- Pemerintah Kabupaten Lebak mendampingi petani lokal untuk memenuhi kebutuhan sayuran bagi dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Pengembangan sentra produksi hortikultura di wilayah dataran tinggi dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah Banten.
- Peningkatan kapasitas dan fasilitasi distribusi hasil tani bertujuan memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan pendapatan ekonomi petani setempat.
Dukungan Distribusi Perluas Peluang Bisnis Petani
![Perkebunan teh dan wortel milik warga. [Doc Pribadi/Lintang Siltya Utami]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/10/10262-perkebunan-teh-dan-wortel-milik-warga.jpg)
Pemkab Lebak juga mengapresiasi dukungan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang menyediakan gerbong khusus untuk mengangkut hasil pertanian menuju berbagai kota tujuan seperti Serang, Tangerang, dan Jakarta.
"Kami juga mengapresiasi PT KAI yang menyediakan gerbong khusus petani untuk memudahkan distribusi hasil pertanian ke pasar luar daerah," ujar Rahmat.
Fasilitas tersebut dinilai dapat memperluas akses pasar sekaligus menekan biaya logistik sehingga produk pertanian lokal semakin kompetitif.
Petani Optimistis Pasok MBG
Di sisi lain, petani di Kecamatan Cibeber mulai memperluas lahan tanam kentang dan wortel sebagai respons terhadap meningkatnya permintaan pasar.
Mulyadi, salah seorang petani setempat, mengatakan produksi tahun lalu masih terbatas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Namun, dengan perluasan lahan hingga puluhan hektare, peluang memasok kebutuhan dapur MBG kini semakin terbuka.
"Kami berharap panen tanaman sayuran dataran tinggi bisa memenuhi permintaan SPPG hingga pasar luar daerah," kata Mulyadi.