Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.875,780
LQ45 581,783
Srikehati 287,931
JII 348,084
USD/IDR 17.955

Harga Minyak Dunia Semakin Melorot, Gimana Nasib Harga Pertamax?

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Senin, 06 Juli 2026 | 09:36 WIB
Harga Minyak Dunia Semakin Melorot, Gimana Nasib Harga Pertamax?
Iustrasi Kilang Minyak [Pexels].
baca 10 detik
  • Harga minyak mentah dunia turun tipis pada Senin, 6 Juli 2026 akibat rencana peningkatan target produksi OPEC+.
  • OPEC+ menyepakati tambahan produksi 188.000 barel per hari mulai Agustus untuk merespons kondisi pasar minyak global.
  • Pemulihan jalur ekspor di Selat Hormuz serta lonjakan pasokan dari Rusia meningkatkan suplai minyak mentah internasional.

Suara.com - Harga minyak mentah dunia bergerak turun tipis pada awal perdagangan Senin 6 Juli 2026. Pelemahan ini dipicu oleh keputusan aliansi produsen minyak OPEC+ yang sepakat untuk kembali meningkatkan target produksi mulai Agustus mendatang.

Di saat yang sama, jalur ekspor minyak global melalui Selat Hormuz berangsur pulih, yang berpotensi menambah pasokan minyak mentah di pasar internasional.

Mengutip dari Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent turun 24 sen atau 0,33 persen  ke angka USD 71,88 per barel setelah sempat menguat 0,45 persen pada hari Jumat lalu.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS terkoreksi 11 sen atau 0,16 persen  ke level USD 68,58 per barel.

Ilustrasi fasilitas minyak mentah. [Pexels].
Ilustrasi fasilitas minyak mentah. [Pexels].

Sepanjang pekan lalu, pergerakan kedua jenis minyak tersebut cenderung stagnan setelah sempat mengalami tren penurunan dalam beberapa minggu terakhir. 

Investor saat ini terus memantau jalannya negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran terkait keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz, sembari mencermati pemulihan volume ekspor minyak dari negara-negara Teluk.

Dalam pertemuan yang digelar pada hari Minggu, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) bersama sekutunya termasuk Rusia (OPEC+), menyepakati tambahan target produksi sebesar 188.000 barel per hari (bpd) mulai Agustus.

Langkah ini melanjutkan kebijakan serupa yang sebelumnya telah diterapkan untuk bulan Juni dan Juli.Meski demikian, realisasi pemenuhan kuota baru ini dinilai masih berada "di atas kertas". 

Konflik bersenjata antara AS-Israel dengan Iran sempat menutup jalur tanker di Selat Hormuz dan menghambat operasional produsen besar seperti Arab Saudi, Kuwait, dan Irak, sehingga membatasi total output mereka.

baca juga

"Angka kenaikan produksi tersebut sebenarnya sudah sesuai dengan ekspektasi pasar," ujar Analis pasar dari IG, Tony Sycamore.

Namun, ia menambahkan bahwa efektivitas kuota baru ini masih diragukan mengingat Uni Emirat Arab (UEA) telah resmi keluar dari OPEC per 1 Mei, ditambah dengan kenyataan bahwa banyak negara produsen yang belum mampu memenuhi kuota lama akibat proses pemulihan fasilitas produksi pasca-konflik yang masih berjalan.

Kendati diterpa kendala, negara-negara Teluk dilaporkan mulai mengaktifkan kembali sumur-sumur minyak yang sempat ditutup selama konflik dan mulai menggenjot ekspor mereka. 

Berdasarkan survei dari Reuters, total produksi minyak OPEC pada bulan Juni melonjak sebesar 3,3 juta barel per hari secara bulanan (month-on-month) menjadi 19,43 juta bpd. Angka ini menandakan kebangkitan dari level produksi terendah OPEC dalam lebih dari dua dekade terakhir.

Data terbaru juga menunjukkan bahwa volume ekspor minyak dari wilayah Teluk pada bulan Juni melesat lebih dari 3 juta barel dibanding bulan Mei, melampaui angka 10 juta barel per hari. Walau demikian, jumlah tersebut tercatat masih 40 persen lebih rendah jika dibandingkan dengan level sebelum terjadinya perang.

Sementara itu, pasokan minyak global juga mendapat tambahan dari Rusia. Sumber dari industri minyak menyebutkan bahwa pengiriman minyak dari pelabuhan-pelabuhan barat Rusia menyentuh rekor tertinggi pada bulan Juni dan diperkirakan bertahan di level tersebut sepanjang Juli.

Lonjakan ekspor minyak mentah dari Moskow ini terjadi akibat banyaknya fasilitas kilang minyak dalam negeri Rusia yang rusak akibat serangan pesawat tanpa awak (drone) oleh Ukraina, yang memaksa Rusia untuk langsung menjual minyaknya dalam bentuk mentah ke pasar global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax

Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:04 WIB

Harga Pertamax Harusnya Rp13.700, Ekonom: Ada Upaya Pertamina Pulihkan Margin

Harga Pertamax Harusnya Rp13.700, Ekonom: Ada Upaya Pertamina Pulihkan Margin

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:04 WIB

Stok Melimpah dan Pasar Lesu, Harga Minyak WTI Tergelincir ke Level 86 Dolar AS

Stok Melimpah dan Pasar Lesu, Harga Minyak WTI Tergelincir ke Level 86 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 09:52 WIB

Terkini

IHSG Mulai Bergerak ke Level 5.900 Pagi Ini

IHSG Mulai Bergerak ke Level 5.900 Pagi Ini

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 09:21 WIB

Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Awal Pekan, Senin 6 Juli 2026

Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Awal Pekan, Senin 6 Juli 2026

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 09:06 WIB

Harga Emas Antam Masih Sama Rp2,67 Juta/Gram, Layak untuk Dibeli

Harga Emas Antam Masih Sama Rp2,67 Juta/Gram, Layak untuk Dibeli

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 09:02 WIB

IHSG Uji Level 6.000: Cek 6 Saham Rekomendasi, BUMI Ikut Disebut

IHSG Uji Level 6.000: Cek 6 Saham Rekomendasi, BUMI Ikut Disebut

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 08:49 WIB

RI Absen di Pemakaman Ali Khamenei, Politik Luar Negeri Dikritik: Indonesia Penakut

RI Absen di Pemakaman Ali Khamenei, Politik Luar Negeri Dikritik: Indonesia Penakut

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 08:39 WIB

Danantara Percepat Perampingan BUMN, Libatkan Kejagung hingga BPK

Danantara Percepat Perampingan BUMN, Libatkan Kejagung hingga BPK

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 08:34 WIB

Komisi Ojol 8% Berlaku, Pendapatan Naik? Ini Kata Driver Ojol!

Komisi Ojol 8% Berlaku, Pendapatan Naik? Ini Kata Driver Ojol!

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 07:42 WIB

Perempuan Tak Lagi Perlu Buktikan Mampu, Kini Tantangannya Akses Modal hingga Teknologi

Perempuan Tak Lagi Perlu Buktikan Mampu, Kini Tantangannya Akses Modal hingga Teknologi

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 07:34 WIB

Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!

Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 21:13 WIB

Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan

Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:43 WIB

×