Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.916,070
LQ45 584,483
Srikehati 289,903
JII 349,817
USD/IDR 17.994

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Masih di Level Rp17.990

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:33 WIB
Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Masih di Level Rp17.990
Ilustrasi kurs Rupiah terhadap Dolar AS.[Suara.com/Antara/Diolah menggunakan AI]
baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 5 poin menjadi Rp17.990 pada perdagangan Selasa, 7 Juli 2026.
  • Faktor utama penguatan rupiah dipicu oleh koreksi dolar AS berdasarkan data ekonomi ISM dari Amerika Serikat.
  • Potensi penguatan rupiah bersifat sementara karena investor sedang menantikan data cadangan devisa Indonesia yang dikabarkan menurun.

Suara.com - Mata uang Garuda terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis pagi ini. Penguatan ini membuat rupiah masuk zona hijau. 

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah Selasa 7 Juli2026  dibuka ke level Rp17.990 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini menguat 5 poin atau 0,03 persen dari hari sebelumnya yang ada di Rp17.995 per dolar AS.   

Dalam hal ini, Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah ini disebabkan faktor global. 

"Rupiah diperkirakan akan dibuka datar walau berpotensi menguat terhadap dolar AS yg terkoreksi oleh data Data ISM (Institute for Supply Management) yang merupakan laporan bulanan penting yang mengukur kesehatan ekonomi Amerika Serikat," katanya saat dihubungi Suara.com.

Namun, penguatan rupiah ini masih bersifat sementara. Lantaran, investor menantikan cadangan devisa Indonesia yang dikabarkan mengalami penurunan. 

"Investor juga menantikan data Cadangan Devisa siang ini. 17950-18050," tambahnya.

Ilustrasi Yen. [Pixabay]
Ilustrasi Yen. [Pixabay]

Sementara itu, mayoritas mata uang menguat terhadap dolar AS pagi ini. Yen Jepang mencatat penguatan terbesar yakni 0,17 persen disusul ringgit Malaysia yang menguat 0,15 persen, won Korea menguat 0,14 persen. 

Lalu ada peso Filipina menguat 0,12 persen. Diikuti dolar Singapura menguat 0,11 persen. Yuan China menguat 0,10 persen. Hingga dolar Hong Kong yang menguat 0,001 persen terhadap dolar AS.

Sedangkan, baht Thailand dan dolar Taiwan melemah terhadap dolar AS pagi ini, dengan pelemahan masing-masing 0,07 persen dan 0,08 persen. Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 100,82, turun dari sehari sebelumnya yang ada di 100,85.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Menguat Seiring Kembalinya Investor Asing

Rupiah Menguat Seiring Kembalinya Investor Asing

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:46 WIB

Rupiah Masih Loyo Pagi Ini, Berpeluang Sentuh Rp18.000

Rupiah Masih Loyo Pagi Ini, Berpeluang Sentuh Rp18.000

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 09:48 WIB

Emiten DSFI Akui Pelemahan Rupiah Bikin Harga Barang Jadi Naik

Emiten DSFI Akui Pelemahan Rupiah Bikin Harga Barang Jadi Naik

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:27 WIB

Rekap Hari Ini: IHSG Ambruk, Rupiah Anjlok!

Rekap Hari Ini: IHSG Ambruk, Rupiah Anjlok!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:03 WIB

Pelemahan Tak Terbendung, Rupiah Hampir Balik Lagi ke Rp18.000

Pelemahan Tak Terbendung, Rupiah Hampir Balik Lagi ke Rp18.000

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 16:13 WIB

Nilai Tukar Rupiah Paling Lemah se-Asia Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000

Nilai Tukar Rupiah Paling Lemah se-Asia Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:48 WIB

Terkini

Bisa Borong, Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2.655.000/Gram

Bisa Borong, Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2.655.000/Gram

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 09:20 WIB

Bergerak Dua Arah, IHSG Masih Bertengger di Level 5.900

Bergerak Dua Arah, IHSG Masih Bertengger di Level 5.900

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 09:15 WIB

Harga Minyak Naik Tipis di Tengah Bayang-Bayang Melimpahnya Pasokan

Harga Minyak Naik Tipis di Tengah Bayang-Bayang Melimpahnya Pasokan

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 09:13 WIB

SMGR Catat Penjualan Semen Tumbuh 4,4% hingga Mei 2026

SMGR Catat Penjualan Semen Tumbuh 4,4% hingga Mei 2026

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 08:44 WIB

Home Credit Genjot Pembiayaan Usai Penyaluran Kredit Tumbuh 14% pada Kuartal I 2026

Home Credit Genjot Pembiayaan Usai Penyaluran Kredit Tumbuh 14% pada Kuartal I 2026

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 08:37 WIB

BEI Gunakan Fitur Repo SBSN di SPPA, Dorong Likuiditas Pendalaman Pasar Keuangan

BEI Gunakan Fitur Repo SBSN di SPPA, Dorong Likuiditas Pendalaman Pasar Keuangan

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 07:40 WIB

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp17,77 Triliun hingga Mei 2026, Sektor Pertanian Jadi Penerima Terbesar

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp17,77 Triliun hingga Mei 2026, Sektor Pertanian Jadi Penerima Terbesar

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 07:15 WIB

Presiden RI dan PM Singapura Tegaskan Kesepakatan Perihal Selat Malaka

Presiden RI dan PM Singapura Tegaskan Kesepakatan Perihal Selat Malaka

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 22:44 WIB

Mulai Juli 2026, Pemutihan Data SLIK Wajib Selesai dalam 3 Hari Kerja

Mulai Juli 2026, Pemutihan Data SLIK Wajib Selesai dalam 3 Hari Kerja

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 21:57 WIB

Sudah Dapat 4 Juta Ha Lahan, Agrinas Akan Buka 400.000 Ha Kebun Sawit Baru

Sudah Dapat 4 Juta Ha Lahan, Agrinas Akan Buka 400.000 Ha Kebun Sawit Baru

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 21:06 WIB

×