Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.267,880
LQ45 625,790
Srikehati 305,028
JII 377,806
USD/IDR 17.830

Ekonomi Global Masuk Fase 'New Normal' Krisis, Pemerintah Waspadai Ancaman ke Indonesia

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 14 Juli 2026 | 14:26 WIB
Ekonomi Global Masuk Fase 'New Normal' Krisis, Pemerintah Waspadai Ancaman ke Indonesia
Suasana gedung bertingkat perkantoran di Jakarta, Kamis (7-3-2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Pemerintah: Ketidakpastian ekonomi global kini menjadi "new normal".
  • Konflik Timur Tengah picu lonjakan komoditas dan ancaman suku bunga naik.
  • Indonesia terancam terdampak karena rentan terhadap gejolak ekonomi global.

Suara.com - Pemerintah mengakui ketidakpastian ekonomi global kini bukan lagi sekadar gejolak sementara. Konflik geopolitik yang terus memanas, lonjakan harga komoditas, hingga potensi kenaikan suku bunga global dinilai telah berubah menjadi "new normal", sehingga memperbesar risiko terhadap perekonomian Indonesia.

Peringatan tersebut disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan, saat membacakan sambutan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dalam Risk and Governance Summit (RGS) 2026 di Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Menurut Ferry, dinamika global saat ini menunjukkan bahwa dunia memasuki era penuh ketidakpastian yang berkepanjangan. Kondisi tersebut membuat risiko ekonomi semakin sulit diprediksi dan berpotensi menekan negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

"Sebagaimana yang kita sama-sama monitor, kita hidup di tengah berbagai ketidakpastian yang mungkin dengan melihat perkembangan yang ada, ini bukan lagi kita bisa bilang sementara, tapi kondisi yang mungkin new normal," ujar Ferry.

Ia menjelaskan, konflik geopolitik, gejolak pasar keuangan, hingga terganggunya rantai pasok global kini saling berkaitan dan menciptakan tekanan berlapis terhadap perekonomian dunia.

Ferry mencontohkan situasi di Timur Tengah yang kembali memanas. Meski sebelumnya sempat muncul harapan perdamaian, eskalasi konflik kembali terjadi sehingga memicu kekhawatiran baru di pasar global.

"Kalau sebelumnya Iran dan US telah menandatangani MoU untuk mereka sepakat untuk damai, hari ini masih saling lempar rudal," katanya.

Menurut dia, memanasnya konflik tersebut telah mendorong harga berbagai komoditas kembali naik. Dampaknya tidak berhenti di situ. Lonjakan harga komoditas juga meningkatkan ekspektasi bahwa bank-bank sentral dunia akan mempertahankan bahkan menaikkan suku bunga lebih lama dari perkiraan.

"Kenaikan harga komoditas menyebabkan ekspektasi suku bunga yang sebelumnya diperkirakan turun, sekarang malah akan naik," ujarnya.

baca juga

Situasi tersebut menjadi ancaman serius bagi Indonesia yang memiliki karakteristik small open economy, karena sangat bergantung pada perdagangan internasional, arus investasi, dan stabilitas pasar keuangan global.

Kenaikan suku bunga global berpotensi memperketat likuiditas, menekan nilai tukar rupiah, meningkatkan biaya pendanaan, hingga memperlambat investasi dan pertumbuhan ekonomi domestik apabila tekanan eksternal terus berlanjut.

Karena itu, Ferry menilai pemerintah dan pelaku usaha harus memperkuat manajemen risiko serta tata kelola agar mampu menghadapi tekanan global yang diperkirakan akan berlangsung dalam jangka panjang.

"Dengan konteks risiko ini, manajemen risiko yang efektif dan tata kelola yang kuat itu tentu menjadi satu hal esensial yang perlu kita sama-sama bangun," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

S&P Pertahankan Rating Indonesia, Pemerintah Sebut Jadi Sinyal Positif bagi Ekonomi

S&P Pertahankan Rating Indonesia, Pemerintah Sebut Jadi Sinyal Positif bagi Ekonomi

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:07 WIB

Permintaan Naik, Bagaimana Meningkatkan Produksi Kopi Tanpa Merusak Hutan dan Keanekaragaman Hayati?

Permintaan Naik, Bagaimana Meningkatkan Produksi Kopi Tanpa Merusak Hutan dan Keanekaragaman Hayati?

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2026 | 11:58 WIB

Bertahan atau Resign? Dilema yang Menghantui Pekerja di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Bertahan atau Resign? Dilema yang Menghantui Pekerja di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Your Say | Selasa, 14 Juli 2026 | 10:00 WIB

Terkini

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota

Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:21 WIB

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki

Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:10 WIB

Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada

Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen

Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:59 WIB

Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Kripto Syariah

Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Kripto Syariah

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:55 WIB

5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review

5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:45 WIB

Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster

Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:35 WIB

×