- Ekonom Bank Permata Josua Pardede memproyeksikan Bank Indonesia menahan suku bunga di angka 5,75 persen pada Juli 2026.
- Keputusan kehati-hatian tersebut diambil untuk menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan inflasi agar tetap sesuai sasaran bank sentral.
- Tindakan menahan suku bunga bertujuan memberikan waktu bagi penyesuaian pasar tanpa menekan pertumbuhan ekonomi secara berlebihan.
"BI perlu memberi waktu agar kenaikan suku bunga 100bps bekerja ke pasar uang, obligasi, nilai tukar, kredit, dan ekspektasi inflasi. Kenaikan tambahan yang terlalu cepat dapat memberi sinyal panik dan justru menekan pertumbuhan," bebernya.

Jadi, keputusan menahan dengan komunikasi tegas lebih sehat daripada menaikkan suku bunga hanya untuk mengejar sentimen jangka pendek.
Dia menerangkan, pasar saat ini lebih membutuhkan sinyal kepastian daripada kenaikan suku bunga tambahan, sepanjang rupiah tidak bergerak liar.
"Sinyal yang dibutuhkan adalah BI siap menjaga rupiah, menjaga imbal hasil instrumen rupiah tetap kompetitif, melakukan intervensi terukur, dan tidak membuka ruang penurunan suku bunga terlalu cepat," tegasnya.