Sektor Pertambangan Jadi Satu-satunya Terkontraksi pada Kuartal II 2026, Ini Penyebabnya

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:30 WIB
Sektor Pertambangan Jadi Satu-satunya Terkontraksi pada Kuartal II 2026, Ini Penyebabnya
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan sektor pertambangan menjadi satu-satunya lapangan usaha yang mengalami kontraksi pada triwulan II 2026, Jakarta, Rabu (5/8/2025). [Suara.com/Fakhri]
baca 10 detik
  • Badan Pusat Statistik mencatat sektor pertambangan Indonesia terkontraksi 1,64 persen pada triwulan II 2026.
  • Kontraksi tersebut dipicu penurunan produksi bijih logam, penataan kuota batu bara, serta turunnya produktivitas migas.
  • Ekonomi nasional tetap tumbuh positif sebesar 5,29 persen dengan industri pengolahan sebagai penyumbang terbesar.

Suara.com - Sektor pertambangan menjadi satu-satunya lapangan usaha yang mengalami kontraksi pada triwulan II 2026, di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat lapangan usaha pertambangan terkontraksi 1,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud, mengatakan, seluruh lapangan usaha mencatat pertumbuhan positif kecuali sektor pertambangan.

"Pada triwulan II-2026, secara year-on-year seluruh lapangan usaha tumbuh positif kecuali lapangan usaha pertambangan," kata Edy dalam konferensi pers di Kantor BPS RI, Selasa (5/8/2026).

Menurut dia, kontraksi sektor pertambangan dipicu oleh penurunan produksi di sejumlah komoditas tambang. Pertambangan bijih logam tercatat menyusut 9,42 persen akibat turunnya produksi bijih bauksit, bijih timah, dan bijih nikel.

Selain itu, operasi tambang bawah tanah Grasberg Block Cave di Papua Tengah juga belum pulih sepenuhnya setelah insiden longsor atau aliran lumpur yang terjadi pada September 2025.

Pertambangan batubara. (Antara/Irwansyah Putra)
Pertambangan batubara. (Antara/Irwansyah Putra)

"Pertambangan bijih logam terkontraksi sebesar 9,42 persen akibat penurunan produksi beberapa komoditas tambang seperti bijih bauksit, bijih timah, bijih nikel. Selain itu juga belum pulihnya operasi tambang bawah tanah di Grasberg Block Cave di Provinsi Papua Tengah pascainsiden longsor atau aliran lumpur pada September tahun 2025," ujarnya.

BPS juga mencatat pertambangan batu bara dan lignit terkontraksi 1,41 persen. Kondisi tersebut dipengaruhi penataan kuota produksi melalui Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2025-2027 sebagai upaya menjaga keseimbangan pasokan dan mendukung perbaikan harga batu bara di pasar internasional.

Sementara itu, pertambangan minyak, gas, dan panas bumi mengalami kontraksi 2,15 persen akibat penurunan alami produktivitas sumur migas serta minimnya penemuan cadangan migas baru.

baca juga

"Pertambangan minyak, gas, dan panas bumi terkontraksi sebesar 2,15 persen disebabkan penurunan tingkat alamiah produktivitas sumur migas, serta minimnya penemuan cadangan migas baru," ucap Edy.

Di sisi lain, BPS mencatat sejumlah lapangan usaha justru mencatat pertumbuhan tinggi pada triwulan II 2026. 

Pengadaan listrik dan gas tumbuh 10,81 persen, penyediaan akomodasi dan makan minum meningkat 10,60 persen, sedangkan sektor informasi dan komunikasi tumbuh 6,97 persen.

Adapun dari sisi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar dengan sumber pertumbuhan sebesar 0,90 persen. 

Disusul sektor perdagangan sebesar 0,83 persen, konstruksi 0,62 persen, serta informasi dan komunikasi sebesar 0,48 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Transisi Ekonomi Hijau Dinilai Mustahil Tanpa Kolaborasi Lintas Sektor

Transisi Ekonomi Hijau Dinilai Mustahil Tanpa Kolaborasi Lintas Sektor

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 09:33 WIB

Tak Hanya Penggerak Ekonomi, Industri Juga Jadi Motor Konservasi Laut

Tak Hanya Penggerak Ekonomi, Industri Juga Jadi Motor Konservasi Laut

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 09:18 WIB

Bantu Ekonomi Negara, Tapi Hilirisasi Industri Agro Masih Minim

Bantu Ekonomi Negara, Tapi Hilirisasi Industri Agro Masih Minim

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:42 WIB

Purbaya Bakal Lebih Aktif Tagih Pajak, Tapi Janji Tak Ada Kenaikan

Purbaya Bakal Lebih Aktif Tagih Pajak, Tapi Janji Tak Ada Kenaikan

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:35 WIB

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Kunci Kebijakan dan Investasi, Data Akurat Cegah Salah Ambil Keputusan

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Kunci Kebijakan dan Investasi, Data Akurat Cegah Salah Ambil Keputusan

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:28 WIB

Petani Tembakau Ingatkan Pemerintah akan Ada 'Tsunami Ekonomi'

Petani Tembakau Ingatkan Pemerintah akan Ada 'Tsunami Ekonomi'

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 19:18 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×