PGN Bidik Gas Metana Batubara Tanjung Enim, Potensi Energi Rp250 Triliun Siap Dioptimalkan

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Senin, 06 Juli 2026 | 18:30 WIB
PGN Bidik Gas Metana Batubara Tanjung Enim, Potensi Energi Rp250 Triliun Siap Dioptimalkan
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mulai membidik sumber gas non-konvensional melalui pemanfaatan Coalbed Methane (CBM) atau gas metana batubara di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Foto ist.
baca 10 detik
  • PGN incar CBM Tanjung Enim bernilai USD15,4 miliar.
  • Pasokan gas baru ditargetkan naik hingga 25 MMSCFD.
  • CBM, biomethane, dan SNG jadi penguat ketahanan energi nasional.

Suara.com - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mulai membidik sumber gas non-konvensional melalui pemanfaatan Coalbed Methane (CBM) atau gas metana batubara di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan memperkuat pasokan gas nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi konvensional yang kian terbatas.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), wilayah Tanjung Enim menyimpan potensi CBM mencapai 9,7 triliun kaki kubik (Original Gas in Place/OGIP) dengan estimasi nilai ekonomi sekitar USD15,4 miliar atau setara lebih dari Rp250 triliun.

Bagi PGN, cadangan tersebut membuka peluang diversifikasi pasokan gas untuk memenuhi kebutuhan industri dan pembangkit listrik yang terus meningkat. Perseroan bahkan telah menyiapkan skema pemanfaatan komersial dengan target penyaluran awal sebesar 1 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) yang akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 25 MMSCFD.

Direktur Utama PGN Arief K. Risdianto mengatakan, selain mengembangkan CBM, perusahaan juga tengah mengamankan sumber pasokan alternatif lain berupa biomethane berbasis limbah kelapa sawit dan Synthetic Natural Gas (SNG). Ketiga sumber energi tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Sumatera Selatan.

Menurut Arief, keberadaan berbagai sumber energi tersebut perlu didukung dengan infrastruktur yang mampu mengintegrasikan seluruh pasokan agar dapat langsung dimanfaatkan pasar domestik.

Karena itu, PGN tengah membangun injection point, yakni fasilitas yang berfungsi sebagai titik pengumpul gas dari berbagai sumber sebelum dialirkan ke jaringan pipa transmisi nasional.

"Infrastruktur ini sebagai titik pengumpul gas, di mana gas yang bersumber dari tiga pasokan, baik dari coalbed methane, dari biomethane ataupun juga sumber lainnya akan dikumpulkan yang kemudian akan dimasukkan ke dalam pipa transmisi yang sudah ada," ujar Arief dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).

Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN akan mengintegrasikan infrastruktur pipa maupun non-pipa agar penyaluran energi berlangsung lebih efisien. Jaringan distribusi yang telah dimiliki perusahaan diharapkan mampu mempercepat konektivitas antara sumber gas dengan sektor industri sebagai pengguna akhir.

Meski demikian, PGN mengakui keberhasilan pengembangan energi non-konvensional tersebut tidak hanya bergantung pada kesiapan teknis maupun aspek komersial. Dukungan regulasi yang adaptif serta koordinasi lintas pemangku kepentingan dinilai menjadi faktor penting agar proyek dapat segera direalisasikan.

baca juga

PGN menilai optimalisasi CBM, biomethane, dan SNG bukan hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga membuka peluang investasi baru, meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal, serta menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah.

"PGN menegaskan komitmen jangka panjangnya untuk terus mengawal kebijakan pemerintah. Dari wilayah Muara Enim dan Pagardewa, PGN bertekad menghadirkan solusi energi domestik yang bersih, andal, dan memberikan multiplier effect yang luas bagi masyarakat serta berkontribusi pada perekonomian daerah," tutup Arief.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkeu Purbaya Resmi Tetapkan Daftar Batubara yang Dibatasi Ekspornya

Menkeu Purbaya Resmi Tetapkan Daftar Batubara yang Dibatasi Ekspornya

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 11:59 WIB

PLN Sebut Bukan Karena Batu Bara, DPRD Minta Penyebab Pemadaman Listrik di Kalbar Dibuka ke Publik

PLN Sebut Bukan Karena Batu Bara, DPRD Minta Penyebab Pemadaman Listrik di Kalbar Dibuka ke Publik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:48 WIB

Cara Bahlil Turunkan Harga LNG, Semua Pihak Dipaksa Efisiensi

Cara Bahlil Turunkan Harga LNG, Semua Pihak Dipaksa Efisiensi

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:21 WIB

Terkini

Tenyata DSSA, BREN, CUAN Bermain Curang di Pasar Modal, Ini Modusnya

Tenyata DSSA, BREN, CUAN Bermain Curang di Pasar Modal, Ini Modusnya

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:17 WIB

IHSG Anjlok Dihantam Sentimen MSCI, DPR: Alarm Serius bagi Pemerintah

IHSG Anjlok Dihantam Sentimen MSCI, DPR: Alarm Serius bagi Pemerintah

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:16 WIB

7 Cara Melonggarkan Sepatu yang Sempit di Bagian Jari Kaki Tanpa Merusak Bahan

7 Cara Melonggarkan Sepatu yang Sempit di Bagian Jari Kaki Tanpa Merusak Bahan

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Sisi Gelap Ekonomi Sirkular: Saat Semangat Daur Ulang Warga Kandas karena Pasar

Sisi Gelap Ekonomi Sirkular: Saat Semangat Daur Ulang Warga Kandas karena Pasar

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Apa Itu Stand Alone Market, Tempat Indonesia Bakal Dikucilkan MSCI?

Apa Itu Stand Alone Market, Tempat Indonesia Bakal Dikucilkan MSCI?

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:12 WIB

Polisi Bongkar Peredaran Sabu Modus Permen Jeruk di Garut

Polisi Bongkar Peredaran Sabu Modus Permen Jeruk di Garut

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:12 WIB

Mobil Listrik Toyota Dijual Rp200 Jutaan Bikin BYD Atto 3 Waspada

Mobil Listrik Toyota Dijual Rp200 Jutaan Bikin BYD Atto 3 Waspada

Otomotif | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:11 WIB

Gencar Gerebek Kampung Narkoba, Kompolnas Ingatkan Polisi Tak Abaikan HAM dan Keselamatan Personel

Gencar Gerebek Kampung Narkoba, Kompolnas Ingatkan Polisi Tak Abaikan HAM dan Keselamatan Personel

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:08 WIB

BBM Langka di SPBU Bali, Gubernur Koster Pasang Badan Jamin Sektor Pariwisata Tetap Aman

BBM Langka di SPBU Bali, Gubernur Koster Pasang Badan Jamin Sektor Pariwisata Tetap Aman

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:06 WIB

Luka Bakar Kritis, 2 Korban Karhutla Bromo Bertaruh Nyawa di Meja Operasi RSUD Soetomo

Luka Bakar Kritis, 2 Korban Karhutla Bromo Bertaruh Nyawa di Meja Operasi RSUD Soetomo

Jatim | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:05 WIB

×