- PT Waskita Karya mengamankan kontrak senilai Rp2,1 triliun untuk membangun Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 3 sepanjang 8,1 kilometer.
- Proyek strategis ini bertujuan mempercepat konektivitas wilayah serta mendorong sektor pariwisata di kawasan destinasi super prioritas Candi Borobudur.
- Pembangunan tol menerapkan teknologi konstruksi digital dan sistem manajemen lalu lintas untuk menjamin efisiensi serta keamanan selama proses pengerjaan.
"Tidak hanya memperhatikan aspek teknis dan mutu, Waskita Karya juga selalu mengutamakan aspek keselamatan kerja. Kami berupaya menerapkan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara maksimal agar proses konstruksi berjalan lancar," tutur Ari.
Sebagai bentuk terobosan keselamatan di area publik, korporasi juga menjadwalkan penggunaan robot pengatur lalu lintas otomatis atau Roboflagman. Inovasi ini disiapkan untuk menggeser peran manual petugas di titik rawan kecelakaan, mengingat perangkat mekanik ini mampu bekerja optimal dalam segala jenis cuaca ekstrem sekalipun.
Ari menegaskan bahwa dengan modal rekam jejak panjang korporasi yang telah berdiri lebih dari 65 tahun , Waskita berkomitmen penuh menyodorkan kualitas bangunan infrastruktur terbaik tepat waktu.
“Sebagai BUMN Konstruksi yang berpengalaman lebih dari 65 tahun membangun berbagai infrastruktur, Waskita Karya berkomitmen menyelesaikan Proyek Strategis Nasional (PSN) ini secara tepat waktu dan dengan hasil terbaik. Pengerjaan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen memperkuat kontribusi kami dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memajukan bangsa,” pungkasnya.
Secara makro, proyek Jalan Tol Yogyakarta-Bawen dirancang memiliki total panjang lintasan mencapai 75,12 kilometer yang membelah perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta hingga Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Melalui pengoperasian jalur cepat ini , waktu tempuh perjalanan darat rute Yogyakarta-Semarang dipangkas secara radikal , dari yang semula memakan waktu tiga hingga empat jam , kini diproyeksikan hanya memerlukan waktu sekitar satu jam saja.