Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.570.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 5.695,116
LQ45 556,746
Srikehati 275,044
JII 335,012
USD/IDR 0

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB
Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia
Klub Manchester United berminat menjadi membeli kredit karbon Indonesia. (Instagram/manutd)
baca 10 detik
  • Perusahaan global seperti Google dan Microsoft berminat membeli kredit karbon Indonesia setelah pertemuan di London Climate Action Week.
  • Pemerintah Indonesia akan meluncurkan Sistem Registri Unit Karbon pada 9 Juli 2026 untuk memfasilitasi transaksi perdagangan karbon nasional.
  • Sistem tersebut mendapatkan apresiasi internasional karena menjadi langkah penting pemenuhan komitmen Indonesia sejak Perjanjian Paris tahun 2015.

Suara.com - Sejumlah perusahaan global disebut berminat membeli kredit karbon Indonesia. Nama-nama seperti Amazon, Google, Microsoft, Lufthansa hingga Manchester United masuk dalam daftar calon pembeli yang menunjukkan antusiasme terhadap pengembangan pasar karbon nasional.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua MPR RI sekaligus delegasi Indonesia untuk London Climate Action Week (LCAW), Eddy Soeparno. Eddy mengaku telah menjalin komunikasi dengan berbagai perusahaan besar tersebut saat menghadiri forum perubahan iklim di London beberapa waktu lalu.

"Kami baru kembali dari London Climate Action Week. Kami bertemu dengan begitu banyak pengembang proyek karbon, dan mereka antusias sekali. Begitu banyak pembeli, calon pembeli karbon di Indonesia, dari Amazon.com, Google, Microsoft, Lufthansa, Manchester United, banyak sekali," kata Eddy dalam konferensi pers Komite Pengarah Nilai Ekonomi Karbon di Jakarta, Rabu (2/7/2026).

Waketum PAN, Eddy Soeparno. (Suara.com/Bagaskara)
Wakil Ketua MPR, Eddy Soeparno. (Suara.com/Bagaskara)

Menurut Eddy, tingginya minat perusahaan internasional tersebut menjadi sinyal positif bagi pengembangan perdagangan karbon Indonesia.

Karena itu, pemerintah akan meluncurkan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) pada 9 Juli 2026 sebagai fondasi transaksi karbon nasional.

"SRUK ini merupakan pintu yang membuka kesempatan kita untuk lepas landas kegiatan karbon, perdagangan karbon kita. Dan ini diharapkan oleh banyak pihak, dan insyaallah tanggal 9 ini merupakan tonggak untuk pembukaan dari SRUK itu," ujarnya.

Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Lingkungan Hidup Hashim Djojohadikusumo mengatakan peluncuran SRUK menjadi capaian penting karena sistem tersebut telah dinantikan masyarakat internasional sejak disepakatinya Perjanjian Paris pada COP21 tahun 2015.

"Ini adalah suatu prestasi yang amat luar biasa karena sudah ditunggu oleh masyarakat internasional sejak COP21 di Paris tahun 2015. Dan alhamdulillah sudah, sistem sudah siap untuk launching," kata Hashim.

Ia menambahkan, kesiapan Indonesia membangun ekosistem perdagangan karbon juga mendapat apresiasi dari berbagai negara dan lembaga internasional.

baca juga

"Saya mau sampaikan saja bahwa sudah dapat pujian-pujian yang banyak, yang luar biasa dari cukup banyak perwakilan asing, ya duta besar, juga perwakilan dari lembaga-lembaga internasional seperti Bank Dunia, seperti masyarakat Eropa, European Union, dan sebagainya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

Pemerintah Resmi Luncurkan SRUK 9 Juli, Era Baru Perdagangan Karbon Dimulai

Pemerintah Resmi Luncurkan SRUK 9 Juli, Era Baru Perdagangan Karbon Dimulai

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

MUTU Umumkan Private Placement Rp 29,9 Miliar, Incar Ekspansi Bisnis Karbon

MUTU Umumkan Private Placement Rp 29,9 Miliar, Incar Ekspansi Bisnis Karbon

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:08 WIB

Terkini

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:48 WIB

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

Pemerintah Resmi Luncurkan SRUK 9 Juli, Era Baru Perdagangan Karbon Dimulai

Pemerintah Resmi Luncurkan SRUK 9 Juli, Era Baru Perdagangan Karbon Dimulai

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

Riset CORE Indonesia Ungkap MBG & Kopdes Merah Putih Bikin Pemda 'Krisis Keuangan'

Riset CORE Indonesia Ungkap MBG & Kopdes Merah Putih Bikin Pemda 'Krisis Keuangan'

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:22 WIB

Handy Wihartady Ditunjuk jadi Direktur Utama PLN Enjiniring, Siapa Dia?

Handy Wihartady Ditunjuk jadi Direktur Utama PLN Enjiniring, Siapa Dia?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:14 WIB

73% CEO Khawatir Risiko Regulasi, Askrindo Andalkan GCG Perkuat Bisnis

73% CEO Khawatir Risiko Regulasi, Askrindo Andalkan GCG Perkuat Bisnis

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:05 WIB

Pupuk Indonesia dan Pertamina Perkuat Hilirisasi, Gas Bumi Jadi Andalan

Pupuk Indonesia dan Pertamina Perkuat Hilirisasi, Gas Bumi Jadi Andalan

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:04 WIB

Investor Terus Kabur dan Devisa Menipis Bikin Rupiah Semakin Melemah

Investor Terus Kabur dan Devisa Menipis Bikin Rupiah Semakin Melemah

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:02 WIB

Purbaya Usul RUU PFII ke DPR, Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Internasional

Purbaya Usul RUU PFII ke DPR, Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Internasional

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:15 WIB

Asuransi Syariah Mulai Bidik Seluruh Segmen Masyarakat RI

Asuransi Syariah Mulai Bidik Seluruh Segmen Masyarakat RI

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:09 WIB

×