AS dan Iran Menuju Perang Terbuka, Harga Minyak Kembali ke Level 80 Dolar per Barel

M Nurhadi

Selasa, 14 Juli 2026 | 08:47 WIB
AS dan Iran Menuju Perang Terbuka, Harga Minyak Kembali ke Level 80 Dolar per Barel
Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah Iran dan Amerika Serikat saling menuduh melanggar kesepakatan gencatan senjata. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Harga minyak mentah dunia naik ke level tertinggi empat pekan pada Selasa, 14 Juli 2026 akibat eskalasi konflik.
  • AS memberlakukan blokade maritim terhadap Iran setelah dua kapal tanker Uni Emirat Arab diserang rudal di Selat Hormuz.
  • Ketegangan militer di Selat Hormuz memicu ketidakpastian pasokan energi global dan meningkatkan harga minyak Brent serta WTI secara signifikan.

Suara.com - Harga minyak mentah dunia kembali bergerak menguat pada perdagangan Selasa (14/7/2026), menempatkan komoditas energi ini pada level tertinggi dalam empat pekan terakhir.

Eskalasi ini dipicu oleh keputusan Amerika Serikat (AS) yang memberlakukan kembali blokade maritim terhadap pengapalan Iran, bersamaan dengan meningkatnya intensitas serangan kedua belah pihak di Selat Hormuz yang memperparah ketidakpastian arus distribusi energi global.

Berdasarkan data perdagangan pada pukul 00.51 GMT, kontrak berjangka minyak mentah jenis Brent merangkak naik USD1,68 atau sekitar 2 persen menuju posisi USD84,98 per barel.

Sejalan dengan itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) pasokan AS terkerek USD1,65 atau 2,1 persen ke level USD79,79 per barel. Penguatan hari ini melanjutkan reli tajam pada sesi sebelumnya, di mana Brent sempat melonjak 9,6 persen yang mencatatkan pertumbuhan harian terbesar sejak Mei 2020.

Posisi harga saat ini menjadi yang tertinggi sejak AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perselisihan pada 17 Juni lalu. Ketegangan baru ini praktis mengikis optimisme perdamaian yang sempat terbangun.

Serangan Rudal Targetkan Tanker Uni Emirat Arab

Ketidakpastian pasar diperparah oleh insiden keamanan serius di jalur laut strategis. Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan bahwa dua kapal tanker milik mereka dihantam oleh dua rudal jelajah Iran saat melintasi jalur selatan Selat Hormuz, tepatnya di dalam wilayah perairan Oman pada hari Senin kemarin.

Insiden tersebut dilaporkan menewaskan satu awak kapal berkebangsaan India dan melukai delapan personil lainnya.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump secara terbuka menyatakan kepada media bahwa pihaknya telah mengaktifkan kembali blokade terhadap aktivitas pelayaran Iran.

baca juga

Dalam pernyataannya, Trump juga menegaskan keinginan agar AS mendapatkan kompensasi atau penggantian biaya atas peran militernya dalam melindungi keamanan negara-negara sekutu di kawasan Selat Hormuz.

Kepala Analis Pasar dari KCM Trade, Tim Waterer, menilai bahwa langkah sepihak AS serta respons militer dari Iran secara instan menyuntikkan sentimen risiko baru ke dalam pasar komoditas.

"Meskipun penutupan total jalur pelayaran belum terjadi, benturan kepentingan dari kedua belah pihak telah membuat peta pasokan energi menjadi sangat tidak menentu," jelas Waterer dalam analisis tertulisnya.

Dinamika militer di lapangan terus berlanjut tanpa jeda. Komando Sentral AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa mereka telah melancarkan gelombang serangan udara untuk malam ketiga berturut-turut ke wilayah Iran.

Sementara itu, kantor berita semi-resmi Iran, YJC, melaporkan terdengarnya tujuh ledakan besar di kota pelabuhan Bandar Abbas serta dua ledakan tambahan di Pulau Kish pada Selasa pagi.

Ketegangan di Selat Hormuz berisiko meluas ke wilayah sekitar Teluk. Di Yaman, kelompok Houthi dilaporkan melepaskan tembakan rudal ke arah Arab Saudi, setelah menuduh kerajaan tersebut melakukan pemboman terhadap bandara yang berada di bawah kendali mereka pada hari Senin.

Manajer Portofolio Gabelli Funds, Simon Wong, memperingatkan bahwa perluasan konflik ini dapat berdampak lebih fatal pada jalur logistik alternatif.

"Apabila kelompok Houthi memperluas jangkauan serangan mereka hingga menyasar jalur distribusi minyak mentah milik Arab Saudi di Laut Merah, hal itu akan menambah beban ketidakpastian baru bagi arus pasokan dari wilayah tersebut," urai Wong.

Di tengah peliknya isu geopolitik Timur Tengah, indikator domestik dari negara konsumen juga turut memengaruhi psikologis pasar.

Hasil jajak pendapat awal yang dilakukan Reuters pada hari Senin menunjukkan adanya perkiraan penurunan stok minyak mentah komersial AS untuk pekan lalu, meskipun cadangan produk turunan seperti bensin dan minyak sulingan diestimasikan mengalami kenaikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump Mau 'Jajah' Iran dan Rebut Fasilitas Nuklir Rahasia

Trump Mau 'Jajah' Iran dan Rebut Fasilitas Nuklir Rahasia

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 08:07 WIB

Penampakan Lusinan Pesawat Tempur AS Terbang di Selat Hormuz, Siap-siap Gempur Iran Lagi

Penampakan Lusinan Pesawat Tempur AS Terbang di Selat Hormuz, Siap-siap Gempur Iran Lagi

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 07:50 WIB

Donald Trump Bandingkan Kondisi Perang Amerika Serikat dengan Vietnam dan Iran, Apa Katanya?

Donald Trump Bandingkan Kondisi Perang Amerika Serikat dengan Vietnam dan Iran, Apa Katanya?

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 07:41 WIB

Perang AS-Iran Memanas: Wall Street Terpukul, Harga Minyak Melonjak!

Perang AS-Iran Memanas: Wall Street Terpukul, Harga Minyak Melonjak!

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 07:28 WIB

Orang India Jadi Korban Serangan Iran, 2 Tanker Uni Emirat Arab Dirudal

Orang India Jadi Korban Serangan Iran, 2 Tanker Uni Emirat Arab Dirudal

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 07:13 WIB

Perang Timur Tengah Memanas: Iran Serang Dua Kapal Tanker di Selat Hormuz, 1 Tewas

Perang Timur Tengah Memanas: Iran Serang Dua Kapal Tanker di Selat Hormuz, 1 Tewas

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 07:11 WIB

Terkini

Duka di Cikarang Utara: Ayah dan Anak Tewas Usai Ledakan Tabung Gas Hanguskan Rumah

Duka di Cikarang Utara: Ayah dan Anak Tewas Usai Ledakan Tabung Gas Hanguskan Rumah

Jabar | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Sapu Bersih 40 Suara! Emil Dardak Kembali Pimpin Demokrat Jatim Secara Aklamasi

Sapu Bersih 40 Suara! Emil Dardak Kembali Pimpin Demokrat Jatim Secara Aklamasi

News | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Tembus Rp189 Miliar! Data PPATK Bongkar Transaksi Judi Daring Warga dan ASN di Lebak

Tembus Rp189 Miliar! Data PPATK Bongkar Transaksi Judi Daring Warga dan ASN di Lebak

Banten | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:23 WIB

Maba UII Langsung Juara Campus League, Alfira Deanika Tundukkan Unggulan UNESA

Maba UII Langsung Juara Campus League, Alfira Deanika Tundukkan Unggulan UNESA

Jawa Tengah | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Menyambangi Tebuireng, Tradisi Ziarah dan Suka Cita Warga NU Jelang Muktamar Ke-35

Menyambangi Tebuireng, Tradisi Ziarah dan Suka Cita Warga NU Jelang Muktamar Ke-35

Jatim | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Momentum HAPERNAS 2026, Perumnas Serahterimakan Hunian kepada Lebih dari 530 Konsumen

Momentum HAPERNAS 2026, Perumnas Serahterimakan Hunian kepada Lebih dari 530 Konsumen

Jabar | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bila Mufakat Buntu, Sidang Pleno III Muktamar Ke-35 NU Sepakati Opsi Voting

Bila Mufakat Buntu, Sidang Pleno III Muktamar Ke-35 NU Sepakati Opsi Voting

Jatim | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bahtsul Masail di Muktamar NU Sepakat Kripto Boleh Ditransaksikan

Bahtsul Masail di Muktamar NU Sepakat Kripto Boleh Ditransaksikan

Bisnis | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:01 WIB

Batas Aman BPA Diperketat! BPOM Resmikan Aturan Baru Kemasan Galon Guna Ulang

Batas Aman BPA Diperketat! BPOM Resmikan Aturan Baru Kemasan Galon Guna Ulang

Banten | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Pabrik Styrofoam di Cileungsi Ludes Terbakar, Percikan Las Hanguskan Bangunan Hingga 7 Mobil

Pabrik Styrofoam di Cileungsi Ludes Terbakar, Percikan Las Hanguskan Bangunan Hingga 7 Mobil

Bogor | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 22:51 WIB

×