Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.334,476
LQ45 632,546
Srikehati 309,556
JII 380,675
USD/IDR 17.905

BI Gelontorkan Insentif Likuiditas Rp431,9 Triliun, Bank Himbara Dapat Ratusan Triliun

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Kamis, 23 Juli 2026 | 07:21 WIB
BI Gelontorkan Insentif Likuiditas Rp431,9 Triliun, Bank Himbara Dapat Ratusan Triliun
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo. [Suara.com/Rina Anggraeni].
baca 10 detik
  • Hingga Juli 2026, Bank Indonesia menyalurkan insentif KLM sebesar Rp431,9 triliun untuk mendukung sektor prioritas perbankan.
  • Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan kredit perbankan nasional pada Juni 2026 tumbuh kuat mencapai 12,67 persen.
  • Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit sepanjang tahun 2026 tetap terjaga pada kisaran 8 hingga 12 persen.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) terus memperkuat kebijakan makroprudensial yang akomodatif untuk mendorong pertumbuhan kredit perbankan dan menopang pemulihan ekonomi nasional.

Hingga minggu pertama Juli 2026, bank sentral telah menyalurkan insentif melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) sebesar Rp431,9 triliun kepada industri perbankan.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan kebijakan makroprudensial longgar terus dioptimalkan agar penyaluran kredit dan pembiayaan kepada sektor-sektor prioritas semakin meningkat.

"Kebijakan makroprudensial longgar terus ditempuh melalui optimalisasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk mendorong peningkatan kredit atau pembiayaan perbankan ke sektor prioritas," ujar Perry Warjiyo dalam paparan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, dikutip Kamis (23/7/2026).

Dari total insentif tersebut, alokasi melalui lending channel mencapai Rp369,0 triliun, sedangkan melalui interest rate channel sebesar Rp62,9 triliun. 

Berdasarkan kelompok bank, insentif KLM disalurkan kepada bank-bank BUMN sebesar Rp219,6 triliun, bank swasta nasional sebesar Rp172,5 triliun, bank pembangunan daerah (BPD) sebesar Rp31,7 triliun, dan kantor cabang bank asing (KCBA) sebesar Rp8,1 triliun.

Ilustrasi bank. [Pixabay]
Ilustrasi bank. [Pixabay]

"Secara sektoral, insentif tersebut diarahkan untuk mendukung pembiayaan sektor prioritas, meliputi pertanian, industri dan hilirisasi, jasa termasuk ekonomi kreatif, konstruksi, real estate dan perumahan, serta sektor UMKM, koperasi, inklusi keuangan, dan pembiayaan berkelanjutan," bebernya.

Perry menegaskan, BI akan terus memperkuat implementasi kebijakan makroprudensial yang akomodatif, termasuk melalui penguatan KLM untuk mendukung pendalaman pasar uang.

"Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat implementasi kebijakan makroprudensial yang akomodatif antara lain melalui penguatan KLM untuk mendukung pendalaman pasar uang, serta kebijakan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) dan Rasio Pendanaan Luar Negeri Bank (RPLN) yang telah dimanfaatkan oleh bank sejak 1 Juli 2026 untuk meningkatkan fleksibilitas perbankan dalam memperoleh pendanaan guna terus mendukung penyaluran kredit atau pembiayaan perbankan," tutur Perry.

baca juga

Ia menambahkan, koordinasi dengan pemerintah, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), dan industri perbankan akan terus diperkuat guna menjaga ketahanan likuiditas sekaligus mendorong pertumbuhan kredit.

Dalam kesempatan yang sama, Perry mengungkapkan, pertumbuhan kredit perbankan menunjukkan tren yang semakin kuat. 

Pada Juni 2026, kredit perbankan tumbuh 12,67 persen secara tahunan (year on year/yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan Mei 2026 yang sebesar 11,51 persen.

Menurut Perry, peningkatan tersebut didorong oleh pertumbuhan seluruh jenis kredit.

"Peran kredit perbankan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi terus meningkat. Pertumbuhan kredit perbankan pada Juni 2026 tercatat sebesar 12,67 persen secara tahunan, meningkat dari pertumbuhan Mei 2026 sebesar 11,51 persen secara tahunan," ujar Perry.

Berdasarkan jenis penggunaannya, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni 24,90 persen secara tahunan. 

Sementara itu, kredit modal kerja tumbuh 8,94 persen dan kredit konsumsi meningkat 5,75 persen.

Bank Indonesia, Jakarta. [Antara//M Risyal Hidayat/wsj]
Bank Indonesia, Jakarta. [Antara//M Risyal Hidayat/wsj]

Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 tetap berada pada kisaran 8 persen hingga 12 persen. 

Optimisme tersebut didukung masih besarnya potensi permintaan pembiayaan, tercermin dari fasilitas pinjaman yang belum dimanfaatkan (undisbursed loan) sebesar Rp2.490 triliun, atau setara 21,52 persen dari total plafon kredit yang tersedia.

Selain itu, dari sisi penawaran, minat perbankan untuk menyalurkan kredit dinilai tetap tinggi dan ditopang oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai 10,21 persen secara tahunan.

BI juga mencatat suku bunga deposito tenor satu bulan pada Juni 2026 berada di level 4,76 persen, sedangkan rata-rata suku bunga kredit tercatat 8,81 persen. 

Bank sentral berharap perkembangan suku bunga tersebut, bersama peningkatan transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK), dapat semakin mendorong pertumbuhan kredit dan pembiayaan ke sektor riil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penjualan Eceran Juni 2026 Turun Tipis, BI Pastikan Konsumsi Rumah Tangga Masih Solid

Penjualan Eceran Juni 2026 Turun Tipis, BI Pastikan Konsumsi Rumah Tangga Masih Solid

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 07:24 WIB

Indeks Keyakinan Konsumen Turun ke 117,8 pada Juni 2026, BI: Masyarakat Masih Optimistis

Indeks Keyakinan Konsumen Turun ke 117,8 pada Juni 2026, BI: Masyarakat Masih Optimistis

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 07:17 WIB

Cadangan Devisa Naik Hingga Akhir Juni Jadi Rp2.606 T

Cadangan Devisa Naik Hingga Akhir Juni Jadi Rp2.606 T

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 12:02 WIB

OJK Pangkas Pembaruan Status SLIK, Akses KPR dan Kredit UMKM Dipercepat

OJK Pangkas Pembaruan Status SLIK, Akses KPR dan Kredit UMKM Dipercepat

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 17:38 WIB

Purbaya Akhirnya Buka-bukaan Kenapa Rupiah Lemah, Tapi Ogah Disalahkan

Purbaya Akhirnya Buka-bukaan Kenapa Rupiah Lemah, Tapi Ogah Disalahkan

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 10:35 WIB

Neraca Perdagangan Indonesia Defisit 1,61 Miliar Dolar AS pada Mei 2026, BI Bakal Lakukan Ini

Neraca Perdagangan Indonesia Defisit 1,61 Miliar Dolar AS pada Mei 2026, BI Bakal Lakukan Ini

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:08 WIB

Terkini

BI Gelontorkan Insentif Likuiditas Rp431,9 Triliun, Bank Himbara Dapat Ratusan Triliun

BI Gelontorkan Insentif Likuiditas Rp431,9 Triliun, Bank Himbara Dapat Ratusan Triliun

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:21 WIB

7 Cara Mengetahui Bentuk Kaki untuk Sepatu Lari, Ternyata Tiap Orang Beda

7 Cara Mengetahui Bentuk Kaki untuk Sepatu Lari, Ternyata Tiap Orang Beda

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:13 WIB

Sudaryono dari Partai Apa? Ditunjuk Jadi Kepala BGN yang Baru

Sudaryono dari Partai Apa? Ditunjuk Jadi Kepala BGN yang Baru

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:12 WIB

Donny Ermawan Rangkap Jabatan Wamenhan dan Gubernur URI, Sebut Ada Irisan Tugas

Donny Ermawan Rangkap Jabatan Wamenhan dan Gubernur URI, Sebut Ada Irisan Tugas

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:11 WIB

6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak

6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:05 WIB

Babak Baru Skandal Bea Cukai: KPK Tetapkan Kepala Bea Cukai Kediri Gatot Heroe Tersangka!

Babak Baru Skandal Bea Cukai: KPK Tetapkan Kepala Bea Cukai Kediri Gatot Heroe Tersangka!

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:00 WIB

25 Twibbon Hari Anak Nasional 2026 Gratis, Lengkap dengan Link Download dan Cara Memakainya

25 Twibbon Hari Anak Nasional 2026 Gratis, Lengkap dengan Link Download dan Cara Memakainya

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 07:00 WIB

4 Zodiak dengan Horoskop Terbaik Hari Ini 23 Juli 2026: Panen Rezeki dan Peluang

4 Zodiak dengan Horoskop Terbaik Hari Ini 23 Juli 2026: Panen Rezeki dan Peluang

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 06:53 WIB

Foto Terakhir di KM Nurul Salsa: Kakek 80 Tahun Rela Melepas Pelampung Demi Sang Cucu

Foto Terakhir di KM Nurul Salsa: Kakek 80 Tahun Rela Melepas Pelampung Demi Sang Cucu

Sulsel | Kamis, 23 Juli 2026 | 06:35 WIB

Situ Ciburuy Mulai Mengering, Daratan Muncul di Tengah Danau

Situ Ciburuy Mulai Mengering, Daratan Muncul di Tengah Danau

Foto | Kamis, 23 Juli 2026 | 06:00 WIB

×