Freeport Masih Tertatih, Produksi Tambang Baru Capai 65 Persen Sepanjang 2026

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Selasa, 14 Juli 2026 | 14:16 WIB
Freeport Masih Tertatih, Produksi Tambang Baru Capai 65 Persen Sepanjang 2026
Pekerja Tambang Freeport saat berada di area pertambangan bawah tanah Grasberg, Papua. Foto ist.
baca 10 detik
  • Freeport hanya mampu beroperasi 65% sepanjang 2026 akibat dampak longsor.
  • Smelter Gresik berhenti sejak Desember 2025 karena kekurangan konsentrat.
  • Produksi penuh Freeport baru ditargetkan kembali pada akhir 2027.

Suara.com - Pemulihan operasional PT Freeport Indonesia (PTFI) ternyata berjalan lebih lambat dari yang diperkirakan. Hingga sepanjang 2026, kapasitas produksi tambang bawah tanah perusahaan itu diproyeksikan hanya mencapai sekitar 65 persen dari kapasitas normal, memperpanjang dampak gangguan akibat longsor yang terjadi di area Grasberg Block Cave pada September 2025.

Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa salah satu produsen tembaga terbesar di Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam memulihkan kinerja produksi. Dampaknya tidak hanya dirasakan di sektor hulu, tetapi juga merembet ke aktivitas hilir, termasuk operasional smelter baru di Gresik.

Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan, saat ini operasi tambang masih dibatasi sekitar 60 persen karena perusahaan memprioritaskan aspek keselamatan pasca-insiden longsor.

"Tahun ini kita PTFI masih hanya dalam kapasitas 60 persen dari hulunya, karena memang akibat dari longsoran yang terjadi di bulan September (2025). Kami melakukan perbaikan-perbaikan untuk meyakinkan bahwa ini semuanya betul-betul aman, sehingga produksi ramp-up-nya berjalan tidak secepat perkiraan sebelumnya. Tahun ini masih akan mencapai 65 persen dari total kapasitas," ujar Tony dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Lambatnya pemulihan tersebut membuat target kembali ke produksi normal masih harus menunggu cukup lama. Freeport baru menargetkan kapasitas produksi meningkat menjadi sekitar 75 persen pada semester I 2027, sementara operasi penuh 100 persen baru diperkirakan tercapai menjelang akhir 2027.

Tersendatnya produksi tambang juga berdampak langsung terhadap pasokan konsentrat yang menjadi bahan baku smelter baru PTFI di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik. Kekurangan pasokan menyebabkan fasilitas pemurnian tersebut berhenti beroperasi sejak Desember 2025 setelah stok konsentrat di gudang habis.

Terhentinya operasional smelter selama berbulan-bulan menunjukkan besarnya efek domino dari gangguan produksi di tambang Papua. Padahal, smelter tersebut merupakan salah satu proyek strategis nasional yang diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah mineral di dalam negeri.

Tony mengatakan, penghentian sementara operasional dimanfaatkan perusahaan untuk melakukan pemeliharaan dan perbaikan fasilitas.

"Kita mampu manfaatkan untuk melakukan pemeliharaan-pemeliharaan dan perbaikan-perbaikan," ujarnya.

baca juga

Menurut rencana, smelter Gresik baru akan kembali menerima pasokan konsentrat dari Papua pada September 2026 sebelum secara bertahap meningkatkan kapasitas produksinya hingga akhir tahun.

Sementara menunggu pasokan kembali normal, pengolahan konsentrat Freeport masih bergantung pada PT Smelting yang saat ini menangani hampir separuh produksi konsentrat asal Papua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Negara Kaya Bahan Tambang Tapi Rakyat Tetap Bayar Pajak Tinggi: Salah Siapa?

Negara Kaya Bahan Tambang Tapi Rakyat Tetap Bayar Pajak Tinggi: Salah Siapa?

Your Say | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:09 WIB

Pemerintah Atur Koperasi Bisa Kelola Tambang dan Komoditas Sawit, Ini Mekanismenya

Pemerintah Atur Koperasi Bisa Kelola Tambang dan Komoditas Sawit, Ini Mekanismenya

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 07:10 WIB

Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton pada Semester I 2026

Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton pada Semester I 2026

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:58 WIB

Terkini

Ngamuk Cuma Diberi Rp10 Ribu, Pria Bermasker Hantam Kepala Nenek 71 Tahun di Lampung Barat

Ngamuk Cuma Diberi Rp10 Ribu, Pria Bermasker Hantam Kepala Nenek 71 Tahun di Lampung Barat

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:12 WIB

Bedanya Sunscreen Skin Aqua Tutup Hijau dan Biru Apa? Cek Kecocokannya Sesuai Jenis Kulit

Bedanya Sunscreen Skin Aqua Tutup Hijau dan Biru Apa? Cek Kecocokannya Sesuai Jenis Kulit

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Telkom Raih "SOE In-House of The Year" di ALB Indonesia Law Awards 2026

Telkom Raih "SOE In-House of The Year" di ALB Indonesia Law Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:06 WIB

Mending HP Midrange Baru atau Mantan Flagship Bekas? Ini Analisis Plus Minusnya

Mending HP Midrange Baru atau Mantan Flagship Bekas? Ini Analisis Plus Minusnya

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:04 WIB

Kenapa Orang Superkaya Raup Untung Berkali-kali Lipat dari Krisis Iklim?

Kenapa Orang Superkaya Raup Untung Berkali-kali Lipat dari Krisis Iklim?

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Cegah Kulit Kering, 4 Masker Hidrogel Korea untuk Wajah Lembap dan Sehat

Cegah Kulit Kering, 4 Masker Hidrogel Korea untuk Wajah Lembap dan Sehat

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Bos CFX: Ekosistem Kripto RI Lebih Aman dan Nyaman Dibanding Negara Lain

Bos CFX: Ekosistem Kripto RI Lebih Aman dan Nyaman Dibanding Negara Lain

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:57 WIB

Dimeriahkan Dewa 19 hingga Jamrud, Remember Fest 2026 Satukan Film, Musik, dan Budaya Pop

Dimeriahkan Dewa 19 hingga Jamrud, Remember Fest 2026 Satukan Film, Musik, dan Budaya Pop

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:56 WIB

Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi

Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:53 WIB

Bikin Jera Penipu Investasi Bodong, DPR Perjuangkan Skema Pembagian Aset Pro-Rata untuk Korban

Bikin Jera Penipu Investasi Bodong, DPR Perjuangkan Skema Pembagian Aset Pro-Rata untuk Korban

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:51 WIB

×