- Federal Reserve menahan suku bunga acuan dan memicu kebingungan pasar karena minimnya kejelasan kebijakan penanganan inflasi.
- Tiga dari dua belas anggota FOMC menolak keputusan tersebut dan mengusulkan kenaikan suku bunga sebesar seperempat poin.
- Lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah jangka panjang membuat pelaku pasar keuangan mempertanyakan kredibilitas bank sentral.
"Pernyataannya melibatkan banyak frasa yang disusun dengan baik, tetapi sangat minim pandangan makroekonomi yang koheren," tulis Feroli.
Kebingungan ini langsung tercermin pada pergerakan pasar obligasi. Dinamika kurva imbal hasil (yield curve) obligasi Treasury AS mengalami perubahan drastis pada hari Rabu:
Imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 2 tahun mengalami penurunan.
Sebaliknya, imbal hasil untuk tenor 10 tahun dan 30 tahun justru bergerak naik.
Bahkan, imbal hasil obligasi 30 tahun—yang sangat sensitif terhadap ekspektasi inflasi—menembus level 5,20% untuk pertama kalinya sejak pertengahan tahun 2007.
Merespons anomali pasar keuangan ini, para ekonom di Bank of America merilis sebuah catatan analitik berjudul "Doved and Confused" (Doved dan Bingung). Secara gamblang, mereka menyimpulkan bahwa pasar keuangan saat ini sedang mempertanyakan kredibilitas The Fed dalam mengendalikan laju inflasi.