Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.565.000
Beli Rp2.437.000
IHSG 6.039,521
LQ45 598,887
Srikehati 293,773
JII 363,965
USD/IDR 18.094

Produk Tembakau Alternatif Bisa Bantu Perokok Dewasa Beralih, Tapi Tetap Berisiko

Achmad Fauzi

Rabu, 15 Juli 2026 | 18:48 WIB
Produk Tembakau Alternatif Bisa Bantu Perokok Dewasa Beralih, Tapi Tetap Berisiko
Ilustrasi vape [freepik/master1305]
baca 10 detik
  • Penelitian Penn State College of Medicine Mei 2026 menunjukkan produk tembakau alternatif membantu perokok dewasa beralih dari rokok konvensional.
  • Pengguna produk alternatif terbukti mengalami penurunan signifikan paparan zat berbahaya karena tidak adanya proses pembakaran tembakau saat digunakan.
  • Para ahli menegaskan produk tembakau alternatif tetap memiliki risiko dan hanya diperuntukkan bagi perokok dewasa, bukan kelompok lainnya.

Suara.com - Produk tembakau alternatif seperti rokok elektronik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantung nikotin kembali menjadi sorotan setelah sebuah uji klinis dari Pennsylvania State College of Medicine menunjukkan potensi produk tersebut dalam membantu perokok dewasa beralih dari kebiasaan merokok sekaligus mengurangi paparan sejumlah zat berbahaya.

Meski demikian, para peneliti maupun pelaku industri menegaskan bahwa produk tembakau alternatif bukan merupakan produk tanpa risiko dan penggunaannya hanya diperuntukkan bagi perokok dewasa yang ingin beralih dari rokok konvensional.

Dalam penelitian berjudul Toxicant Exposures After Switching From Cigarettes to a Pod-Based Electronic Cigarette yang dipublikasikan pada Mei 2026, peneliti menemukan peserta yang menggunakan produk tembakau alternatif dalam jangka pendek memiliki peluang sekitar tiga kali lebih besar untuk beralih dari kebiasaan merokok dibandingkan peserta yang menggunakan produk tanpa nikotin.

Studi tersebut juga mencatat adanya penurunan sejumlah biomarker paparan zat berbahaya pada kelompok pengguna produk tembakau alternatif. Temuan ini memperkuat pemahaman bahwa sebagian besar zat berbahaya berasal dari proses pembakaran tembakau, bukan dari nikotin itu sendiri.

Associate Professor Department of Public Health Sciences, Penn State College of Medicine, Jessica M. Yingst, mengatakan hasil uji klinis tersebut dapat menjadi salah satu temuan penting dalam pendekatan pengurangan risiko bagi perokok dewasa yang belum berhasil berhenti merokok melalui metode lain.

Ilustrasi Vape (Unsplash/@elsaolofsson)
Ilustrasi Vape (Unsplash/@elsaolofsson)

"Bagi perokok yang belum berhasil berhenti merokok melalui pendekatan yang direkomendasikan, penelitian ini menunjukkan bahwa beralih ke produk tembakau alternatif dikaitkan dengan pengurangan nyata paparan zat beracun berbahaya sekaligus mendukung transisi dari kebiasaan merokok. Ini merupakan temuan yang bermakna bagi kesehatan masyarakat," ujar Yingst, dikutip Rabu (15/7/2026).

Yingst menjelaskan bahwa nikotin memang dapat menyebabkan ketergantungan. Namun, menurutnya, penyebab utama berbagai penyakit yang berkaitan dengan kebiasaan merokok berasal dari senyawa berbahaya yang terbentuk saat tembakau dibakar.

"Penghantaran nikotin yang memadai menjadi faktor kunci dalam proses peralihan. Produk tembakau alternatif menyediakan nikotin bagi konsumen sekaligus mengurangi paparan terhadap berbagai zat kimia berbahaya secara signifikan," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Konsumen Vape Indonesia (AKVINDO), Paido Siahaan, menyambut baik hasil penelitian tersebut. Menurutnya, temuan itu menambah bukti ilmiah mengenai potensi produk tembakau alternatif dalam mengurangi paparan zat berbahaya bagi perokok dewasa yang beralih dari rokok.

baca juga

"Penelitian ini menunjukkan bahwa peserta tetap memperoleh nikotin, namun dengan paparan zat berbahaya yang menurun. Temuan ini semakin memperkuat pemahaman bahwa sebagian besar zat berbahaya berasal dari proses pembakaran tembakau, sehingga dengan menghilangkan proses pembakaran, paparan terhadap sejumlah zat berbahaya dapat dikurangi," kata Paido.

Meski demikian, Paido mengingatkan bahwa hasil penelitian tersebut tidak berarti produk tembakau alternatif bebas risiko. Menurutnya, edukasi kepada masyarakat harus terus diperkuat agar penggunaan produk dilakukan secara tepat sasaran.

"Edukasi tentang produk tembakau alternatif perlu dilakukan secara berkala agar semakin banyak yang paham bahwa produk ini bukan untuk yang di bawah umur, perempuan hamil, maupun non-perokok. Bagi perokok dewasa yang belum mampu beralih dari kebiasaan merokok, penggunaan produk tembakau alternatif yang tidak dibakar dapat menjadi pendekatan pengurangan bahaya yang lebih rasional dibandingkan terus merokok," pungkas Paido.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aturan Kemasan Rokok Polos Dinilai Ancam 1,2 Juta Lapangan Kerja

Aturan Kemasan Rokok Polos Dinilai Ancam 1,2 Juta Lapangan Kerja

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 16:23 WIB

Produk Tembakau Alternatif Dinilai Kurangi Paparan Tar, Benarkah?

Produk Tembakau Alternatif Dinilai Kurangi Paparan Tar, Benarkah?

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 06:49 WIB

Aturan Kemasan Rokok Tuai Polemik, Hak Konsumen Dinilai Diabaikan

Aturan Kemasan Rokok Tuai Polemik, Hak Konsumen Dinilai Diabaikan

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 05:05 WIB

Terkini

Produk Tembakau Alternatif Bisa Bantu Perokok Dewasa Beralih, Tapi Tetap Berisiko

Produk Tembakau Alternatif Bisa Bantu Perokok Dewasa Beralih, Tapi Tetap Berisiko

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:48 WIB

Daftar Pemain Terkuat dan Berpengaruh di Piala Dunia 2026

Daftar Pemain Terkuat dan Berpengaruh di Piala Dunia 2026

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:45 WIB

Sebulan Tak Diguyur Hujan, Sungai Cisadane Mulai Mengering

Sebulan Tak Diguyur Hujan, Sungai Cisadane Mulai Mengering

Foto | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:40 WIB

Asing Jual Bersih Rp160 Miliar, BMRI hingga RANS Malah Diborong

Asing Jual Bersih Rp160 Miliar, BMRI hingga RANS Malah Diborong

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:40 WIB

Bukan Didorong, ASN Nias Tewas Lompat dari Apartemen di Medan Gegara Diperas 2 Wanita

Bukan Didorong, ASN Nias Tewas Lompat dari Apartemen di Medan Gegara Diperas 2 Wanita

Sumut | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:38 WIB

Terbitkan Sprindik Baru, Kejagung Sebut Febrie Adriansyah Kini Berstatus Saksi

Terbitkan Sprindik Baru, Kejagung Sebut Febrie Adriansyah Kini Berstatus Saksi

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:36 WIB

Strategi Agresif Geely Rebut Pasar Indonesia Hingga Masuk Tiga Besar Merek Tiongkok Terlaris

Strategi Agresif Geely Rebut Pasar Indonesia Hingga Masuk Tiga Besar Merek Tiongkok Terlaris

Otomotif | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:35 WIB

Wajah Baru TPA Tamangapa Mulai Terlihat, Bau Sampah Berkurang

Wajah Baru TPA Tamangapa Mulai Terlihat, Bau Sampah Berkurang

Sulsel | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:24 WIB

Ada Isu Mark Up Pikap Kopdes Merah Putih, Purbaya Ogah Cairkan Anggaran Sebelum Audit

Ada Isu Mark Up Pikap Kopdes Merah Putih, Purbaya Ogah Cairkan Anggaran Sebelum Audit

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:23 WIB

Koalisi Masyarakat Sipil Nilai Tak Ada Alasan Lanjutkan Program MBG

Koalisi Masyarakat Sipil Nilai Tak Ada Alasan Lanjutkan Program MBG

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:22 WIB

×