Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.575.000
Beli Rp2.447.000
IHSG 5.643,194
LQ45 553,105
Srikehati 276,229
JII 331,154
USD/IDR 17.957

Misbakhun Sebut Sentimen Negatif Jadi Penyebab IHSG Anjlok Meski Fundamental Ekonomi Kuat

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 01 Juli 2026 | 09:17 WIB
Misbakhun Sebut Sentimen Negatif Jadi Penyebab IHSG Anjlok Meski Fundamental Ekonomi Kuat
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun menilai tekanan yang terjadi di pasar keuangan Indonesia saat ini lebih banyak dipengaruhi sentimen negatif dibandingkan kondisi fundamental ekonomi. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Mukhamad Misbakhun menyatakan pasar keuangan Indonesia tertekan oleh sentimen negatif meskipun fundamental ekonomi nasional saat ini sangat kuat.
  • Data makro menunjukkan pertumbuhan ekonomi 5,61 persen, inflasi terkendali, dan surplus neraca pembayaran selama 71 bulan berturut-turut.
  • Pemerintah perlu memperbaiki persepsi investor melalui komunikasi informasi ekonomi yang utuh guna mengatasi tekanan pasar keuangan tersebut.

Suara.com - Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai tekanan yang terjadi di pasar keuangan Indonesia saat ini lebih banyak dipengaruhi sentimen negatif dibandingkan kondisi fundamental ekonomi.

Menurutnya, berbagai indikator makro menunjukkan perekonomian nasional berada dalam kondisi yang baik, namun persepsi pasar belum sejalan dengan realitas tersebut.

Ia mengatakan, Indonesia memiliki sejumlah indikator ekonomi yang layak menjadi modal untuk membangun kepercayaan investor.

"Situasi makro ekonomi yang bagus ini, fundamental yang bagus ini belum memberikan respons yang memadai oleh pasar," kata Misbakhun di Gedung BEI, Rabu (1/6/2026).

Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi kuartal I mencapai 5,61 persen, inflasi tetap terkendali, neraca pembayaran mencatat surplus selama 71 bulan berturut-turut, serta cadangan devisa berada pada level yang mampu membiayai impor sekitar enam bulan.

Selain itu, Indonesia juga dinilai menjadi salah satu negara G20 yang mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi secara konsisten di kisaran 5 persen.

Meski demikian, Misbakhun menyebut pasar masih memberikan respons negatif yang tercermin dari tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

"Kita bertemu dengan fundamental yang kuat dilawan oleh persepsi. Ada realitas bahwa ekonomi kita sangat kuat, kemudian diberikan sentimen yang negatif. Nah, inilah kalau menurut saya yang menjadi tantangan kita ke depan," ujarnya.

Menurut dia, berbagai narasi mengenai kondisi fiskal pemerintah ikut memengaruhi persepsi pelaku pasar.

baca juga

Salah satu isu yang kerap disorot ialah belanja pemerintah untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Misbakhun menilai, pemerintah telah melakukan berbagai langkah untuk memperbaiki tata kelola program-program tersebut.

"MBG sedang dilakukan upaya-upaya perbaikan tata kelola dan menurut hemat kami di DPR apa yang dilakukan oleh Bapak Presiden dalam melakukan upaya perbaikan tata kelola itu sangat signifikan memberikan dampak terhadap kepercayaan harusnya," ucapnya.

Ia menambahkan, kondisi yang dihadapi Indonesia juga bukan sesuatu yang terjadi secara khusus. Menurutnya, sejumlah negara berkembang lain seperti Filipina dan Thailand juga mengalami tekanan serupa di pasar keuangan.

"Situasi ini adalah situasi yang dialami tidak hanya oleh Indonesia. Status emerging market tetap bertahan. Tetapi ada situasi di pasar modal, capital outflow hari ini masih tetap berlanjut," katanya.

Karena itu, Misbakhun menilai, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus membangun kepercayaan investor melalui penyampaian informasi yang utuh mengenai kondisi ekonomi nasional.

Menurutnya, fundamental ekonomi yang kuat perlu diimbangi dengan persepsi positif agar pasar kembali pulih.

IHSG melemah 254,36 poin atau 4,11 persen ke posisi 5.941,07 pada Rabu (3/6/2026). [Antara]
Ilustrasi IHSG. [Antara]

"Ini yang mau tidak mau harus dilakukan langkah-langkah upaya yang serius untuk membangun kepercayaan ini," pungkas Misbakhun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah Dibuka Menguat IHSG Langsung Anjlok di Senin Pagi, BBCA Mulai Diborong Asing

Setelah Dibuka Menguat IHSG Langsung Anjlok di Senin Pagi, BBCA Mulai Diborong Asing

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 09:19 WIB

IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Saham-saham Ini Bisa Jadi Cuan?

IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Saham-saham Ini Bisa Jadi Cuan?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 07:24 WIB

IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun

IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:31 WIB

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:56 WIB

Biang Kerok IHSG Melorot 1,72% ke Level 5.896

Biang Kerok IHSG Melorot 1,72% ke Level 5.896

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:26 WIB

Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi

Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 08:52 WIB

Terkini

Tok! Tarif Listrik Juli - September 2026 Tidak Naik!

Tok! Tarif Listrik Juli - September 2026 Tidak Naik!

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 09:10 WIB

Kinerja Emiten Tak Jelek, Misbakhun Heran IHSG Terus Anjlok

Kinerja Emiten Tak Jelek, Misbakhun Heran IHSG Terus Anjlok

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 08:57 WIB

Tarif Listrik PLN Tak Naik Juli-September, Simak Rincian Harganya per Kw

Tarif Listrik PLN Tak Naik Juli-September, Simak Rincian Harganya per Kw

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 08:38 WIB

Prediksi IHSG Hari Ini dan Saham-saham Rekomendasi Analis

Prediksi IHSG Hari Ini dan Saham-saham Rekomendasi Analis

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 08:28 WIB

Perkuat Permodalan dan Perluas Pembiayaan UMKM, OJK Restui Penggabungan Enam BPR Lintas Sumatera

Perkuat Permodalan dan Perluas Pembiayaan UMKM, OJK Restui Penggabungan Enam BPR Lintas Sumatera

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:48 WIB

BEI Bakal Berubah, OJK Godok Aturan Demutualisasi, Danantara, BI Bisa Masuk Jadi Pemegang Saham

BEI Bakal Berubah, OJK Godok Aturan Demutualisasi, Danantara, BI Bisa Masuk Jadi Pemegang Saham

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:15 WIB

Rincian Perubahan Harga BBM Pertamina Per Hari Ini

Rincian Perubahan Harga BBM Pertamina Per Hari Ini

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 06:21 WIB

Harga BBM Turun per 1 Juli 2026: Pertamax Turbo dan Pertamina Dex Lebih Murah

Harga BBM Turun per 1 Juli 2026: Pertamax Turbo dan Pertamina Dex Lebih Murah

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 06:16 WIB

QuickPro Apakah Platform Investasi Resmi Berizin di Indonesia? Ini Penjelasannya

QuickPro Apakah Platform Investasi Resmi Berizin di Indonesia? Ini Penjelasannya

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 06:08 WIB

Berlaku Besok, IESR Ungkap Bahayanya Penerapan B50

Berlaku Besok, IESR Ungkap Bahayanya Penerapan B50

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:43 WIB

×