Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.525,690
LQ45 644,593
Srikehati 313,693
JII 391,666
USD/IDR 17.685

PGN Bidik Gas Metana Batubara Tanjung Enim, Potensi Energi Rp250 Triliun Siap Dioptimalkan

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Senin, 06 Juli 2026 | 18:30 WIB
PGN Bidik Gas Metana Batubara Tanjung Enim, Potensi Energi Rp250 Triliun Siap Dioptimalkan
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mulai membidik sumber gas non-konvensional melalui pemanfaatan Coalbed Methane (CBM) atau gas metana batubara di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Foto ist.
baca 10 detik
  • PGN incar CBM Tanjung Enim bernilai USD15,4 miliar.
  • Pasokan gas baru ditargetkan naik hingga 25 MMSCFD.
  • CBM, biomethane, dan SNG jadi penguat ketahanan energi nasional.

Suara.com - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mulai membidik sumber gas non-konvensional melalui pemanfaatan Coalbed Methane (CBM) atau gas metana batubara di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan memperkuat pasokan gas nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi konvensional yang kian terbatas.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), wilayah Tanjung Enim menyimpan potensi CBM mencapai 9,7 triliun kaki kubik (Original Gas in Place/OGIP) dengan estimasi nilai ekonomi sekitar USD15,4 miliar atau setara lebih dari Rp250 triliun.

Bagi PGN, cadangan tersebut membuka peluang diversifikasi pasokan gas untuk memenuhi kebutuhan industri dan pembangkit listrik yang terus meningkat. Perseroan bahkan telah menyiapkan skema pemanfaatan komersial dengan target penyaluran awal sebesar 1 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) yang akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 25 MMSCFD.

Direktur Utama PGN Arief K. Risdianto mengatakan, selain mengembangkan CBM, perusahaan juga tengah mengamankan sumber pasokan alternatif lain berupa biomethane berbasis limbah kelapa sawit dan Synthetic Natural Gas (SNG). Ketiga sumber energi tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Sumatera Selatan.

Menurut Arief, keberadaan berbagai sumber energi tersebut perlu didukung dengan infrastruktur yang mampu mengintegrasikan seluruh pasokan agar dapat langsung dimanfaatkan pasar domestik.

Karena itu, PGN tengah membangun injection point, yakni fasilitas yang berfungsi sebagai titik pengumpul gas dari berbagai sumber sebelum dialirkan ke jaringan pipa transmisi nasional.

"Infrastruktur ini sebagai titik pengumpul gas, di mana gas yang bersumber dari tiga pasokan, baik dari coalbed methane, dari biomethane ataupun juga sumber lainnya akan dikumpulkan yang kemudian akan dimasukkan ke dalam pipa transmisi yang sudah ada," ujar Arief dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).

Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN akan mengintegrasikan infrastruktur pipa maupun non-pipa agar penyaluran energi berlangsung lebih efisien. Jaringan distribusi yang telah dimiliki perusahaan diharapkan mampu mempercepat konektivitas antara sumber gas dengan sektor industri sebagai pengguna akhir.

Meski demikian, PGN mengakui keberhasilan pengembangan energi non-konvensional tersebut tidak hanya bergantung pada kesiapan teknis maupun aspek komersial. Dukungan regulasi yang adaptif serta koordinasi lintas pemangku kepentingan dinilai menjadi faktor penting agar proyek dapat segera direalisasikan.

baca juga

PGN menilai optimalisasi CBM, biomethane, dan SNG bukan hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga membuka peluang investasi baru, meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal, serta menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah.

"PGN menegaskan komitmen jangka panjangnya untuk terus mengawal kebijakan pemerintah. Dari wilayah Muara Enim dan Pagardewa, PGN bertekad menghadirkan solusi energi domestik yang bersih, andal, dan memberikan multiplier effect yang luas bagi masyarakat serta berkontribusi pada perekonomian daerah," tutup Arief.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkeu Purbaya Resmi Tetapkan Daftar Batubara yang Dibatasi Ekspornya

Menkeu Purbaya Resmi Tetapkan Daftar Batubara yang Dibatasi Ekspornya

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 11:59 WIB

PLN Sebut Bukan Karena Batu Bara, DPRD Minta Penyebab Pemadaman Listrik di Kalbar Dibuka ke Publik

PLN Sebut Bukan Karena Batu Bara, DPRD Minta Penyebab Pemadaman Listrik di Kalbar Dibuka ke Publik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:48 WIB

Cara Bahlil Turunkan Harga LNG, Semua Pihak Dipaksa Efisiensi

Cara Bahlil Turunkan Harga LNG, Semua Pihak Dipaksa Efisiensi

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:21 WIB

Terkini

Guru PPPK Senior Terancam Kalah dari Fresh Graduate? Muncul Usul Masa Kerja Jadi Penentu Seleksi PNS

Guru PPPK Senior Terancam Kalah dari Fresh Graduate? Muncul Usul Masa Kerja Jadi Penentu Seleksi PNS

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Kemenhut Bongkar Pembalakan Liar dan Tetapkan Enam Tersangka di Riau

Kemenhut Bongkar Pembalakan Liar dan Tetapkan Enam Tersangka di Riau

Riau | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:55 WIB

Kritik Simbolik HUT RI: Kemerdekaan Itu Milik Warga, Bukan Milik Presiden dan Kroni-kroninya

Kritik Simbolik HUT RI: Kemerdekaan Itu Milik Warga, Bukan Milik Presiden dan Kroni-kroninya

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:50 WIB

5 Rekomendasi Sabun Cuci Muka Anti Aging untuk Wanita Usia 40 Tahun, Bikin Kulit Lembut

5 Rekomendasi Sabun Cuci Muka Anti Aging untuk Wanita Usia 40 Tahun, Bikin Kulit Lembut

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:47 WIB

Diduga Kelelahan, Relawan Korban Gempa NTT Meninggal Dunia, Ini Kronologinya

Diduga Kelelahan, Relawan Korban Gempa NTT Meninggal Dunia, Ini Kronologinya

Jatim | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:44 WIB

Makin Menarik, Kenshi Yonezu hingga Toko Miura Gabung Live-Action Look Back

Makin Menarik, Kenshi Yonezu hingga Toko Miura Gabung Live-Action Look Back

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:40 WIB

7 Cara Melakukan Double Cleansing yang Benar untuk Kulit Sehat Bercahaya

7 Cara Melakukan Double Cleansing yang Benar untuk Kulit Sehat Bercahaya

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:25 WIB

Fenomena 'Lebih Galak yang Ngutang': Saat Niat Baik Berujung Sakit Hati

Fenomena 'Lebih Galak yang Ngutang': Saat Niat Baik Berujung Sakit Hati

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:16 WIB

Bawa Bantuan Miliaran Rupiah ke Korban Gempa NTT, Dedi Mulyadi: Ditengok Saja Sudah Bahagia

Bawa Bantuan Miliaran Rupiah ke Korban Gempa NTT, Dedi Mulyadi: Ditengok Saja Sudah Bahagia

Jabar | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:12 WIB

Jejak Trauma Daycare Little Aresha: Membongkar Kekerasan yang Sistematis

Jejak Trauma Daycare Little Aresha: Membongkar Kekerasan yang Sistematis

Video | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:10 WIB

×