Punya Data Angka Kemiskinan yang Beda Jauh dengan Bank Dunia, Ini Alasan BPS

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 11 September 2026 | 14:02 WIB
Punya Data Angka Kemiskinan yang Beda Jauh dengan Bank Dunia, Ini Alasan BPS
Ilustrasi kemiskinan (Unsplash/Ahmed)
baca 10 detik
  • BPS mencatat tingkat kemiskinan nasional Indonesia sebesar 8,07 persen pada Maret 2026 berdasarkan biaya hidup domestik.
  • Bank Dunia memperkirakan 64,1 persen penduduk Indonesia miskin karena menggunakan standar internasional untuk kelompok pendapatan menengah atas.
  • Perbedaan angka yang sangat besar tersebut terjadi akibat penggunaan tujuan serta ambang batas pengukuran yang berbeda.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) memiliki data angka kemiskinan Indonesia yang berbeda jauh dengan estimasi Bank Dunia. 

BPS mencatat tingkat kemiskinan Indonesia sebesar 8,07 persen, sedangkan Bank Dunia memperkirakan sebanyak 64,1 persen penduduk Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan.

Perbedaan angka yang jomplang tersebut kemudian dijelaskan BPS dalam pernyataan bersama dengan Bank Dunia.

BPS menegaskan, perbedaan besar antara angka kemiskinan nasional dan internasional bukan disebabkan oleh kondisi kehidupan masyarakat Indonesia yang memburuk. 

Perbedaan itu terjadi karena BPS dan Bank Dunia menggunakan garis kemiskinan dengan tujuan pengukuran yang berbeda.

BPS mengukur kemiskinan berdasarkan biaya hidup di Indonesia. Sementara Bank Dunia menggunakan garis kemiskinan internasional untuk membandingkan standar hidup antarnegara.

Seorang pria berjalan di dekat kantor Bank Dunia [Unsplash/Markus krisetya]
Seorang pria berjalan di dekat kantor Bank Dunia [Unsplash/Markus krisetya]

"Baik BPS maupun Bank Dunia menggunakan Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) Indonesia sebagai sumber data, namun keduanya mengukur kemiskinan dengan cara yang berbeda, karena pengukuran tersebut memiliki tujuan yang berbeda pula," demikian pernyataan bersama BPS dan Bank Dunia, dikutip Jumat (11/9/2026).

BPS menjelaskan, garis kemiskinan nasional dihitung berdasarkan jumlah pengeluaran minimum yang dibutuhkan seseorang untuk memenuhi kebutuhan pangan dan kebutuhan pokok lainnya, seperti perumahan, pakaian, dan transportasi.

Penghitungan tersebut dilakukan di 75 wilayah perkotaan dan perdesaan di setiap provinsi, serta diperbarui dua kali dalam setahun untuk menyesuaikan perubahan harga.

baca juga

Pada Maret 2026, garis kemiskinan nasional BPS tercatat sebesar Rp669.235 per orang per bulan atau sekitar 3,60 dolar AS per hari. Berdasarkan ukuran tersebut, tingkat kemiskinan Indonesia mencapai 8,07 persen.

Angka tersebut turun dibandingkan tingkat kemiskinan pada Maret 2025 yang mencapai 8,47 persen.

Sementara itu, Bank Dunia menggunakan tiga garis kemiskinan internasional yang disesuaikan dengan kelompok pendapatan suatu negara.

Untuk negara berpendapatan rendah, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 3 dolar AS per hari. 

Kemudian 4,20 dolar AS per hari untuk negara berpendapatan menengah bawah dan 8,30 dolar AS per hari untuk negara berpendapatan menengah atas.

Indonesia yang masuk dalam kelompok negara berpendapatan menengah atas menggunakan garis kemiskinan 8,30 dolar AS PPP atau sekitar Rp51.087 per orang per hari dalam penghitungan Bank Dunia.

Dengan menggunakan standar tersebut, Bank Dunia memperkirakan 64,1 persen penduduk Indonesia berada di bawah garis kemiskinan negara berpendapatan menengah atas.

Link pendaftaran CPNS BPS 2024. [Wikipedia]
Logo BPS. [Wikipedia]

BPS menjelaskan, perbedaan angka yang sangat besar terutama berkaitan dengan penentuan garis kemiskinan yang digunakan.

Ketika Indonesia naik menjadi negara berpendapatan menengah atas pada 2023, Bank Dunia juga menaikkan ambang batas garis kemiskinan yang digunakan, dari sebelumnya 4,20 dolar AS menjadi 8,30 dolar AS per orang per hari.

Dengan ambang batas yang lebih tinggi, jumlah penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan tersebut secara otomatis menjadi lebih banyak.

"Hal ini tidak berarti mereka menjadi lebih miskin," demikian penjelasan BPS dan Bank Dunia.

BPS dan Bank Dunia juga menjelaskan bahwa angka 8,30 dolar AS mencerminkan standar hidup kelompok negara berpendapatan menengah atas yang luas, termasuk negara-negara dengan pendapatan per kapita hingga hampir tiga kali lebih tinggi dibandingkan Indonesia.

Karena itu, standar tersebut menetapkan ambang yang lebih tinggi dibandingkan standar biaya hidup yang berlaku di Indonesia.

Untuk perumusan kebijakan nasional dan memantau kemajuan pengentasan kemiskinan di Indonesia, BPS menyebut ukuran kemiskinan nasional lebih relevan digunakan.

Sebab, garis kemiskinan nasional memang dirancang berdasarkan konteks dan kondisi kehidupan masyarakat Indonesia.

Adapun ukuran Bank Dunia digunakan untuk membandingkan standar hidup masyarakat antarnegara secara global.

BPS dan Bank Dunia menegaskan, kedua angka tersebut menggunakan data dasar yang sama, yakni Survei Sosial Ekonomi Nasional atau SUSENAS, tetapi menjawab pertanyaan yang berbeda.

Petugas Sensus Ekonomi (bps.go.id)
Petugas Sensus Ekonomi (bps.go.id)

"Dalam hal ini, ukuran yang satu tidak lebih 'benar' daripada yang lain; keduanya memiliki tujuan berbeda dan memberikan perspektif yang saling melengkapi mengenai upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia," tulis pernyataan bersama tersbut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sempat Minus, Neraca Perdagangan Indonesia Kembali Catat Surplus di Juli 2026

Sempat Minus, Neraca Perdagangan Indonesia Kembali Catat Surplus di Juli 2026

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 13:30 WIB

Petani Makin Sejahtera! NTP Agustus 2026 Capai 129,19 Ditopang Sawit hingga Ayam Ras

Petani Makin Sejahtera! NTP Agustus 2026 Capai 129,19 Ditopang Sawit hingga Ayam Ras

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 12:37 WIB

Sektor Transportasi Deflasi di Agustus 2026 Imbas Harga Tiket Pesawat dan Bensin Turun

Sektor Transportasi Deflasi di Agustus 2026 Imbas Harga Tiket Pesawat dan Bensin Turun

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 12:26 WIB

BPS Umumkan Inflasi Agustus 2026 Capai 0,21%: Daging Ayam, Cabai, hingga Beras Makin Mahal

BPS Umumkan Inflasi Agustus 2026 Capai 0,21%: Daging Ayam, Cabai, hingga Beras Makin Mahal

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 12:13 WIB

Setelah Sempat Deflasi, BPS Catat Inflasi di Agustus

Setelah Sempat Deflasi, BPS Catat Inflasi di Agustus

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 12:12 WIB

Setelah Sempat Deflasi, BPS Catat Inflasi di Agustus

Setelah Sempat Deflasi, BPS Catat Inflasi di Agustus

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 12:10 WIB

Terkini

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi

Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:23 WIB

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Bikin Konten hingga Layani Pelanggan, UMKM Masa Kini Mulai Manfaatkan AI

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

Gerebek Kampung Berlan Matraman, Tim Gabungan Ciduk 8 Orang dan Sita Sabu hingga Ketamin

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:04 WIB

×