami ucapkan terimakasih atas koordinasi dan dukungan semua pihak terutama Kementerian Koperasi RI serta masyarakat Pulau Sembur yang berupaya mewujudkan proyek ini," ujarnya seperti dikutip, Senin (22/6/2026).

Sementara, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi RI, Panel Barus, menilai proyek tersebut menjadi bukti nyata kolaborasi lintas sektor dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan (EBT) melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di seluruh area operasi Perusahaan, salah satunya di pabrik Tuban, Jawa Timur. (Foto Ist)
Ilustrasi PLTS (Foto Ist)

"Pembangunan PLTS KDKMP di Pulau Sembur merupakan bentuk nyata kolaborasi antarinstansi dalam menyalurkan energi kepada masyarakat. Kami ingin memastikan masyarakat desa mendapatkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan melalui pengelolaan usaha produktif berbasis energi melalui koperasi," jelasnya saat melakukan kunjungan kerja ke Pulau Sembur (19/6).

Pulau Sembur merupakan pulau kecil yang berada di gugusan Pulau Galang dan hanya dapat diakses menggunakan transportasi laut sekitar satu jam dari Batam.

Selama ini masyarakat setempat masih mengandalkan genset berbahan bakar diesel untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari, sehingga biaya operasional energi relatif tinggi.

Lokasi tersebut dipilih sebagai proyek percontohan karena memenuhi sejumlah syarat pengembangan KDKMP, yakni memiliki aktivitas ekonomi yang berjalan, telah terbentuk koperasi desa, namun belum terhubung dengan jaringan listrik.

Pada tahap pertama, seluruh panel surya telah terpasang dan sistem baterai sudah berhasil dikirim ke lokasi proyek. PLTS tahap awal dibangun dengan kapasitas 400 kilo-watt peak (kWp) dan didukung sistem baterai berkapasitas 600 kilo-watt hour (kWh).

baca juga

"Nantinya keseluruhan daya PLTS yang terpasang sebesar 1 megawatt-peak (MWp) dengan baterai 1 megawatt-hour (MWh)," kata Nur.

Saat ini, pengerjaan difokuskan pada penyelesaian jaringan distribusi listrik, integrasi sistem baterai, serta pembangunan fasilitas pendukung berupa cold storage berkapasitas 5 ton dan ice maker berkapasitas 2 ton per hari.

Fasilitas tersebut nantinya akan dikelola oleh Koperasi Merah Putih setempat dan ditargetkan mulai beroperasi penuh pada triwulan III 2026. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi produktif berbasis energi bersih di Pulau Sembur.

Panel Barus menjelaskan manfaat proyek mulai dirasakan masyarakat melalui keterlibatan tenaga kerja lokal selama proses pembangunan. Setelah beroperasi, listrik dari PLTS akan menjadi sumber energi utama bagi cold storage dan pabrik es yang mendukung aktivitas para nelayan.

Dengan adanya fasilitas tersebut, nelayan tidak lagi bergantung pada pasokan es dari luar pulau. Mereka juga dapat menyimpan hasil tangkapan lebih lama, menekan biaya operasional, mengurangi ketergantungan pada genset berbahan bakar diesel, serta meningkatkan kualitas dan nilai jual hasil tangkapan.

Proyek hasil kolaborasi Kementerian Koperasi RI dan PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina NRE ini menjadi proyek PLTS berbasis koperasi pertama di Indonesia. Model bisnis yang dikembangkan menempatkan koperasi sebagai pengelola utama aset energi sekaligus penggerak aktivitas ekonomi masyarakat.

Pengembangan PLTS KDKMP Pulau Sembur juga sejalan dengan agenda Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kedaulatan energi nasional melalui program pengembangan PLTS 100 gigawatt (GW).

Sebagai proyek percontohan, Pulau Sembur diharapkan menjadi model integrasi energi surya, koperasi, dan ekonomi desa yang mampu memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada 2060.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:14 WIB

Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasannya

Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasannya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:44 WIB

Pasokan Aman, Bahlil Sebut Jangan Salahkan Batu Bara, Itu Teknis PLN

Pasokan Aman, Bahlil Sebut Jangan Salahkan Batu Bara, Itu Teknis PLN

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:47 WIB

Terkini

Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Stagnan Dibanderol Rp2.668.000/Gram

Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Stagnan Dibanderol Rp2.668.000/Gram

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 08:36 WIB

Harga Minyak Dunia Terus Naik Sejak Selat Hormuz Kembali Diblokir

Harga Minyak Dunia Terus Naik Sejak Selat Hormuz Kembali Diblokir

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 08:14 WIB

IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidatif Sepekan, Sentimen Timur Tengah hingga MSCI Jadi Sorotan

IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidatif Sepekan, Sentimen Timur Tengah hingga MSCI Jadi Sorotan

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 08:01 WIB

Analisis Teknikal IHSG Hari Ini saat Wall Street Rebound

Analisis Teknikal IHSG Hari Ini saat Wall Street Rebound

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:54 WIB

Rupiah Diramal Ambruk ke Rp18.000, Harga Emas Berpotensi Anjlok Rp20.000 Hari Ini, Ada Apa?

Rupiah Diramal Ambruk ke Rp18.000, Harga Emas Berpotensi Anjlok Rp20.000 Hari Ini, Ada Apa?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:54 WIB

SIG Bidik Pasar Renovasi Rumah Lewat MiniMix, Beton Siap Pakai Tembus Gang Sempit

SIG Bidik Pasar Renovasi Rumah Lewat MiniMix, Beton Siap Pakai Tembus Gang Sempit

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:45 WIB

Petani Jember Dapat Senjata Baru Lawan Penyakit Padi, Produksi Diklaim Meningkat

Petani Jember Dapat Senjata Baru Lawan Penyakit Padi, Produksi Diklaim Meningkat

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:39 WIB

Asing Ramai-ramai Lepas Saham BUMI, Target Harganya Tetap Meroket

Asing Ramai-ramai Lepas Saham BUMI, Target Harganya Tetap Meroket

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:34 WIB

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:34 WIB

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:08 WIB