Tak Sekadar Energi Bersih, Panas Bumi Punya Peluang Bisnis

Achmad Fauzi

Jum'at, 11 September 2026 | 09:24 WIB
Tak Sekadar Energi Bersih, Panas Bumi Punya Peluang Bisnis
Pusat Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Salak di Bogor. (Antara/Adimaja).
baca 10 detik
  • PLN Indonesia Power dan South Pole AG menandatangani perjanjian aset karbon proyek PLTP Gunung Salak pada 11 September 2026 di Jakarta.
  • Peningkatan kapasitas PLTP Gunung Salak menghasilkan potensi pengurangan emisi yang dapat dikembangkan menjadi aset karbon bernilai ekonomi untuk diperdagangkan.
  • Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan percepatan transisi energi sangat penting guna mendorong kemandirian dan swasembada energi nasional.

Suara.com - Energi panas bumi tidak hanya memiliki peran sebagai sumber listrik rendah emisi. Pengembangan pembangkit panas bumi juga membuka peluang nilai ekonomi baru melalui pengelolaan aset karbon dari pengurangan emisi.

Peluang tersebut terlihat dalam pengembangan proyek peningkatan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Salak. Potensi pengurangan emisi dari proyek tersebut dapat dikembangkan menjadi aset karbon yang memiliki nilai ekonomi dan diperdagangkan.

Skema ini menjadi salah satu upaya untuk memberikan nilai tambah dari pengembangan energi bersih. Dengan demikian, manfaat pembangkit panas bumi tidak hanya berasal dari energi yang dihasilkan, tetapi juga dari potensi pengurangan emisi yang dihasilkan.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta mengatakan, pengembangan aset karbon dapat menjadi peluang untuk mendukung keberlanjutan pengembangan energi panas bumi.

Ilustrasi: Energi panas bumi. (Shutterstock)
Ilustrasi: Energi panas bumi. (Shutterstock)

"Pengembangan energi baru terbarukan tidak hanya berbicara mengenai penyediaan energi yang lebih bersih, tetapi juga bagaimana setiap potensi pengurangan emisi dapat dikelola menjadi nilai tambah yang berkelanjutan. Melalui pengembangan aset karbon dari PLTP Gunung Salak, kami melihat adanya peluang untuk menciptakan nilai ekonomi sekaligus mendorong keberlanjutan pengembangan energi panas bumi di Indonesia," ujar Bernadus di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Menurut dia, panas bumi memiliki karakteristik sebagai sumber energi bersih yang dapat diandalkan. Karena itu, pengembangan sektor tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kinerja pembangkit, tetapi juga mencari peluang nilai tambah dari aspek lingkungan.

"Geothermal memiliki potensi besar sebagai sumber energi bersih yang andal. Karena itu, kami terus mendorong berbagai inisiatif yang tidak hanya meningkatkan kinerja aset pembangkit, tetapi juga membuka peluang nilai tambah dari aspek lingkungan dan pengurangan emisi," tambahnya.

Pengurangan Emisi Jadi Aset Ekonomi

Pengembangan aset karbon pada PLTP Gunung Salak dilakukan melalui kerja sama antara PLN Indonesia Power dan South Pole AG.

baca juga

Kerja sama tersebut dituangkan melalui penandatanganan Second Amendment to Emission Reduction Purchase Agreement (ERPA) untuk proyek Capacity Upgrade of Gunung Salak Geothermal Power Plant Project Indonesia dalam rangkaian INDOEBTKE CONEX 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta.

Dalam skema tersebut, peningkatan kapasitas PLTP Gunung Salak berpotensi menghasilkan pengurangan emisi. Pengurangan emisi itu selanjutnya dapat dikembangkan menjadi aset karbon yang memiliki nilai ekonomi dan diperdagangkan.

Artinya, pengurangan emisi dari proyek energi panas bumi tidak hanya dipandang sebagai manfaat lingkungan. Potensi tersebut juga dapat menjadi bagian dari nilai ekonomi proyek.

Monetisasi aset karbon diharapkan dapat memberikan insentif tambahan bagi keberlanjutan investasi dan pengembangan energi bersih.

Langkah ini juga sejalan dengan kebutuhan mempercepat transisi energi di tengah tantangan ketersediaan energi dan dinamika geopolitik global.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan percepatan transisi energi menjadi penting untuk mendorong kemandirian energi Indonesia.

"Dinamika geopolitik global menunjukkan bahwa ketersediaan energi menjadi tantangan yang harus diantisipasi bersama. Karena itu, Indonesia perlu terus mendorong kemandirian dan swasembada energi melalui peningkatan pasokan, pembangunan infrastruktur, serta percepatan transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan," pungkas Yuliot.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Konstruksi Hijau Jadi Tren Baru, Produk Rendah Emisi Mulai Didorong

Konstruksi Hijau Jadi Tren Baru, Produk Rendah Emisi Mulai Didorong

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 08:03 WIB

ESDM Jamin Keamanan Candi Gedong Songo di Proyek Panas Bumi Gunung Ungaran

ESDM Jamin Keamanan Candi Gedong Songo di Proyek Panas Bumi Gunung Ungaran

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 13:20 WIB

Pasokan Melimpah, Panas Bumi yang Terbuang Bakal Diolah Jadi Listrik 45 MW

Pasokan Melimpah, Panas Bumi yang Terbuang Bakal Diolah Jadi Listrik 45 MW

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:09 WIB

Terkini

Tak Sekadar Energi Bersih, Panas Bumi Punya Peluang Bisnis

Tak Sekadar Energi Bersih, Panas Bumi Punya Peluang Bisnis

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 09:24 WIB

Puntung Rokok Picu Kebakaran di Pulau Tidung

Puntung Rokok Picu Kebakaran di Pulau Tidung

News | Jum'at, 11 September 2026 | 09:22 WIB

Heboh Patahan Gempa Aktif Membelah Surabaya, Pakar Geologi ITS: Jangan Panik, Ini Faktanya

Heboh Patahan Gempa Aktif Membelah Surabaya, Pakar Geologi ITS: Jangan Panik, Ini Faktanya

Jatim | Jum'at, 11 September 2026 | 09:22 WIB

Yuni Kartika Soroti Potensi Atlet Putri di Audisi Umum PB Djarum 2026

Yuni Kartika Soroti Potensi Atlet Putri di Audisi Umum PB Djarum 2026

Sport | Jum'at, 11 September 2026 | 09:21 WIB

Perbedaan Sunscreen Serum vs Sunscreen Cream, Mana yang Lebih Cepat Meresap?

Perbedaan Sunscreen Serum vs Sunscreen Cream, Mana yang Lebih Cepat Meresap?

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 09:20 WIB

DPR Desak Bea Cukai Bongkar Bos Rokok Ilegal, Jangan Cuma Kejar Pengecer

DPR Desak Bea Cukai Bongkar Bos Rokok Ilegal, Jangan Cuma Kejar Pengecer

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 09:16 WIB

IHSG Masih Anjlok di Level 6.500 Pagi Ini, Pantau Saham ASII

IHSG Masih Anjlok di Level 6.500 Pagi Ini, Pantau Saham ASII

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 09:15 WIB

Pesan PSSI untuk Bobotoh jelang Persija Jakarta vs Persib, Yunus Nusi: Demi Kampanye Persaudaraan

Pesan PSSI untuk Bobotoh jelang Persija Jakarta vs Persib, Yunus Nusi: Demi Kampanye Persaudaraan

Bola | Jum'at, 11 September 2026 | 09:06 WIB

Digitalisasi Perlinsos Diperluas, Dibangun Atas Dasar Keadilan

Digitalisasi Perlinsos Diperluas, Dibangun Atas Dasar Keadilan

News | Jum'at, 11 September 2026 | 08:58 WIB

Buntut Keracunan Massal, 172 Dapur MBG di Pati Bakal Disidak!

Buntut Keracunan Massal, 172 Dapur MBG di Pati Bakal Disidak!

News | Jum'at, 11 September 2026 | 08:57 WIB

×