- Harga minyak mentah dunia naik ke level tertinggi empat pekan pada Selasa, 14 Juli 2026 akibat eskalasi konflik.
- AS memberlakukan blokade maritim terhadap Iran setelah dua kapal tanker Uni Emirat Arab diserang rudal di Selat Hormuz.
- Ketegangan militer di Selat Hormuz memicu ketidakpastian pasokan energi global dan meningkatkan harga minyak Brent serta WTI secara signifikan.
Manajer Portofolio Gabelli Funds, Simon Wong, memperingatkan bahwa perluasan konflik ini dapat berdampak lebih fatal pada jalur logistik alternatif.
"Apabila kelompok Houthi memperluas jangkauan serangan mereka hingga menyasar jalur distribusi minyak mentah milik Arab Saudi di Laut Merah, hal itu akan menambah beban ketidakpastian baru bagi arus pasokan dari wilayah tersebut," urai Wong.
Di tengah peliknya isu geopolitik Timur Tengah, indikator domestik dari negara konsumen juga turut memengaruhi psikologis pasar.
Hasil jajak pendapat awal yang dilakukan Reuters pada hari Senin menunjukkan adanya perkiraan penurunan stok minyak mentah komersial AS untuk pekan lalu, meskipun cadangan produk turunan seperti bensin dan minyak sulingan diestimasikan mengalami kenaikan.