- PT RANS Entertainment Indonesia Tbk membantah rumor keterlibatan perusahaan dalam praktik pencucian uang yang beredar di masyarakat luas.
- Komisaris Utama Darwin Cyril Noerhadi menegaskan bahwa seluruh aktivitas perusahaan telah memenuhi persyaratan ketat OJK dan BEI.
- Proses IPO di BEI dilakukan sebagai langkah transparansi untuk menunjukkan kondisi nyata perusahaan kepada publik dan investor.
Suara.com - PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) membantah isu yang menyebut perusahaan tersebut terkait praktik pencucian uang.
Adapun, RANS yang resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan proses Initial Public Offering (IPO) RANS Entertainment menegaskan bahwa perusahaanya sangat transparasi.
Untuk itu, perseroan menegaskan komitmennya terhadap transparansi, tata kelola perusahaan yang baik, serta kepatuhan terhadap seluruh regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI.
Komisaris Utama PT RANS Entertainment Indonesia Tbk, Darwin Cyril Noerhadi, menegaskan bahwa tudingan pencucian uang yang beredar selama ini hanya sebatas rumor dan tidak didasarkan pada fakta.
Menurutnya, proses IPO RANS Entertainment justru menjadi bukti bahwa seluruh aktivitas perusahaan telah melalui proses pemeriksaan dan memenuhi persyaratan regulator sebelum resmi menjadi perusahaan terbuka.
"Kalau mungkin tadi masalah pencucian uang, itu mungkin lebih kepada rumor yang ada daripada faktanya yang ada," ujar Darwin di Gedung BEI, Jumat (10/7/2026).
![RANS Entertainment Indonesia IPO di Jakarta,Kamis (10/7/2026). [Suara.com/Rina A]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/10/89427-rans-entertainment-indonesia-ipo.jpg)
Ia menjelaskan, rencana IPO RANS sebenarnya telah disusun sejak 2021, bertepatan dengan masuknya investasi dari Emtek senilai sekitar Rp248 miliar. Saat itu, kepemilikan Emtek mencapai sekitar 17 hingga 18 persen dengan valuasi perusahaan sekitar Rp1,3 triliun.
Menurut Darwin, seiring pertumbuhan bisnis sekitar 10 persen setiap tahun, valuasi RANS kini telah meningkat menjadi lebih dari Rp2 triliun. Karena itu, pencatatan saham di BEI menjadi momentum penting untuk menunjukkan kondisi perusahaan yang sesungguhnya kepada publik.
"IPO RANS itu penting untuk menyampaikan apa yang terjadi di perusahaan ini secara fakta yang ada, mengikuti ketentuan baik dari Otoritas Jasa Keuangan maupun Bursa Efek Indonesia. Mudah-mudahan menjawab," kata Darwin.
Sementara itu, Direktur Utama RANS Entertainment, Nagita Slavina menekankan bahwa RANS sangat transparansi.
"Terima kasih atas klarifikasinya, karena saya rasa kalau itu datangnya dari saya dan Raffi mungkin rasanya kurang elok, karena bisa dianggap kurang objektif. Tapi rasanya kalau dari Pak Cyril harusnya lebih membuka mata sebenarnya apa yang terjadi," ujar Nagita.
Melalui IPO RANS Entertainment, perseroan berharap masyarakat memperoleh informasi yang akurat mengenai kondisi perusahaan.
RANS menegaskan, seluruh proses penawaran umum perdana saham dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta kepercayaan investor terhadap RANS Entertainment sebagai perusahaan terbuka.