Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

BI Bidik 200 Pesantren Punya Bisnis Air Minum Kemasan, Jadi Sumber Cuan Baru

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 22 Juni 2026 | 16:48 WIB
BI Bidik 200 Pesantren Punya Bisnis Air Minum Kemasan, Jadi Sumber Cuan Baru
Gubernur BI, Perry Warjiyo hanya 100 Barista di Indonesia yang memiliki sertifikat. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
baca 10 detik
  • BI targetkan 200 pesantren punya usaha air minum kemasan.
  • Program Air Berkah Indonesia dorong kemandirian ekonomi pesantren.
  • Produksi AMDK bisa tekan biaya operasional dan jadi sumber pendapatan.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) menargetkan sebanyak 200 pondok pesantren memiliki unit usaha air minum dalam kemasan (AMDK) melalui program Air Berkah Indonesia. Program ini menjadi bagian dari strategi memperkuat kemandirian ekonomi pesantren sekaligus membuka sumber pendapatan baru berbasis potensi lokal.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan pengembangan usaha AMDK menjadi salah satu program unggulan dalam Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu yang diluncurkan bersama sejumlah kementerian dan lembaga.

Menurut Perry, model bisnis tersebut telah diterapkan di sejumlah pesantren binaan BI dan menunjukkan hasil yang positif dalam mendukung kemandirian ekonomi lembaga pendidikan berbasis keagamaan.

"Salah satunya yang berhasil adalah air minum dalam kemasan. Dibor, pH-nya yang bagus, kemudian dibotoli, didoakan berkah-berkah-berkah, insyaallah itu berkah dunia," kata Perry dalam acara Kick-Off Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu di Kompleks Kantor BI, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Perry mengungkapkan Indonesia saat ini memiliki sekitar 36 ribu pondok pesantren. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.500 pesantren telah mendapatkan pembinaan dari BI melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi.

"Yang kami bina adalah sekitar 1.500 pondok pesantren yang sudah mereka mandiri secara ekonomi," ujarnya.

Melalui program Air Berkah Indonesia, BI ingin memperluas jumlah pesantren yang memiliki unit usaha produktif dan berkelanjutan. Dalam beberapa tahun ke depan, BI menargetkan sedikitnya 200 pesantren mampu mengembangkan bisnis air minum kemasan berbasis sumber daya lokal.

Menurut Perry, usaha tersebut tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan konsumsi air minum di lingkungan pesantren, tetapi juga dapat menjadi produk komersial yang dipasarkan ke masyarakat sekitar.

"Minimal untuk memenuhi kebutuhan pesantrennya yang 2.000 enggak perlu beli air minum, bahkan lebihnya dijual di sekitarnya, di toko-toko," katanya.

baca juga

Ia menilai keberadaan unit usaha AMDK dapat membantu menekan biaya operasional pesantren sekaligus menciptakan sumber pemasukan baru yang berkelanjutan.

Program Air Berkah Indonesia akan dijalankan melalui skema pelatihan kewirausahaan yang mencakup pendidikan, praktik usaha, hingga pendampingan. Dalam tahap awal, peserta tidak langsung memperoleh bantuan modal, melainkan harus mengikuti proses peningkatan kapasitas dan pengembangan keterampilan usaha terlebih dahulu.

Langkah tersebut diharapkan mampu mencetak lebih banyak pesantren yang mandiri secara ekonomi dan berperan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat di daerahnya masing-masing.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Industri Kopi Berpotensi Bikin Cuan Negara, Tapi Baristanya Banyak Nggak Profesional

Industri Kopi Berpotensi Bikin Cuan Negara, Tapi Baristanya Banyak Nggak Profesional

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 14:40 WIB

Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Gene Bank Indonesia Berjalan Optimal untuk Kesehatan Nasional

Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Gene Bank Indonesia Berjalan Optimal untuk Kesehatan Nasional

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 13:50 WIB

Gubernur BI: UMKM Jangan Langsung Diberi Modal

Gubernur BI: UMKM Jangan Langsung Diberi Modal

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 13:29 WIB

Terkini

Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:19 WIB

Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun

Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:14 WIB

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:00 WIB

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:40 WIB

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:39 WIB

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:17 WIB

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:11 WIB

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:05 WIB

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:54 WIB

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:53 WIB