- Indeks Harga Saham Gabungan menguat 0,69 persen ke level 5.916 pada perdagangan Senin, 6 Juli 2026 di BEI.
- Investor asing melakukan aksi jual bersih senilai Rp163,01 miliar di pasar reguler pada hari perdagangan tersebut.
- Penguatan pasar saham ditopang sektor energi, keuangan, dan basic materials meski terjadi arus keluar modal asing.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir menguat ke level 5.916 pada perdagangan, Senin, 6 Juli 2026. Meski IHSG di zona hijau, investor asing tetap mencatatkan aksi jual bersih (net foreign sell) di pasar saham Indonesia pada perdagangan Senin (6/7/2026).
Berdasarkan data Phillip Sekuritas Indonesia, investor asing mencatat net sell sebesar Rp163,01 miliar di pasar reguler pada perdagangan hari ini.
Secara akumulatif sejak awal tahun (year to date/YTD), nilai jual bersih investor asing telah mencapai Rp89,07 triliun.
Adapun, IHSG berhasil ditutup menguat 40,28 poin atau 0,69 persen ke level 5.916.
Sepanjang perdagangan, volume transaksi mencapai 19,831 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp9,50 triliun. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat sebesar Rp10.378 triliun.
Sebanyak 386 saham ditutup menguat, 242 saham melemah, sementara sisanya bergerak stagnan.
![Layar menampilkan pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/12/2024). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/12/30/41067-ihsg-indeks-harga-saham-gabungan-bursa-efek-ilustrasi-bursa-ilustrasi-ihsg.jpg)
Penguatan IHSG ditopang oleh sejumlah sektor utama, yakni sektor energi yang naik 5,192 poin, sektor keuangan menguat 3,962 poin, serta sektor basic materials bertambah 3,072 poin.
Di tengah aksi jual bersih tersebut, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham yang paling banyak diborong investor asing dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp168,12 miliar.
Posisi berikutnya ditempati PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan net buy Rp110,08 miliar, disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp59,01 miliar.
Selain itu, investor asing juga membukukan pembelian bersih pada saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) senilai Rp56,24 miliar dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) sebesar Rp19,92 miliar.
Top 5 Saham Net Foreign Buy
- BBCA: Rp168,12 miliar
- TPIA: Rp110,08 miliar
- BBRI: Rp59,01 miliar
- BUVA: Rp56,24 miliar
- RAJA: Rp19,92 miliar
Di sisi lain, aksi jual terbesar investor asing terjadi pada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan nilai jual bersih mencapai Rp85,96 miliar.
Selanjutnya, saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mencatat net sell Rp82,73 miliar, diikuti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp78,10 miliar.
Investor asing juga melepas saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) senilai Rp42,16 miliar serta PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar Rp41,21 miliar.
Top 5 Saham Net Foreign Sell
- BMRI: Rp85,96 miliar
- MAPI: Rp82,73 miliar
- AMMN: Rp78,10 miliar
- BREN: Rp42,16 miliar
- TLKM: Rp41,21 miliar
Saham Top Gainer
- DCII naik 4,83 persen ke Rp198.950
- MPRO naik 5,56 persen ke Rp9.500
- YUPI melesat 24,90 persen ke Rp1.530
- ADES naik 0,85 persen ke Rp32.775
- PGUN menguat 3,93 persen ke Rp7.275
Saham Top Looser
- FORU turun 15,00 persen ke Rp2.890
- DNET turun 4,83 persen ke Rp9.350
- UNIC melemah 3,35 persen ke Rp12.275
- BINA turun 7,05 persen ke Rp3.690
- MLPT terkoreksi 1,37 persen ke Rp18.025
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.