- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau 9,16 juta penerima manfaat di Jawa Tengah.
- Implementasi program tersebut melibatkan 18.854 pemasok lokal dan berhasil menciptakan lebih dari 193 ribu lapangan kerja baru bagi masyarakat.
- Kemenkeu melakukan pendampingan terstruktur melalui KPPN untuk memastikan pelaksanaan program berjalan akuntabel serta tepat sasaran di seluruh wilayah.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan realisasi program prioritas Pemerintah berupa Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Tengah.
Dalam kunjungan kerja ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Semarang I, Menkeu Purbaya mengungkapkan MBG telah menjangkau sekitar 9,16 juta penerima melalui 4.635 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan melibatkan 18.854 pemasok lokal.
Tak hanya itu, Purbaya juga mendapatkan kalau program MBG sudah menciptakan lebih dari 193 ribu lapangan kerja di Jawa Tengah.
"Program ini turut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat," katanya, dikutip dari siaran pers, Minggu (5/7/2026).
Selain itu, Purbaya mengungkapkan kalau Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu DJPb saat ini melakukan monitoring melalui pendampingan yang dilaksanakan oleh Kanwil DJPb dan KPPN Jawa Tengah antara lain pada SPPG Wonosari Gunting Klaten, SPPG Mertoyudan Sukorejo Magelang, dan SPPG Tengaran Bener Semarang.
Menurutnya, pendampingan ini diharapkan dapat memastikan pelaksanaan Program MBG berjalan sesuai ketentuan, akuntabel dan tepat sasaran, sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan secara dini untuk segera dicarikan solusi bersama para pemangku kepentingan.
![Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah). [Dok. Kemenkeu]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/05/81621-menteri-keuangan-purbaya-yudhi-sadewa.jpg)
“DJPb agar memonitor seluruh program prioritas pemerintah, termasuk melakukan monitoring MBG secara nasional dan terstruktur," beber Purbaya.
Purbaya juga menemukan kalau kinerja APBN di Jawa Tengah menunjukkan kondisi tetap terjaga di tengah berbagai tantangan perekonomian hingga semester I 2026.
Tercatat pendapatan negara telah terealisasi sebesar 46,56 persen dari target yang telah ditetapkan dan tumbuh 13,33 persen secara tahunan (year-on-year atau yoy). Sedangkan realisasi belanja negara mencapai 52,06 persen dari target yang ditetapkan.
Pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah tercatat sebesar 5,89 persen yang diklaim Purbaya mencerminkan ketahanan ekonomi daerah yang ditopang oleh aktivitas industri, perdagangan, serta berbagai program pemerintah yang mendorong produktivitas masyarakat.
Perbaikan kondisi ekonomi tersebut turut didukung oleh postur APBN yang semakin sehat seiring berkembangnya sektor industri di Jawa Tengah.
“Kementerian Keuangan di Jawa Tengah terus mendorong berbagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah dengan indikator ekonomi yang masih perlu diperkuat," jelas Purbaya.