- Pemerintah Kabupaten Pati dan BGN akan memeriksa 172 dapur MBG pekan depan akibat dugaan keracunan massal.
- Kasus keracunan menimpa 259 siswa dan guru di Kecamatan Gembong setelah menyantap makanan program tersebut.
- Pemkab Pati menetapkan status Kejadian Luar Biasa guna memastikan penanganan kesehatan korban berjalan maksimal.
Suara.com - Sebanyak 172 dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, bakal diperiksa menyusul kasus dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa dan guru.
Pemerintah Kabupaten Pati bersama Badan Gizi Nasional (BGN) akan mengecek langsung kelayakan dan proses pengolahan makanan di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Wakil Kepala BGN, Trenggono, mengatakan evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh SPPG menjalankan proses penyiapan makanan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
“Kami sudah berupaya semaksimal mungkin memperbaiki tata kelola, kemudian menyiapkan dapur-dapur ini dengan baik. Namun, di antara semua ada satu-dua mungkin yang tidak sesuai dengan SOP, tidak patuh terhadap tahapan-tahapan penyiapan makanan. Ini yang harus kita evaluasi terus,” ujar Trenggono kepada wartawan, Kamis (10/9) malam.
BGN, kata Trenggono, tidak akan memberikan toleransi terhadap SPPG yang dinilai tidak layak atau tidak mampu memenuhi standar keamanan pangan.
“SPPG seperti yang saya sampaikan yang lalu, yang jelas di-suspend. Mungkin kalau dapurnya jelek, suspend permanen. Itu sudah komitmen kita di BGN,” tegasnya.
Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan pemeriksaan seluruh SPPG dijadwalkan mulai pekan depan. Pemkab akan turun langsung bersama sejumlah instansi untuk mengecek kondisi dapur dan kemampuan masing-masing SPPG.
“Kabupaten Pati ini ada sekitar 172 dapur. Kami pastikan minggu depan kami akan datang langsung ke semua SPPG untuk mengecek fasilitas dan kemampuan dapur itu melayani penerima manfaat di Kabupaten Pati,” ujar Chandra.
Pemeriksaan tidak hanya menyasar kondisi fisik dapur. Pemkab juga akan mengecek kesesuaian kapasitas dapur dengan jumlah penerima manfaat yang dilayani.
“Misalkan dapur ini kecil, dia ternyata mendapatkan pengelolaan manfaat ini sampai 2.500 sampai 3.000. Itu yang akan kami evaluasi,” katanya.
Pemeriksaan akan melibatkan Dinas Kesehatan, Kodim, Polres, serta seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pati.
Hasil pemeriksaan akan menjadi bahan rekomendasi kepada BGN untuk menentukan kelayakan masing-masing SPPG, termasuk dapur yang perlu diperbaiki.
![Siswa-siswi SMPN 1 Gembong dan MTSN 3 Pati dirawat di RSUD Soewondo usai meracunan MBG. [Suara.com/Singgih Tri]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/09/87868-keracunan-mbg-pati.jpg)
Ratusan Siswa dan Guru Diduga Keracunan
Pemeriksaan tersebut dilakukan setelah dugaan keracunan MBG terjadi di SMP Negeri 1 Gembong dan MTs Negeri 3 Pati, Kecamatan Gembong. Keluhan mulai muncul pada Rabu (9/9), setelah siswa dan guru menyantap menu MBG yang dibagikan sehari sebelumnya.
Sejumlah gejala dilaporkan muncul, mulai dari mual, muntah, pusing hingga diare. Para siswa dan guru kemudian mendapat penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan.