Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

Ekonomi Global Masuk Fase 'New Normal' Krisis, Pemerintah Waspadai Ancaman ke Indonesia

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 14 Juli 2026 | 14:26 WIB
Ekonomi Global Masuk Fase 'New Normal' Krisis, Pemerintah Waspadai Ancaman ke Indonesia
Suasana gedung bertingkat perkantoran di Jakarta, Kamis (7-3-2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Pemerintah: Ketidakpastian ekonomi global kini menjadi "new normal".
  • Konflik Timur Tengah picu lonjakan komoditas dan ancaman suku bunga naik.
  • Indonesia terancam terdampak karena rentan terhadap gejolak ekonomi global.

Suara.com - Pemerintah mengakui ketidakpastian ekonomi global kini bukan lagi sekadar gejolak sementara. Konflik geopolitik yang terus memanas, lonjakan harga komoditas, hingga potensi kenaikan suku bunga global dinilai telah berubah menjadi "new normal", sehingga memperbesar risiko terhadap perekonomian Indonesia.

Peringatan tersebut disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ferry Irawan, saat membacakan sambutan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dalam Risk and Governance Summit (RGS) 2026 di Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Menurut Ferry, dinamika global saat ini menunjukkan bahwa dunia memasuki era penuh ketidakpastian yang berkepanjangan. Kondisi tersebut membuat risiko ekonomi semakin sulit diprediksi dan berpotensi menekan negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

"Sebagaimana yang kita sama-sama monitor, kita hidup di tengah berbagai ketidakpastian yang mungkin dengan melihat perkembangan yang ada, ini bukan lagi kita bisa bilang sementara, tapi kondisi yang mungkin new normal," ujar Ferry.

Ia menjelaskan, konflik geopolitik, gejolak pasar keuangan, hingga terganggunya rantai pasok global kini saling berkaitan dan menciptakan tekanan berlapis terhadap perekonomian dunia.

Ferry mencontohkan situasi di Timur Tengah yang kembali memanas. Meski sebelumnya sempat muncul harapan perdamaian, eskalasi konflik kembali terjadi sehingga memicu kekhawatiran baru di pasar global.

"Kalau sebelumnya Iran dan US telah menandatangani MoU untuk mereka sepakat untuk damai, hari ini masih saling lempar rudal," katanya.

Menurut dia, memanasnya konflik tersebut telah mendorong harga berbagai komoditas kembali naik. Dampaknya tidak berhenti di situ. Lonjakan harga komoditas juga meningkatkan ekspektasi bahwa bank-bank sentral dunia akan mempertahankan bahkan menaikkan suku bunga lebih lama dari perkiraan.

"Kenaikan harga komoditas menyebabkan ekspektasi suku bunga yang sebelumnya diperkirakan turun, sekarang malah akan naik," ujarnya.

baca juga

Situasi tersebut menjadi ancaman serius bagi Indonesia yang memiliki karakteristik small open economy, karena sangat bergantung pada perdagangan internasional, arus investasi, dan stabilitas pasar keuangan global.

Kenaikan suku bunga global berpotensi memperketat likuiditas, menekan nilai tukar rupiah, meningkatkan biaya pendanaan, hingga memperlambat investasi dan pertumbuhan ekonomi domestik apabila tekanan eksternal terus berlanjut.

Karena itu, Ferry menilai pemerintah dan pelaku usaha harus memperkuat manajemen risiko serta tata kelola agar mampu menghadapi tekanan global yang diperkirakan akan berlangsung dalam jangka panjang.

"Dengan konteks risiko ini, manajemen risiko yang efektif dan tata kelola yang kuat itu tentu menjadi satu hal esensial yang perlu kita sama-sama bangun," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

S&P Pertahankan Rating Indonesia, Pemerintah Sebut Jadi Sinyal Positif bagi Ekonomi

S&P Pertahankan Rating Indonesia, Pemerintah Sebut Jadi Sinyal Positif bagi Ekonomi

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:07 WIB

Permintaan Naik, Bagaimana Meningkatkan Produksi Kopi Tanpa Merusak Hutan dan Keanekaragaman Hayati?

Permintaan Naik, Bagaimana Meningkatkan Produksi Kopi Tanpa Merusak Hutan dan Keanekaragaman Hayati?

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2026 | 11:58 WIB

Bertahan atau Resign? Dilema yang Menghantui Pekerja di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Bertahan atau Resign? Dilema yang Menghantui Pekerja di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Your Say | Selasa, 14 Juli 2026 | 10:00 WIB

Terkini

Purbaya Janji Tak Naikkan Pajak Meski Ada Ancaman Shortfall Rp 46,9 Triliun

Purbaya Janji Tak Naikkan Pajak Meski Ada Ancaman Shortfall Rp 46,9 Triliun

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:27 WIB

Prospek Cerah MDKA, Sahamnya Bisa Tembus Rp3.100

Prospek Cerah MDKA, Sahamnya Bisa Tembus Rp3.100

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:23 WIB

Freeport Masih Tertatih, Produksi Tambang Baru Capai 65 Persen Sepanjang 2026

Freeport Masih Tertatih, Produksi Tambang Baru Capai 65 Persen Sepanjang 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:16 WIB

S&P Pertahankan Rating Indonesia, Pemerintah Sebut Jadi Sinyal Positif bagi Ekonomi

S&P Pertahankan Rating Indonesia, Pemerintah Sebut Jadi Sinyal Positif bagi Ekonomi

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:07 WIB

Investor Asing Kabur Lagi Rp501 Miliar di Sesi I, BUMI Jadi Sasaran

Investor Asing Kabur Lagi Rp501 Miliar di Sesi I, BUMI Jadi Sasaran

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:37 WIB

Rupiah Bergejolak, Pemerintah Bakal Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal

Rupiah Bergejolak, Pemerintah Bakal Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:13 WIB

IHSG Bertahan di Level 6.000 hingga Sesi I, WIFI dan ENRG Jadi Bintang

IHSG Bertahan di Level 6.000 hingga Sesi I, WIFI dan ENRG Jadi Bintang

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:31 WIB

Harga Emas Antam Logam Mulia Terbaru 14 Juli 2026: dari 0,5 Gram hingga 1.000 Gram

Harga Emas Antam Logam Mulia Terbaru 14 Juli 2026: dari 0,5 Gram hingga 1.000 Gram

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:22 WIB

Komoditas Sawit Indonesia Bergantung pada CPO Mentah, Pengamat: Risiko Besar

Komoditas Sawit Indonesia Bergantung pada CPO Mentah, Pengamat: Risiko Besar

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:09 WIB

PNM dan Danantara Perluas Pelayanan hingga 516 Jaringan di Wilayah 3T

PNM dan Danantara Perluas Pelayanan hingga 516 Jaringan di Wilayah 3T

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:01 WIB

×