- Platform Pluang meluncurkan fitur Agentic Trading pada 4 Agustus 2026 untuk menghubungkan asisten AI dengan akun investasi pengguna di Indonesia.
- Fitur baru ini memungkinkan investor ritel menggunakan ChatGPT, Claude, dan Gemini untuk menganalisis portofolio serta mengeksekusi transaksi secara langsung.
- Pluang menerapkan sistem keamanan ketat termasuk konfirmasi manual, batas pengeluaran maksimal, serta token sekali pakai untuk setiap transaksi pengguna.
Suara.com - Untuk pertama kalinya di Indonesia, investor ritel kini dapat menghubungkan asisten AI terkemuka seperti ChatGPT (OpenAI), Claude (Anthropic), dan Gemini (Google) langsung ke portofolio trading saham dan kripto.
Fitur trading dengan AI tersebut dihadirkan platform Pluang lewat peluncuran Pluang Agentic Trading. Kemunculan fitur ini menjadikan Pluang sebagai platform investasi pertama di Indonesia yang menghubungkan asisten AI secara langsung ke akun investasi pengguna.
Berkat itu, pengguna akan dapat memberikan instruksi kepada ChatGPT, Claude, hingga Gemini untuk meninjau portofolio, melakukan riset investasi, serta mengeksekusi transaksi nyata di berbagai kelas aset, semuanya hanya dalam satu jendela obrolan (chat). Fitur ini diperkenalkan melalui lingkungan rilis terkontrol (beta) untuk kelompok pengguna terbatas yang telah masuk dalam daftar aman (whitelist).
Director of Marketing & Commercial Pluang, Andreas Agung Hendrawan menyatakan kalau selama ini analisis investasi berkualitas tinggi hanya menjadi hak istimewa segelintir orang—mereka yang berada di institusi finansial profesional, memiliki akses langganan riset mahal, atau berada di pusat finansial.
"Pluang Agentic Trading mendobrak batasan tersebut. Kini, investor di Jayapura atau Jember memiliki kekuatan analisis dan eksekusi yang setara dengan investor di Jakarta, atau bahkan di Singapura atau Hong Kong. Ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk mendemokratisasi penciptaan kekayaan dan meningkatkan literasi keuangan nasional," katanya dalam siaran pers, Selasa (4/8/2026).
Agentic Trading adalah teknologi investasi terintegrasi yang memungkinkan asisten AI (Artificial Intelligence) tidak hanya melakukan riset dan analisis pasar, tetapi juga mengambil tindakan nyata (eksekusi beli/jual) langsung di dalam akun investasi aktif pengguna. Seluruh proses ini berjalan dengan izin dan kendali penuh dari pengguna.
![Pluang Agentic Trading. [Pluang]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/04/32110-pluang-agentic-trading.jpg)
Agentic Trading dibangun di atas fondasi Aura AI, fitur analisis AI bawaan Pluang yang juga pionir di Indonesia. Pluang Agentic Trading berevolusi dari sekadar pemberi insight (wawasan) menjadi eksekutor melalui platform AI favorit pengguna.
Sebagai perbandingan, platform global seperti Robinhood, Interactive Brokers, dan TradeStation baru memperkenalkan fitur asisten AI serupa bagi investor di Amerika Serikat pada awal 2026. Pluang berhasil membawa model ini ke Indonesia hanya dalam hitungan bulan sejak debut globalnya.
Setidaknya ada lima fitur utama Pluang Agentic Trading. Pertama, pengguna bisa menganalisis portofolio secara real time seperti mengecek ringkasan aset, saldo, dan posisi terkini di saham AS, saham Indonesia, emas, aset crypto, hingga Crypto Futures.
Kedua Eksekusi Market dan Limit Order. Pengguna bisa melakukan transaksi beli dan jual lintas aset cukup dengan perintah bahasa sehari-hari. Setiap transaksi wajib melewati langkah konfirmasi manual oleh pengguna.
Ketiga, Akses Data Pasar Langsung. Pengguna bisa mengambil data harga real-time dan indikator teknikal sebagai bahan analisis obrolan AI.
Keempat, Backtest Strategi Investasi. Ini menguji strategi dengan data historis menggunakan sistem data Pluang tanpa harus keluar dari layar obrolan AI.
Kelima, Rangkuman Riset Otomatis. Pengguna meminta AI untuk membaca ribuan halaman prospektus, laporan keuangan, atau berita pasar, dan merangkum intisarinya untuk pengambilan keputusan.
Kendati begitu, fitur AI Pluang ini bukan robot trading otomatis karena tidak pernah bertransaksi sendiri, tidak menjanjikan kepastian profit, dan menempatkan keputusan akhir 100 persen di tangan pengguna.
Pengguna juga perlu konfirmasi wajib, karena tidak ada satupun transaksi yang berjalan tanpa ketukan konfirmasi (Persetujuan). Pluang juga memberlakukan batas maksimal pengeluaran per pesanan (order), per hari, dan per kelas aset yang dikunci langsung dari sisi server.
Selain itu, setiap order dilengkapi token sekali pakai berbatas waktu untuk mencegah order ganda. Data eksternal dibaca secara ketat sebagai "informasi", bukan "instruksi", guna menangkal serangan manipulasi prompt AI.
Perlu diketahui bahwa seluruh analisis yang terkoneksi dengan Pluang Agentic Trading dihasilkan oleh asisten AI pilihan pengguna, bukan oleh Pluang.
Hasil analisis dapat mengandung kesalahan, keterlambatan, kelalaian, atau estimasi probabilistik. Sehingga pengguna tidak disarankan hanya mengandalkan output AI dan tetap perlu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
"Pluang Agentic Trading dirancang dengan prinsip bahwa pengaman harus tertanam kuat di level infrastruktur kami, bukan sekadar bergantung pada algoritma model AI. Taruhannya adalah keamanan dana pengguna, dan bagi kami itu prioritas utama," jelas Claudia Kolonas selaku Co-Founder Pluang.